Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
Bab 94


__ADS_3

“Maksudmu dengan Alrend ?” tanya Rama seakan tak percaya jika Alrend menikah dengan mantan kekasih Miko. Padahal belum lama ini ia sempat bertengkar dengannya karena memperebutkan Kinanta.


“Iya, kalian kurang update di media sosial makanya kalian tidak tahu ! Ini lihatlah pernikahan mereka bahkan di tayangkan langsung di media sosial bahkan stasiun televisi milik Wijaya Crop.”


Bayu menyodorkan ponselnya pada Keenan dan Rama agar melihat tayangan langsung di media sosial miliknya saat Alrend dan Luna tengah melakukan ijab kobul disalah satu hotel bintang lima.


“Kenapa aku tidak diundang ?” Tanya Keenan bingung karena ia adalah rekan bisnis Alrend, mengapa teman bisnisnya tersebut tidak mengundang dirinya di acara pernikahannya.


“Kau bodoh atau bagaimana, jelas saja ia tak mau mengundangmu karena Kinanta menolak lamaran Alrend waktu itu !” ucap Rama dengan santainya.


Keenan menepuk keningnya mendadak ia menjadi lupa ingatan soal cerita Kinanta yang menolak lamaran Alrend dan lebih memilih Rama menjadi suaminya.


Jelas saja Alrend tak mengundang Keenan dan keluarganya, karena mungkin Alrend merasa kesal pada keluarganya terutama pada Kinanta.


Setelah acara pernikahan Miko dan Shinta. Keenan kembali kerumahnya bersama Berliana dan kedua orang tuanya. Kinanta tak lepas kembali pulang karena akan melakukan kencan bersama kekasihnya, siapa lagi kalau bukan Rama.

__ADS_1


“Apa benar Miko dan Luna sudah putus ?” Tanya Berliana saat ia tengah membantu suaminya membuka kancing kemeja yang suaminya pakai.


“Iya, mereka sudah putus sekitar satu minggu lalu. Aku melihat sendiri pertengkaran mereka waktu itu.” Balas Keenan melepaskan jas yang ia kenakan dan meletakkannya di atas ranjang.


“Ada apa hem ?” Tanya Keenan mendekati Berliana memeluk tubuh istrinya dari arah belakang dan mengecup leher jenjang istrinya, hingga Berliana melengguh akan perbuatan suaminya.


“Aku hanya ingin memastikan saja, aku takut nantinya Shinta tak bahagia dengan pernikahannya.” Balas Berliana kemudian ia menyadari sesuatu dari arah belakangnya jika milik suaminya telah mengeras dan menyentuh bo.kon.gnya.


“Kak Tara menginginkannya ?” Tanya Berliana saat tangan suaminya itu telah bergeliya di pundaknya dan berusaha menurunkan resleting belakang gaunnya.


Entah mengapa tiga hari ini Berliana merasa lebih cepat lelah dan lebih cepat tidur. Ia tak menunggu kepulangan suaminya ketika suaminya itu bekerja lembur, bahkan ia selalu bangun kesiangan. Rasanya ia ingin selalu merebahkan diri dan malas melakukan apapun.


Keenan dan Berliana melakukan penyatuan menyalurkan kenikmatan dalam hasrat dan memuaskan satu sama lain. Apalagi kali ini Berliana yang lebih mendominasi dalam permainan tersebut.


Keenan menjadi kalang kabut dengan permainan yang dibuat oleh Berliana, ia tak menyangka jika istrinya mendadak menjadi lebih agresif dan ia sangat menyukainya.

__ADS_1


“Aaaahh…aahh…”


“ooghh..sayang..”


“Kak Tara..aaahh”


"Aaaaahhh"


Tubuh Berliana ambruk diatas tubuh suaminya saat suaminya itu telah mendapatkan pelepasannya. Tubuh mereka sama-sama dibasahi oleh keringat akibat permainan mereka barusan yang berlangsung kurang lebih dua jam lamanya.


Berliana mencabut milik suaminya dan hendak tertidur di samping suaminya, tiba-tiba saja perutnya terasa keram dan menyakitkan.


Keenan yang panik melihat istrinya meringis kesakitan memegang perutnya. Ia kemudian menyibakkan selimut mereka, betapa terkejutnya ia kala melihat sprei itu terdapat darah dan darah itu berasal dari pangkal paha istrinya.


“Sayang…”

__ADS_1


__ADS_2