
"Untuk apa kau mengirimkan makanan sebanyak ini padaku !" omel Berliana pada Keenan dalam sebuah panggilan.
"Tentu saja untukmu biasanya wanita yang merajuk pada kekasihnya pasti akan banyak makan dan sulit tidur." jawab Keenan seolah ia tahu benar tentang wanita, padahal itu baru saja ia ketahui melalui artikel di internet.
"Kekasih ? Hahaha...kau terlalu berlebihan siapa juga yang mau jadi kekasihmu !" jawab Berliana ketus kemudian ia mematikan panggilannya secara sepihak yang membuat Keenan semakin frustasi.
Setelah Berliana mematikan ponselnya pipinya bersemu merah saat mengingat ucapan Keenan barusan 'Kekasih' ia tersenyum-senyum sendiri, lalu kemudian ia sadar jika ia harus memberi Keenan pelajaran, enak saja pikirnya dengan mudah mendapatkan hatinya. Keenan harus berjuang dahulu bukan ?
"Ais...makanan sebanyak ini bisa dimakan selama tiga hari. Lebih baik aku simpan di lemari pendingin." ucap Berliana seorang diri yang menatap banyak sekali bungkusan makanan di atas meja yang dikirimkan oleh Keenan untuknya.
Lain halnya dengan Keenan pria itu tampak frustasi setelah panggilannya dimatikan secara sepihak oleh Berliana, lebih parahnya lagi nomor ponsel Berliana mendadak tidak aktif.
Keenan mengusap kasar wajahnya ternyata jatuh cinta bisa membuat orang frustasi, lama-lama jika terus begini Keenan pasti gila karena Berliana.
"Kakak kenapa ?" tanya Kinanta yang tidak sengaja melihat tingkah Kakaknya yang sedikit aneh. Kinanta baru saja keluar dari kamarnya ia sudah cantik dengan balutan gaun bewarna salem.
__ADS_1
"Tidak apa-apa" kilah Keenan kemudian ia menelisik penampilan adiknya itu ia mengerutkan keningnya mungkinkah adiknya itu akan pergi berkencan.
"Kau mau kemana ?" tanya Keenan penuh selidik.
"Kencan." jawab Kinanta apa adanya. Sebenarnya Kinanta tidak menginginkan kencan ini namun bagaimana lagi Daddy Zio terus membujuk rayu dirinya.
Lagi pula bicara soal Rama bahkan sampai detik ini lelaki itu bahkan tak pernah memberinya kabar lagi. Itu artinya hubungan mereka sudah benar-benar tidak bisa dilanjutkan. Mungkin lebih baik jika Kinanta mencoba berkencan dengan pria lain.
"Dengan siapa ?" tanya Keenan lagi tentu saja ia harus tahu dengan siapa adiknya itu akan bertemu seorang pria, karena ia sangat menyayangi adiknya. Ia tak ingin Kinanta salah memilih calon pasangan.
"Hei..sejak kapan Kakak Ku ini mau tahu tentang adiknya." cibir Kinanta memang benar selama ini Keenan tidak begitu dekat dengan Kinanta. Malah Kinanta sendiri yang sering ingin tahu tentang Kakaknya dan usil dengan apa saja yang dilakukan oleh Kakaknya itu.
"Rahasia !" ucap Kinanta kemudian melenggang pergi meninggalkan Kakaknya yang kesal padanya.
"Kinan..Kinanta !" teriak Keenan memanggil nama adiknya namun adiknya itu tak kunjung berbalik padanya. Keenan mengusap kasar wajahnya benar-benar wanita memang sulit dipahami dan dimengerti pikirnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Daddy Zio duduk di sofa berhadapan dengan Keenan. Keenan menelisik Daddy nya itu yang terlihat seperti benang kusut. "Daddy kenapa ?" tanya Keenan
"Mommy Mu, mengusir Daddy lagi dari kamar." balas Zio mendengus kesal, saat mengingat barusan ia diusir oleh Istri tercintanya. Jihan marah padanya karena Zio salah berucap jika Jihan harus bahagia di masa tua. Yang membuat Jihan tersinggung jika suaminya itu mengatakan dirinya sudah tua.
Keenan tak mau ambil pusing ia kemudian meninggalkan Daddy nya dengan permasalahan suami istri tersebut.
"Hei kau mau kemana, Ken ?" Zio mengikuti putranya.
"Tidur." jawab Keenan sambil berjalan masuk ke dalam kamar, saat ia hendak menutup pintu kamarnya Daddy nya menahan pintu itu agar tak tertutup. "Daddy mau apa ?" sarkas Keenan
"Daddy menumpang tidur di kamarmu, sebab Kinanta mungkin tidak akan pulang. Karena dia akan langsung kembali ke rumah sakit setelah kencan buta nya." jawab Zio kemudian masuk ke dalam kamar putranya itu.
Keenan mendengus kesal karena malam ini ia harus tidur dengan Daddy nya. Bukan ia tak mau sebab ia pernah tidur dengan Daddy nya. Kebiasaan tidur Daddy nya itu suka memeluk dan meraba-raba guling padahal itu bukanlah guling melainkan dirinya saat ia bangun di pagi hari. Ia jadi bergedik ngeri membayangkan malam ini jika harus kembali tidur dengan Daddy nya.
"Oh Tuhan." gumam Keenan melihat Daddy nya telah merebahkan diri di atas tempat tidurnya.
__ADS_1
... ....
"Zio kira bini nya kali ya, peluk sambil meraba-raba 🤣😂😅"