
Sejak malam itu hubungan antara Keenan dan Berliana berjalan dengan baik. Keenan bak dimabuk cinta dengan Berliana katakanlah ia sekarang menjadi Bucin karena Berliana. Miko sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah Bos sekaligus sahabatnya itu.
Kerap kali Miko harus menyaksikan Keenan yang sedang melakukan video call bersama Berliana. Padahal Berliana hanya menjawab apa adanya sedangkan Keenan, ah..lelaki itu sekarang lebih banyak bicara dan terkesan cerewet.
Luna yang merupakan kekasih Miko sampai aneh dan berkata pada Miko, kemana perginya sifat Bos mereka yang dingin, pemarah, dan arogan tersebut ? Bahkan Luna dan Miko seolah muak dengan sifat manis Keenan, mereka rasanya ingin muntah.
"Sayang, nanti mau di jemput jam berapa ?" tanya Keenan pada Berliana dam panggilan, saat ini ia sedang berada di dalam mobil menuju tempat pertemuan dengan klien di dalam mobil itu hanya ada dirinya, Miko, dan Luna.
"Apa kau tahu apa bedanya kau dengan hujan ?" tanya Keenan yang membuat Miko dan Luna saling menatap.
"Kalau hujan turun ke bumi, sedangkan kau turun ke hatiku." ucap Keenan lagi yang membuat Miko secara tiba-tiba menghentikan mobilnya dengan mengerem mendadak.
Ckit...
Dugh
"Aah..." Keenan memegangi keningnya yang membentur kursi belakang kemudi, karena Miko mengerem secara tiba-tiba.
__ADS_1
"Hei Miko, kau mau mati ya !" bentak Keenan.
'uwek..' Luna rasa mau muntah mendengarnya ucapan Keenan barusan. Apa itu tadi ? rayuan yang sering dipakai anak-anak SMP sedangkan Bosnya itu sudah berumur tiga puluh tahun, yang benar saja !
"Kenapa Luna ? kau jangan muntah di mobilku !" ucap Keenan dengan sombongnya.
"Ti..tidak Tuan, aku hanya mual." jawab Luna cepat. "Aku mual dan mau muntah mendengar rayuan gombalmu, dasar bujang tua !" maki Luna dalam hati.
"Maaf Tuan, kita sudah sampai." ucap Miko yang memang mobil mereka sudah sampai di depan sebuah restoran tempat bertemunya mereka dengan kliennya.
"Kau tahu apa bedanya kamu sama api ? Kalau api memberi cahaya di kala gelap. Sedangkan kamu pemberi arahan di kala aku tersesat." kata mbah google.
Setelah pertemuan klien itu selesai Keenan berencana pergi ke sebuah toko perhiasan bersama Luna dan Miko tentunya. Saat berada di toko perhiasan itu, Luna di buat takjub dengan keindahan perhiasan yang ada di sana. Semua perhiasan yang ditampilkan berkualitas premium hanya orang-orang penting dan beruang saja yang dapat memilikinya.
"Honey, belikan aku yang ini ya ?" pinta Luna dengan berbisik pada ditelinga Miko. Ia menunjuk satu set perhiasan dengan jari telunjuknya dan senyuman di bibirnya berharap Miko mau membelikan perhiasan itu untuknya.
"Aku harus lembur satu bulan jika ingin membelinya, Luna." jawab Miko yang membuat senyuman dibibir Luna luntur seketika.
__ADS_1
"Kau pelit sekali." jawab Luna ketus dengan mengerucutkan bibirnya.
"Bulan lalu aku sudah membelikan mu gelang berlian, jangan menghambur-hambur kan uang dengan berbelanja yang berlebihan." ucap Miko pelan yang membuat Luna tambah kesal dengan Miko.
"Sudahlah, kau memang pelit sekali padaku. Kau memang tidak sayang padaku !" sarkas Luna kemudian ia memalingkan muka ke arah lain, dimana pandangan matanya tertuju pada Keenan yang sedang memilih berbagai perhiasan.
Luna kemudian mendekati Keenan disusul dengan Miko pula di belakangnya.
"Aku mau tiga set ini." ucap Keenan kemudian ia mengeluarkan black card nya dan memberikannya pada pelayan toko.
Luna sampai menelan kasar silvanya satu set perhiasan berlian itu harganya mencapai lima milyar lalu Keenan membeli tiga set perhiasan untuk calon istrinya. Luna merasa iri andaikan yang menjadi istri Keenan adalah dirinya, pasti ia menjadi wanita yang sangat beruntung di dunia.
"Ini untukmu." ucap Keenan memberikan paper bag kecil pada Luna sebagai ucapan terimakasih karena Luna sudah membantunya memilihkan perhiasan untuk calon istrinya, Berliana.
Deg
.......
__ADS_1