Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 95


__ADS_3

Keenan buru-buru memakai pakaiannya dan juga memakaikan pakaian pada Berliana. Berliana yang awalnya merasa keram di perutnya, perlahan rasa keram itu menghilang setelah meminum air putih di atas yang berada di atas nakas.


“Kak Tara, sepertinya aku baik-baik saja. Mungkin aku sedang menstruasi.” Ucap Berliana agar suaminya itu tidak terlalu khawatir padanya.


“Tidak, Aku tidak percaya. Ayo kita ke rumah sakit, sekarang.” Balas Keenan tegas.


Ia pun segera menggendong tubuh istrinya dan membawanya masuk ke dalam mobil. Keenan tak memberi tahu Mommy dan Daddy nya kerena hari sudah larut malam, dan ia tak ingin mengganggu waktu istirahat kedua orang tuanya tersebut,


“Sssstt..” Berlina meringis kala rasa keram itu kembali datang, sedangkan Keenan fokus mengendarai mobilnya dengan terus menggenggam tangan istrinya.


“Bersabarlah, kita akan segera sampai dirumah sakit, Sayang.” Ucap Keenan dengan fokus mengemudikan mobilnya.


Begitu mereka tiba dirumah sakit, Berliana langsung ditangani oleh dokter dan juga perawat. Dokter itu tak lain adalah Bayu sahabat Keenan sendiri, karena Bayu sedang bertugas saat itu. Setelah Bayu menangani Berliana, Ia mengajak Keenan bicara empat mata di ruangannya.


“Apa kau bermain kasar pada istrimu ?” Tanya Bayu pada Keenan yang terlihat sangat khawatir.


“Apa maksudmu ?” Keenan malah balik bertanya pada Bayu.

__ADS_1


Bayu menghela nafasnya ia kemudian menyarankan pada Keenan agar Berliana diperiksa oleh dokter kandungan.


“Dokter kandungan ?” ucap Keenan tak mengerti.


“Kau seorang CEO tapi kau ternyata bodoh dengan hal semacam itu !” gerutu Bayu saat melihat tampang bingung dan bodohnya seorang Keenan.


“Kau jangan memakiku !” ucap Keenan tak terima saat dikatakan bodoh oleh Bayu.


Bayu menghela nafasnya bicara dengan Keenan memang harus panjang lebar soal medis dan kesehatan, padahal Mommy Keenan adalah seorang dokter. Tapi kenapa Keenan sedikitpun tak mengerti dengan apa yang ia ucapkan.


“Istrimu hamil, bodoh !” ucap Bayu kesal.


“Apa !” pekik Keenan


“Astaga kau mengagetkanku !” ucap Bayu memegangi dadanya.


“Kau tidak berbohong kan ?” Tanya Keenan memastikan.

__ADS_1


“Tentu saja tidak, aku seorang dokter mana mungkin aku berbohong pada kondisi pasien !” balas Bayu cepat.


Sedetik kemudian Keenan mengembangkan senyumannya ia kemudian berjalan ke luar dari ruangan Bayu, meninggalkan Bayu yang menatap aneh padanya.


“Dasar aneh !” gumam Bayu saat Keenan telah keluar dari ruangannya.


Keenan berjalan ke ruang IGD dimana istrinya masih berada disana. Saat ia hendak menghampiri istrinya ternyata para perawat hendak membawa istrinya ke ruangan obgyn. Keenan kemudian mengikuti dari belakang dan ikut masuk ke dalam ruangan obgyn dimana istrinya sedang diperiksa.


Dokter memeriksa Berliana dengan alas usg dan memperlihatkannya pada Keenan dan Berliana.


“Lihat, bulatan kecil itu sudah seperti kacang hijau. Usianya masih kecil dan terlalu rentan mengalami keguguran jika Tuan dan Nyonya tidak bisa menjaganya.” Terang Dokter


“Maksud dokter ?” Tanya Berliana, sedangkan Keenan sedari tadi terus mengembangkan senyumannya karena ia sudah mengetahui jika istrinya sedang mengandung buah cinta mereka.


“Selamat Nyonya, Tuan. Kalian sebentar lagi akan menjadi orang tua. Nyonya sedang hamil.” Balas Dokter.


Berliana meneteskan air mata bahagianya, Keenan memeluk istrinya dan memberikan ciuman ke seluruh wajah istrinya.

__ADS_1


“Ada yang harus saya sampaikan pada Nyonya dan Tuan. Terutama pada anda Tuan, anda harus bersabar untuk tidak melakukan hubungan badan dengan istri anda sementara waktu. Kerena kondisi janin lemah, dan Nyonya harus bedrest.”


__ADS_2