
Sepasang pengantin baru memasuki ballroom hotel tempat dimana diadakannya pesta pernikahan Keenan dan Berliana.
Pesta pernikahan itu digelar secara megah, mewah, dan meriah. Para tamu yang turut hadir menyaksikan sepasang pengantin yang begitu tampan dan cantik mereka sangat kagum pada Keenan dan Berliana, mereka menyambut sepasang pengantin itu dengan tepuk tangan yang meriah.
Setelah Keenan dan Berliana tiba dilantai dansa. Keenan dan Berliana berdansa bersama semua orang menyaksikan itu sangat bahagia.
"So beauty my darling." bisik Keenan di telinga Berliana saat mereka tengah berdansa.
"Apa aku bermimpi ?" ucap Berliana menatap wajah tampan suaminya dengan menggenggam tangan suaminya diiringi tarian dansa mereka.
Berliana tak menyangka dirinya bak seorang ratu malam ini. Pesta pernikahan yang begitu megah dan mewah tentu merupakan idaman para wanita. Semua keindahan pesta tersebut tentu saja karena Mom Jihan dan Kinanta yang mengurusnya.
__ADS_1
"Ini nyata, sayang." Keenan tersenyum manis pada istrinya.
Para tamu undangan bersorak meminta pengantin pria mencium pengantin wanitanya.
"Cium-cium-cium"
Dengan wajah merona malu Berliana hanya tersenyum manis menampilkan gigi putihnya kala mendengar para tamu undangan meminta Keenan menciumnya.
Keenan pun menyatukan bibirnya dan bibir Berliana. Keenan mencium bibir Berliana dengan begitu lembut dan rasa cinta. Semua tamu undangan nampak bersorak gembira menyaksikannya.
"Iya, Mas. Tinggal satu lagi tugas kita, yaitu Kinanta. Semoga pernikahan Keenan dan Berliana selalu diselimuti kebahagiaan." balas Jihan menoleh ke arah suaminya. Ia kemudian memeluk lengan suaminya.
"Aamiin".
Lain halnya dengan Kinanta sedari tadi Kinanta diam saja melihat Kakaknya telah bahagia dengan pernikahannya. Entah mengapa saat Kinanta melihat Kakaknya telah menikah, ia jadi ingin menikah pula.
__ADS_1
"Maaf aku terlambat datang." ucap seorang lelaki bernama Alrend dia adalah pewaris keluarga Wijaya, pemilik Wijaya Corp.
Kinanta menoleh ke arah Alrend disampingnya ia hanya tersenyum menanggapi ucapan Alrend. Sudah satu bulan ini mereka berkencan tapi bagi Kinanta hubungan bersama Alrend rasanya begitu hambar. Tidak ada yang istimewa sama sekali, karena Kinanta sampai detik ini pun masih memiliki rasa cinta untuk Rama.
"Apa kau mau berdansa denganku ? Bukankah ini acara dansa, lihat semua tamu berdansa sekarang." ajak Alrend dengan senyuman manis yang begitu tampan.
Kinanta akui sejak pertama kali ia bertemu dengan Alrend, Kinanta hanya sebatas mengagumi wajah tampan Alrend. Siapa yang tidak terpesona dengan wajah tampan rupawan Alrend Wijaya Putra.
Kinanta tak enak hati jika menolak ajakan Alrend, mau tidak mau ia pun menuruti keinginan Alrend untuk berdansa bersama.
Bukan hanya Kinanta dan Alrend yang berdansa di sana telah ada Miko, Luna, Bayu, dan istrinya juga ikut berdansa.
Pemandangan manis dilantai dansa itu dilihat oleh Rama yang tengah duduk bersama keponakannya yang berusia tujuh tahun. "Paman kenapa tidak ikut berdansa juga ?" tanya Namira disampingnya.
"Pamanmu tidak punya teman." jawab Rayya dihadapan putrinya.
"Paman kasihan sekali, kata temanku orang Indonesia itu jika tidak punya teman wanita maka disebut, Jomblo." ucap Namira dengan polosnya hingga membuat Rama menoleh ke arah keponakannya dengan mata yang membulat.
__ADS_1
Sedangkan Rayya dan suaminya tertawa setelah mendengarkan ocehan Namira barusan.
Rama kemudian bangkit dari duduknya ia begitu kesal apalagi pemandangan matanya saat ini melihat sosok wanita yang ia cintai sedang berdansa dengan pria lain, dan itu membuat matanya menjadi sakit.