
"Sayang, untuk pertama kalinya aku kecewa padamu." Zio berlalu dari hadapan Jihan.
Zio kecewa pada istrinya karena tak pernah jujur dan membicarakan prihal hubungan Kinanta dan Rama padanya.
"Mas, maafkan aku. Aku butuh waktu untuk membicarakan prihal Kinanta padamu." ucap Jihan yang berhasil membuat langkah kaki Zio terhenti.
Itulah kelemahan seorang Fabrizio ia tak bisa melihat istrinya menangis, sekecewa apapun ia pada istrinya.
"Mereka sama-sama mencintai, tapi Kinan rela memutuskan hubungan mereka karena menghargai keluarga kita. Tapi Rama bersikeras tetap mempertahankan hubungan mereka. Dan soal Alrend dia tidak mencintainya." ucap Jihan memberikan penjelasan pada suaminya.
"Tapi keluarga Wijaya sudah menyetujui jika Kinanta akan menjadi menantu mereka !" protes Zio ia mengusap kasar wajahnya.
"Kita serahkan saja keputusan pada Kinanta. Aku mohon ini demi kebahagiaannya, aku tidak ingin putri kita tidak bahagia, aku mohon mengertilah." pinta Jihan menggenggam tangan suaminya.
"Kita tidak bisa memaksakan kehendak jika seorang anak harus menuruti dan melakukan apapun sesuai perintah orag tuanya. Kinan sudah dewasa, sudah seharusnya ia memilih kebahagiaannya dengan lelaki yang ia cintai." sambung Jihan lagi.
Zio tampak memikirkan semua perkataan istrinya yang semuanya adalah benar. Orang tua tidak bisa memaksakan anaknya harus menikah dengan siapa, karena itu adalah keputusan seorang anak yang akan memilih dengan siapa ia yakin akan bahagia.
... ........
__ADS_1
Rama terkekeh mendengar ucapan Alrend yang ingin melamar Kinanta. Sebab ia sendiri juga datang ke rumah itu untuk melamar Kinanta pula.
"Aku pastikan dia tidak menerimamu, dan hanya menerimaku !" Rama mengeluarkan kotak cincin disaku celananya.
"Kalian ini berisik sekali." gerutu Mayang pada putranya dan lelaki seumuran Rama yang tak ia tahu siapa namanya.
"Ma, mereka juga akan melamar Kinanta." ucap Rama pelan pada Mamanya.
"What !" pekik Mayang yang membuat semua orang memandang Mayang. "Jadi kalian mau melamar Kinanta ? Lalu bagaimana dengan putraku ?" protes Mayang pada Alrend dan kedua orang tuanya.
"Kami sudah membicarakan masalah perjodohan ini dengan Tuan Fabrizio, dan mereka juga setuju jika Kinanta menikah dengan Alrend, putra kami !" ucap Reyhan dengan tegas.
"Astaga ! Rama ayo kita pulang, tidak perlu melamar Kinanta." ucap Mayang tak terima jika Kinanta sebelumnya telah dijodohkan. Untuk apa pikirnya melamar Kinanta lagi, sebab Kinanta sudah pasti akan menikah dengan Alrend.
"Rama, tapi Uncle Fabrizio sudah menjodohkan Kinanta dan keluarga itu. Kau jangan gila, jangan membuatku Papamu malu." sarkas Rayyan ia berdiri dari duduknya disusul juga dengan Mayang.
"Papa, mau kemana. Mama !" Rama melihat kedua orang tuanya yang berdiri bersamaan dan hendak pergi meninggalkannya.
Alrend tertawa melihat tingkah laku Rama yang seolah seperti bukan pria dewasa dan tergambar selalu merengek pada orang tuanya.
__ADS_1
"Kau jangan menertawakan ku !" bentak Rama
pada Alrend, ia tak terima jika di tertawa kan olehnya.
"Kau yang seharusnya jangan membentak ku !" ucap Alrend yang juga tak terima jika di bentak oleh Rama.
"Kau berani padaku, ayo maju hadapi !" Rama berdiri dari duduknya begitupun Alrend, hingga terjadilah perkelahian diantara keduanya. Kedua orang tua yang mereka bahkan tak mampu untuk memisahkannya
Bugh
Bugh
Bugh
"Kau cari saja wanita lain !" ucap Rama melayangkan pukulan di wajah Alrend dan Alrend pun ikut membalasnya.
Bugh
"Kau yang harusnya mencari wanita lain !"
__ADS_1
"Hentikan ! Apa yang kalian lakukan !" teriak Mayang histeris kala melihat putranya dan Alrend saling beradu tinju.
Mereka terus berkelahi seolah memperebutkan Kinanta. Tiba-tiba...