
Kinanta yang baru saja kembali dari luar membeli sesuatu, matanya menyipit kala melihat ada dua mobil terparkir di halaman depan rumahnya.
Kinanta melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya, tiba-tiba ia mendengar suara keributan diruang tamu. Betapa terkejutnya ia kala melihat Alrend dan Rama saling baku hantam disana.
Kiananta terkejut ia kemudian berteriak agar dua lelaki di depan matanya itu berhenti bertengkar, karena kondisi mereka sudah sama-sama babak belur. Padahal disana ada orang tuanya, orang tua Rama bahkan orang tua Alrend. Namun sepertinya mereka tak dapat memisahkan keduanya.
"Hentikan !" teriak Kinanta yang seketika membuat Alrend dan Rama behenti saling memukul.
Alrend dan Rama sama-sama menoleh ke arah Kinanta mereka sama-sama menatap penuh damba akan wanita yang sudah mencuri hati mereka.
"Kalian seperti anak kecil saja, memalukan !" ucap Kiananta menatap tajam Alrend dan Rama.
Kedua orang tua Alrend dan Rama bahkah Kinanta merasa lega karena Alrend dan Rama berhenti bertengkar dan membuat keributan. Orang tua Alrend merasa malu akan perbuatan putranya di rumah calon besan mereka begitupun Rayyan dan Mayang juga merasakan hal demikian.
"Kalau kalian ingin beradu tinju jangan dirumahku, sana pergi ke tempat semestinya !" sarkas Kinanta merasa kesal dengan Alrend dan Rama.
Alrend dan Rama benar-benar tidak bisa berkata apa-apa karena tindakan mereka memang seperti anak kecil. Seharusnya mereka tidak saling bertengkar seperti itu dan bisa membicarakan masalah itu baik-baik.
__ADS_1
"Mau apa kalian datang kemari ?" tanya Kinanta
"Aku ingin melamarmu." ucap Alrend dan Rama secara bersamaan.
Kiananta membulatkan kedua matanya begitupun orang tua mereka ia tak percaya jika putra mereka memperebutkan Kiananta semacam ini. Terkejut tentu saja , Kinanta seolah tak percaya jika ia dilamar oleh dua lelaki sekaligus.
Alrend dan Rama kembali saling memandang dengan tatapan tajam diantara keduanya tidak ada yang ingin mengalah dan saling membenci karena ingin mendapatkan Kinanta.
"Dasar gila !" ucap Alrend memaki Rama yang terkesan tak tahu malu baginya..
"Kau yang gila !" balas Rama tak kalah sengitnya.
"Nyonya Jihan, lakukan sesuatu aku tidak ingin mereka kembali bertengkar lagi." pinta Naura dengan lembut.
Jihan mendadak tak dapat melakukan apapun, ia berpikir bagaimana bisa memisahkan keduanya agar tak saling bertengkar lagi. Kemudian ia mendekat ke arah putrinya.
"Kinan, mereka berdua ingin melamarmu. Jafi kau akan memilih siapa ?" tanya Jihan pelan.
__ADS_1
Kinanta menghenbuskan nafasnya kasar ia harus memilih diantara keduanya. Padahal mereka berdua sama-sama lelaki yang baik.
Bicara soal Alrend sudah berulang kali Kinanta membuka hatinya tapi tetap saja ia terus memikirkan Rama. Rama adalah cinta pertamanya, hubungan mereka seolah tak pernah berakhir meski telah terucap kata putus di mulut Kinanta.
Dilema, Kinanta dilema siapa yang harus ia pilih dua lelaki yang baik, jika ia memilih salah satunya pasti akan ada yang terluka salah satunya juga, bukan ?
"Aku bingung Mom, beri aku waktu ! Lebih baik kalian pulang. dan..." Kinanta mengambil cincin ditangan Alrend dan Rama.
"Aku akan memberikan jawabannya nanti, silahkan kalian pulang. Dan jangan pernah betengkar lagi, jika kalian melakukan itu kembali aku tidak akan memilih diantara kalian !" ancam Kinanta kemudian ia berlalu dari hadapan Rama dan Alrend.
Sedangkan Alrend dan Rama menjadi lesu karena Kinanta tak lekas memilih mereka dan meminta waktu untuk menberikan jawaban.
"Mommy katakan pada mereka lain kali kalau mau melamar dengan cara yang romantis !"
Brak
Kinanta berucap dari lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya. Meninggalkan ekpsresi dua lelaki yang menunjukkan tampang bingung dan bodohnya.
__ADS_1
Ya, bukankah lelaki yang hendak melamar kekasihnya harus bersikap romantis dan memberikan kejutan ? Wajar saja Kinanta kesal pada Alrend dan Rama, karena dua lelaki itu tidak melamar Kinanta dengan cara seperti itu.
... .........