Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 105


__ADS_3

Hari terus berganti bulan pun berganti bulan kini tibalah moment yang tengah dinanti-nantikan oleh Berliana dimana ia akan melahirkan.


Semua keluarga tengah menunggu Berliana di depan ruang bersalin. Disana juga telah nampak Kinanta yang tengah hamil tujuh bulan.


Di dalam ruangan bersalin Keenan menjadi bulan-bulanan Berliana yang hendak melahirkan. Beberapa kali Berliana refleks mencekik leher suaminya.


“Aaaa…sakit sayang !” teriak Keenan kala tangannya di gigit oleh istrinya.


Berliana seakan tak tahan lagi kala menunggu pembukaan lengkap hingga ke sepuluh, sebab ini baru pembukaan tujuh.


“Dokter berapa lama lagi istriku akan melahirkan ?” Tanya Keenan cepat sebab ia pun sudah tidak tahan jika terus dibuat babak belur oleh istrinya.


“Sabar Tuan, istri anda masih pembukaan tujuh. Kita tunggu sampai pembukaannya lengkap.” Balas Dokter yang baru saja memeriksa kondisi Berliana.


“Kak Tara, sakit sekali..huaa..” tangis Berliana pecah, karena memang Berliana tipikal wanita yang cengeng.


Sedangkan keluarganya yang tengah menunggu mereka di luar ruangan hanya bisa menahan tawa mereka saat mendengar frustasinya Keenan yang mungkin kondisinya sudah memprihatinkan kala Berliana terus melakukan sesuatu pada Keenan saat kontraksi itu terus datang.


“Mom, aku tidak sanggup mendengarnya lagi. Aku pulang saja Mom.” Lirih Kinanta yang mendadak menjadi takut setelah mendengar teriakan Berliana yang hendak melahirkan.


“Kau ini penakut sekali, nanti juga kau akan merasakannya.” Balas Jihan yang membuat Kinanta semakin takut.


“Mom, aku tidak mau seperti Berliana. Aku mau operasi saja Mom !” jawab Kinanta cepat.


“Astaga Kinanta, semua ibu di dunia ini akan mengalami dan merasakan hal yang sama saat melahirkan. Maka dari itu kalian para lelaki jangan suka menyakiti hati istri kalian !” ucap Jihan menunjuk ke arah suami dan menantunya.


“Aku tidak pernah menyakiti istriku !” ucap Zio cepat begitupun dengan Rama.

__ADS_1


“Aku juga !” kata Rama.


Beberapa waktu kemudian Berliana sudah pembukaan lengkap. Ia di instruksikan oleh Dokter untuk mengejan saat kontraksi itu datang.


“Ayo nyonya, dorong terus !”


“Aaaaaaa…”


“Aaaaa sakit, aku tidak sanggup !” rengek Berliana pada suaminya.


“Sayang ayo kau pasti bisa, ayo sayang demi anak kita, bukankah kau ingin melihatnya betapa menggemaskannya saat ia lahir ke dunia. Ayo semangat dan kuatlah, aku mencintaimu.” Keenan memberikan kekuatan pada istrinya untuk tak pantang menyerah.


Hingga gelombang kontraksi itu datang lagi, Berliana mencoba kembali mengejan dan akhirnya bayi mereka terlahir ke dunia dengan selamat.


“Aaaaaaaaa”


Berliana lemas tak berdaya kala telah berhasil melahirkan bayinya. Keenan menangis haru bahagia saat melihat anaknya telah lahir ke dunia. Keenan menciumi wajah Berliana bertubi-tubi, ia begitu bersyukur karena istrinya telah menjadikannya seorang lelaki yang sempurna. Dan kini ia telah resmi menyandang predikat sebagai seorang Ayah.


Keenan pikir perjuangan istrinya tak sampai batas melahirkan saja. Betapa terkejutnya ia kala milik istrinya harus mengalami perbaikan dengan proses operasi kecil.


“Dokter, apa yang kau lakukan !” bentak Keenan pada dokter yang hendak melakukan penjahitan pada milik istrinya.


“Tentu saja harus diperbaiki Tuan, supaya sempit seperti malam pertama !” balasan monohok yang diberikan oleh dokter itu membuat Keenan tercengang, tapi Keenan memahami itu, ia pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


“Pasti rasanya sakit !” batin Keenan kala istrinya terus mengenggam tangannya dengan bergetar.


“Ya Tuhan, sebegitu besarnya pengorbanan seorang Ibu. Aku berjanji tidak akan ku sia-siakan istriku, aku janji akan selalu menjaganya, menghagainya, menyanginya hingga hembusan terakhir nafasku.” Doa Keenan dalam hati.

__ADS_1


... .........


Beberapa jam kemudian,


Berliana telah dipindahkan ke ruang rawat inap pribadi milik keluarga Argantara. Ruang rawat inap yang sengaja dibuat oleh Jihan untuk anak dan menantunya bahkan keluarganya nanti kala mereka sakit dan di rawat dirumah sakitnya.


“Masyaallah, tampannya keponakanku.” Kinanta melihat keponakannya di gendongan Mommy nya.


“Siapa dulu, Daddy nya !” Keenan langsung dengan cepat membalas ucapan adiknya.


Tiba-tiba datanglah Jonathan masuk ke dalam kamar Berliana. Seketika itu Jonathan langsung memeluk adiknya, ia tak menyangka jika adik kecilnya kini sudah menjadi seorang Ibu muda.


“Selamat, Ana. Kakak tak menyangka kau sudah menjadi seorang Ibu muda saat ini.” Ucap Jonathan tersenyum lebar.


“Terima kasih, Kak !” Balas Berliana


“Apa aku boleh menggendongnya, Nyonya ?” Tanya Jonathan pada Jihan.


“Tentu saja, kau adalah pamannya.” Jihan menyerahkan bayi Berliana ke tangan Jonathan.


“Siapa nama putra tampan kalian ini, Ken ?” Tanya Zio


“Kenzo Al Khair Argantara” ucap Keenan dengan tegas. Sudah lama Keenan dan Berliana mempersiapkan nama itu untuk calon anaknya yang ternyata pada saat di USG berjenis kelamin laki-laki.


“Nama yang sangat indah, semoga putra kalian nanti bisa membanggakan kalian, menjadi anak yang soleh dan berbakti pada orang tuanya.” Ucap Zio memberikan doa dan semua mengaminkannya.


Aamiin

__ADS_1


... TAMAT...


__ADS_2