Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 51


__ADS_3

"Aaaaaa" teriak Berliana sadar jika handuk yang ia kenakan terlepas dari tubuhnya. Berliana refleks menendang milik Keenan dengan dengkulnya.


"Aaaaa sakit !" teriak Keenan meringis memegangi miliknya yang terasa nano nano rasanya.


Kinanta dan Jihan yang melewati kamar tamu tempat Berliana menginap mereka saling pandang saat mendengar suara teriakan dari dalam kamar Berliana. Kinanta tanpa permisi membuka pintu kamar Berliana betapa terkejutnya mereka saat melihat calon Kakak ipar dan Kakaknya itu sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.


"Keenan !" teriak Jihan pada putranya.


Berliana malu bukan main ia dengan cepat membenarkan handuknya. Kinanta menarik tangan Mommy nya agar keluar dari kamar Berliana. "Kinan, kau apa-apaan ? Mommy harus memberi pelajaran untuk Kakakmu !" ucap Jihan cepat ia benar-benar tidak bisa mentolelir perbuatan putranya pada Berliana.


"Sudahlah Mommy, mereka mungkin sedang latihan membuatkan Mommy cucu." ucap Kinanta setelah menutup pintu kamar Berliana.


Jihan langsung memukul kening putrinya itu bisa-bisanya Kinanta berkata demikian. Ia tak menyangka jika putrinya itu tidaklah polos. "Katakan pada Mommy, sudah sejauh mana hubunganmu dengan Rama !" tanya Jihan dengan tegas.

__ADS_1


Ya selama ini Jihan tahu prihal hubungan antara Kinanta dan Rama. Jihan mengetahui hubungan putrinya itu saat ia diam-diam membaca isi pesan yang di kirimkan oleh Rama di ponsel Kinanta.


Jihan sebenarnya ingin melarang hubungan antara Kinanta dan Rama namun ia mengurungkan niatnya, karena Kinanta sangat bahagia dengan Rama. Jadi Jihan selama ini membiarkan saja putrinya berhubungan dengan Rama. Lagi pula mereka jarang sekali bertemu, karena perbedaan waktu dan negara.


"Mom..mommy.." ucap Kinanta terbata-bata, ia tak menyangka jika Mommy nya mengetahui hubungannya dengan Rama.


... ....


"Keluarlah dari sini !" ucap Berliana setelah berpakaian ia mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi.


"Kau tega sekali, bagaimana jika ia tidak bisa digunakan lagi ?" protes Keenan memegangi miliknya.


"Baguslah, dengan begitu kau tidak akan lagi mesum padaku !" jawab Berliana cepat ia begitu malas meladeni Keenan.

__ADS_1


"Jangan begitu biar bagaimanapun, ini aset yang bisa membuatmu bahagia." ucap Keenan dengan bangga ia keluar dari kamar Berliana meninggalkan Berliana yang diam dengan mulut yang ternganga setelah mendengar ucapan Keenan barusan.


... ....


"Katakan pada Mommy, Kinanta !" bentak Jihan pada putrinya tak peduli jika seisi rumah mendengar suaranya saat memarahi putrinya tersebut.


"Mom..Mommy" ucap Kinanta terbata-bata haruskah ia jujur saat ini dengan hubungannya bersama Rama. Meski mereka sudah berpisah sejak dua bulan lalu, namun tetap saja keluarganya pasti akan tahu prihal hubungan mereka.


"Bicaralah Kinan !" ucap Jihan ia menggoyangkan bahu putrinya karena merasa kesal sejak tadi putrinya itu hanya bisa menyebut namanya tanpa menjawab pertanyaannya.


Keenan yang baru saja keluar dari kamar Berliana ia berjalan tertatih-tatih sambil memegangi miliknya, kemudian ia mendengar perdebatan antara Mommy dan Adiknya. "Ada apa Mom ?" tanya Keenan yang membuat Jihan dan Kiananta saling menatap Keenan bersamaan.


Zio yang baru saja pulang ke rumah kemudian ia menghampiri istri dan kedua anaknya. "Kenapa berkumpul disini ?" tanya Zio dengan santainya.

__ADS_1


Jantung Kinanta seakan ingin melompat dari tubuhnya. Bagaimana jika Mommy nya menceritakan hubungannya denhan Daddy dan Kakaknya. Ia tak bisa membayangkan itu semua, mereka pasti marah besar padanya.


"Matilah aku." ucap Kinanta dalam hati.


__ADS_2