
"Bisakah kita mulai hubungan ini ? Aku selalu memimpikan pernikahan yang bahagia bersama istriku nantinya. Dan bayangan wajah masa kecilmu selalu hadir di setiap mimpiku. Itu artinya aku hanya bahagia jika bersamamu." ucap Keenan lembut menatap manik mata Berliana.
"Maafkan aku, ku mohon maafkan aku." pinta Keenan pada Berliana yang manik mata gadis itu telah berkaca-kaca.
Berliana melihat ketulusan di mata lelaki yang selama ini ia kagumi dan ia benci. Haruskah ia memaafkan Keenan ? Melihat Keenan yang sangat tulus padanya. Ia dilanda kebingungan dan dilema saat ini.
"Berliana" ucap Keenan dengan suara yang bergetar.
... Tidak ada yang salah dengan kata maaf, yang salah itu jika kita salah menerima kata maafnya lalu ia mengulangi kesalahannya dikemudian hari. ...
"Apa aku harus percaya padamu ?" balas Berliana membuka suara.
"Apapun akan ku lakukan untukmu, agar kau mau memaafkan aku. Bahkan aku akan membunuh nyawaku sendiri agar kau mau memaafkan aku dan kau bisa melihat betapa besarnya aku mencintaimu." ucap Keenan dengan tegas menatap Berliana.
__ADS_1
Berliana memalingkan muka mendengar ucapan Keenan yang terkesan membual baginya. Berliana pikir Keenan pasti sering bermulut manis pada setiap wanita. Ia menyunggingkan senyuman di bibirnya seolah itu mengejek Keenan.
"Aku butuh waktu, tidak mudah untuk memaafkan kesalahan terbesar yang pernah kau lakukan padaku, Tuan Keenan." balas Berliana menekankan kata Tuan Keenan pada Keenan.
Keenan mengusap kasar wajahnya harus bagaimana lagi ia meluluhkan hati Berliana agar mau maafkan dirinya. "Katakan padaku, apa yang harus ku lakukan, Berliana ?"
"Jangan mengulanginya lagi, sungguh aku tak sanggup jika harus mengalaminya untuk kedua kalinya karena mu. Aku tersiksa dengan perasaan seperti ini." balas Berliana ia menitihkan air matanya.
Keenan menoleh ke arah Berliana apa yang barusan ia dengar ? apakah itu cara Berliana memaafkan dirinya ? "Aku janji, jika aku mengingkarinya kau bisa membunuhku atau pergi jauh dariku untuk selamanya." balas Keenan memegang kedua bahu Berliana.
Keenan memeluk tubuh Berliana mereka sama-sama menangis, antara sedih dan bahagia bercampur menjadi satu. Setelah pelukan itu, lama keduanya berdiam diri di dalam mobil. Entah mengapa rasa canggung mendera keduanya.
"Bukankah kita harus mengubah panggilan kita ?" ucap Keenan pelan. Ia benar-benar frustasi beginilah jika lelaki yang tidak pernah berpacaran bingung harus memulai dari mana.
__ADS_1
"Aku tidak pernah berpacaran, Ana." ucap Keenan kemudian ia menutup mulutnya dengan bibirnya karena merasa malu.
Berliana menoleh ke arah Keenan ia menggelengkan kepalanya ia tak menyangka lelaki berusia tiga puluh tahun itu tidak pernah berpacaran sama sekali seumur hidupnya.
Namun sejurus kemudian Berliana tertawa ia merasa lucu dengan Keenan. Lelaki matang itu tidak pernah berpacaran, yang benar saja. "Hahaha."
Dahi Keenan mengernyit saat Berliana tertawa seolah menertawakan dirinya. "Kenapa ? Apa ada yang salah ?" ucap Keenan polos.
"Aku tidak percaya jika kau tidak pernah berpacaran sama sekali." ucap Berliana kemudian ia turun dari mobil Keenan.
"Aku tidak berbohong..Berliana.." teriak Keenan ia merasa frustasi saat Berliana masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya. Berliana yang menyaksikan kegelisahan Keenan di balik tirai gorden ia menyunggingkan senyuman, kemudian ia memainkan ponselnya dan mengirim pesan pada Keenan yang membuat Keenan merasa berbunga-bunga setelah membacanya.
"Terimakasih telah mengantarkan ku pulang, Kak Tara."
__ADS_1
Keenan senang bukan main ia kemudian mencium pesan itu di ponselnya. Cinta bisa membuat orang menjadi gila, Bukan ?