Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 107


__ADS_3

“Shinta…shinta..hei bangunlah !” Miko menggerakkan bahu istrinya agar terbangun dari tidurnya. Seketika itu Shinta langsung terbangun dari tidurnya.


“Ah..ma..maafkan aku Mas, aku lancang tidur di kamarmu !” Shinta kemudian bangkit dari duduknya.


Miko hanya diam tak menjawab ucapan istrinya. Ia malah memalingkan muka ke arah lain. Dan melihat jam di atas nakas ternyata sudah pukul sebelas.


“Mas, tidak perlu khawatir tadi Tuan Keenan sudah menelpon dan aku katakan jika Mas sedang sakit.” Terang Shinta kemudian yang membuat Miko semakin tak suka karena menurutnya Shinta sudah ikut campur dalam urusan pribadinya dikantor.


“Siapa kau berani memegang ponselku, bahkan mengizinkanku pada Tuan Keenan ?” ucap Miko seperti biasa sifatnya dingin dan arogan pada istrinya.


“Ma…maafkan aku, Mas.” Balas Shinta dengan nada yang gugup. “Aku akan keluar, jangan lupa makan makananmu dan minum obatnya agar demam mu cepat sembuh.” Ucap Shinta lagi, kemudian ia keluar dari kamar Miko.


Miko kemudian bangkit dari atas tempat tidur kemudian ia manuju kamar mandi dan membersihkan diri dengan air hangat. Dirasa tubuhnya telah segar ia kemudian mengganti pakaiannya, saat ia sudah mengganti pakaiannya netranya tertuju pada makanan dan obat yang tedapat di atas nakas.


Miko yang tak suka jika membuang-buang makanan, ia pun memakan makanan yang dibuat oleh Shinta dan tak lupa meminum obat tersebut.


Saat ia sudah menyelesaikan makannya, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dari luar, siapa lagi yang mengetuk pintu tersebut kalau bukan istrinya, Shinta.

__ADS_1


“Ada apa ?” tanya Miko setelah membukakan pintu kamarnya.


“Aku ingin pergi ke kampus, aku ingin pamit.” Jawab Shinta ia menatap sendu wajah suaminya.


Miko hanya menganggukkan kepalanya namun tiba-tiba tangannya ditarik oleh Shinta kala Shinta menyaliminya, dan itu mambuatnya terpaku dengan apa yang dilakukan oleh Shinta.


“Assalamualaikum” ucap Shinta pergi dari hadapan suaminya.


“Walaikumsalam” dan itu hanya diucapkan oleh Miko dalam hati. Selama ini Miko sering terpaku kala Shinta menyalimi dirinya. Entah mengapa ada getaran aneh dalam dirinya saat Shinta melakukan itu padanya.


Shinta berjalan menyusuri trotoar jalanan ia benar-benar malas untuk pergi ke kampus, untuk itu ia memboloskan diri hari ini. Saat ia tengah berjalan netranya menangkap sosok wanita cantik yang baru saja keluar dari sebuah gedung perusahaan Wijaya Corp.


Shinta memberanikan diri untuk menemui Luna, rasanya ia ingin meminta tolong pada wanita itu entah apakah nanti ia akan jadi bahan tertawaan Luna atau bagaimana itu urusan nanti.


Shinta mendekati Luna yang tengah menelpon di dekat mobilnya, tiba-tiba Luna menutup telponnya kala melihat Shinta. Luna tahu gadis di hadapannya itu adalah Shinta, istri dari mantan kekasihnya, Miko.


Tatapan mereka saling bertemu kemudian dengan cepat Luna mengalihkan pandangannya kea rah lain.

__ADS_1


“Nona, Luna. Apakah kau punya waktu ?” Tanya Shinta pada Luna.


Dan disinilah mereka berdua berada mereka memesan kopi di sebuah kafe yang tak jauh dari gendung kantor Wijaya Corp.


“Apa yang ingin kau bicarakan ?” Tanya Luna dengan santainya setelah ia meminum sedikit kopinya.


Jantung Shinta berderbar tak karuan, ia bingung apakah ia harus mengatakan yang sebenarnya jika Miko masih mencintai Luna.


“Nona Shinta !” panggil Luna lagi.


“Maafkan aku karena aku telah merebut Mas Miko darimu.” Ucap Shinta pelan.


Deg


Luna diam terpaku dengan ucapan Shinta namun sejurus kemudian ia tersenyum manis pada Shinta, dan itu membuat Shinta semakin tak enak hati pada Luna.


“Untuk apa minta maaf, dia bukan jodohku. Lagi pula aku sudah bahagia bersama suamiku.” Jawab Luna

__ADS_1


Shinta mendongak menatap Luna wanita itu bahkan tak kecewa dan marah padanya.


__ADS_2