Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 104


__ADS_3

Setelah berkutat di dapur kurang lebih tiga puluh menit. Keenan meletakkan satu piring nasi goreng yang telah ia buat untuk istri tercintanya. Ia tak yakin dengan rasa nasi goreng yang dibuatnya, pasalnya Keenan tak mencicipi terlebih dahulu nasi goreng buatannya itu.


“Sayang, biar ku cicipi dulu.” Ucap Keenan memotong kegiatan istrinya yang akan menyuapkan satu sendok nasi goreng ke dalam mulutnya.


Tapi dengan cepat Berliana merebut piring tersebut dan menyuapkannya masuk ke dalam mulutnya.


Keenan menelan kasar silvanya saat melihat nasi goreng buatannya dimakan begitu lahapnya oleh istri tercintanya itu. Ia jadi penasaran akan rasa nasi goreng buatannya sendiri. Apakah sebegitu enaknya sehingga istrinya bisa makan dengan lahapnya.


Keenan yang penasaran pun langsung mengambil sendok dan menyuapkannya ke dalam mulutnya. Mata Keenan membulat saat merasakan nasi goreng miliknya yang terasa tak karuan. Begitu asin, pedas, dan terasa pahit.


Keenan buru-buru memuntahkan nasi goreng di dalam mulutnya ke wastafel. Berliana yang menyaksikan itu ia tak berkutik sedikitpun ia tetap menikmati nasi goreng buatan suaminya.

__ADS_1


“Sayang, hentikan. Ini bukan nasi goreng tapi racun !” ucap Keenan cepat hendak merebut piring nasi goreng dari istrinya.


Dengan cepat Berliana menghabiskan makanannya dan itu sontak membuat Keenan syok kala piring itu sudah bersih tak tersisa nasi goreng buatannya.


“Uh..kenyang nya !” ucap Berliana setelah meminum air putih satu gelas dan mengelus perutnya.


“Sayang..” lirih Keenan, ia mendadak menjadi suami yang tak berguna karena sudah membuatkan nasi goreng yang buruk untuk istri dan calon anaknya.


“Besok aku mau nasi goreng ini lagi, Kak !” pinta Berliana tanpa beban baginya nasi goreng buatan suaminya begitu enak dan ia pun ketagihan.


Hati Berliana berbunga-bunga kala mendengar ucapan suaminya ia tak menyangka jika suaminya itu mau memasakkan nya kembali untuknya. Karena ini bukanlah keinginannya tapi keinginan calon anak mereka, yang menginginkan makan masakan Daddy nya.

__ADS_1


... ………...


“Pergi ! jangan sentuh aku !” bentak Miko saat tubuhnya hendak terjatuh ketika ia masuk ke dalam apartemennya. Shinta tentu saja ingin menolong suaminya yang sedang mabuk berat.


Setiap hari Miko selalu bekerja lembur dan pulang dalam kondisi yang mabuk. Kerena sebelum pulang Miko selalu datang ke club malam untuk menghilangkan kegundahan hatinya karena pernah melihat Luna pergi bersama Alrend dan Luna begitu bahagia dengannya.


Hati Miko begitu sakit apalagi mendengar kenyataan jika Luna dan Alrend pergi berbulan madu ke Paris. Padahal dulu ia telah mempersiapkan suatu saat nanti jika ia menikah dengan Luna, ia akan mengajaknya berbulan madu ke sana.


“Kau mabuk lagi, Mas.” Lirih Shinta sambil membukakan sepatu dan kaos kaki yang suaminya kenakan.


“Apa peduli mu ! Pergilah…aku ingin sendirian..” racau Miko saat tubuhnya telah berguling di atas tempat tidurnya.

__ADS_1


“Luna..” lirih Miko pelan, dan itu membuat Shinta semakin sakit mendengarnya, setiap harinya Shinta selalu mendengar nama itu. Ia jadi penasaran seperti apa wanita di masa lalu suaminya, sehingga suaminya tak dapat melupakan wanita tersebut.


“Kau begitu mencintainya, Mas. Lalu kau anggap apa aku selama ini.” Shinta menitihkan air matanya ia tak sanggup jika harus mendengar nama wanita lain yang keluar dari mulut suaminya.


__ADS_2