
"Apa yang terjadi padanya ?" ucap Keenan mendekat pada Yohana.
Yohana menoleh ke arah Keenan dengan mata yang sudah membasah karena menangis. Selama ini Keyla adalah penyemangat hidupnya, namun siapa sangka putrinya tersebut harus menghadapi penyakit yang mematikan.
"Dia menderita penyakit kanker darah stadium akhir." ucap Yohana dengan suara seraknya.
Deg
Jantung Keenan serasa berhenti berdetak kala mendengar penuturan Yohana. Putrinya saat ini tengah diambang kematian, dan selama ini ia tidak tahu jika ia memiliki seorang putri.
"Bisakah kau tukarkan saja nyawamu dengan putriku ? Andaikan itu bisa !" ucap Yohana pelan dengan menekankan kata-katanya.
"Kenapa kau tidak pernah bilang padaku, dan menemui ku jika kau mengandung anakku. Aku pasti akan bertanggung jawab atas perbuatan ku, padamu." terang Keenan memegang bahu Yohana.
__ADS_1
Benar bukan ? Seharusnya Yohana menemui Keenan bukan malah lari darinya dulu. Andaikan dendam tidak menyelimuti seluruh hati dan pikirannya pada Keenan pasti ia dan Keyla akan hidup bahagia.
Bodoh, tentu saja ! Dendam memberikan mala petaka dan penyakit hati pada diri Yohana. Ia sengaja ingin membalaskan dendamnya pada Keenan. Namun apalah daya bukan Keenan yang menjadi korbannya melainkan Grand Ma Sonia.
Lalu sekarang ia kembali ingin membunuh Keenan tapi bukan Keenan yang menjadi korban melainkan istrinya. Lantas kini ia harus dihadapkan dengan kondisi putrinya yang telah jatuh koma dengan keadaan terbaring lemah, yang tak bisa diprediksikan kapan ia akan sadar atau meninggal.
"Aku terlalu dendam padamu." ucap Yohana pelan. "Aku minta maaf atas kematian Grand Ma mu, Keenan. Dendam Ku waktu itu salah alamat, aku ingin membunuhmu namun Grand Ma mu yang menjadi korbannya." Yohana menoleh ke samping Keenan.
Keenan menoleh ke arah Yohana tatapan mereka saling bertemu. Kedua insan itu sama-sama terluka Keenan kehilangan Grand Ma yang ia sayangi dan Yohana sudah tidak bisa dideskripsikan lagi ia lebih parah merasakan sakit yang telah Keenan berikan padanya.
"Maafkan aku, aku mohon maafkan aku." Keenan menangis dunia serasa berhenti berputar sekarang, tak bisa dijabarkan dengan kata-kata tentang perasaan yang ia alami.
Yohana mendengar ucapan permintaan tulus dari Keenan hatinya seakan tersentuh. Jujur saja Yohana hanya menginginkan permintaan maaf dari lelaki itu, dan sekarang ia telah mendengarnya sendiri jika Keenan telah bersimpuh dikakinya dan menyesali perbuatannya.
__ADS_1
"Bangunlah !" titah Yohana yang membuat Keenan mendongakkan wajahnya menatap Yohana dari bawah.
Sebenci dan sedendam apapun Yohana pada Keenan ia hanya seorang wanita yang memiliki sisi lemah tak berdaya karena perasaan. "Aku memaafkan mu, meski aku hancur karena mu." ucap Yohana tatapan matanya hanya tertuju pada Keyla.
"Kau benar-benar memaafkan aku ?" tanya Keenan ia menghapus air matanya dengan cepat.
"Iya, aku memaafkan mu demi Keyla. Bisakah kau selalu ada disampingnya disisa hidupnya ?" jawab Yohana dengan penuh rasa meminta pada Keenan.
Tentu saja Keenan akan memenuhi permintaan Yohana. Keyla adalah putrinya apalagi putrinya tersebut sedang berada diambang kematian, hati seorang Ayah yang mana tidak hancur dan terluka saat melihat putrinya dalam keadaan seperti itu.
"Tentu saja, aku akan melakukannya." jawab Keenan yakin.
... ....
__ADS_1
Sorry gaes kemaren aku enggak update sebab lagi sakit soalnya..janji aku crazy up hari ini 🤭😘❤