Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 37


__ADS_3

Pagi harinya Keenan berdiri di depan pintu kamar kedua orang tuanya niat hati ingin masuk dan membuka pintu tiba-tiba Daddy nya membuka pintu kamar tersebut dari dalam.


"Dad..kau mau kemana ?" tanya Keenan menelisik penampilan Daddy nya yang begitu rapi dan tampan.


"Tentu saja pergi ke kantor, besok kau harus masuk kantor lagi dan menjadi CEO seperti biasanya. Dan ingat jangan pernah mengecewakan Daddy lagi !" ucap Zio dengan tegas kemudian ia pergi meninggalkan putranya tanpa mendengar jawaban putranya itu.


Keenan menghembuskan nafasnya pelan melihat punggung Daddy nya perlahan hilang menuruni anak tangga. "Baiklah aku berjanji kali ini tidak akan mengecewakan Daddy lagi." ucap Keenan seorang diri.


Keenan kemudian membuka pintu kamar orang tuanya ia masuk ke dalan di lihatnya Mommy kesayangannya sedang bersandar di kepala ranjang. Keenan melihat sarapan dan susu yanga ada di atas nakas bahkan belum tersentuh sama sekali oleh Mommy nya.


"Mom.." ucap Keenan pelan.

__ADS_1


Jihan menoleh ia terkejut ternyata putra kesayangannya sudah kembali pulang ke rumah. Jihan begitu senang melihat putranya, Jihan mengulurkan ke dua tangannya menyambut putranya itu dengan pelukan.


"Maafkan aku Mom." Keenan membalas pelukan Mommy nya.


"Kenapa kau jadi begitu Keenan ?" lirih Jihan ia menatap sendu wajah putranya.


"Aku gelap mata Mom, aku benci dengan Kakaknya yang sudah menghilangkan nyawa Grand Ma. Aku frustasi karena lima tahun ini mencari Kakaknya namun tak kunjung ketemu, jadi aku melampiaskan kemarahan ku pada adiknya. Maafkan aku Mom aku bersalah." terang Keenan menangis di hadapan Mommy nya, ia begitu menyesal karena telah menyakiti Berliana.


Jihan memejamkan kedua matanya, Jihan merasa gagal dalam mendidik putranya untuk tidak menaruh dendam dengan orang lain. Nyatanya Keenan memiliki sifat yang sama seperti suaminya, dendam dan amarah.


"Kau tahu Keenan, kenapa Mommy selalu mengatakan padamu untuk tidak menaruh dendam dengan orang lain meski orang itu telah menyakitimu ? Karena Mom percaya pembalasan Tuhan jauh lebih menyakitkan ketimbang manusia."

__ADS_1


"Kita tidak perlu membalaskan rasa sakit kita dengan orang itu. Jika kita membalasnya lalu apa bedanya kita dengannya ? Sekarang kau menyesal bukan ? bahkan kau telah melukai orang yang tak bersalah" terang Jihan memberikan nasehat pada putranya.


"Maafkan aku Mom, aku menyesal, ampuni aku." hanya itu yang dapat Keenan ucapkan dari bibirnya di hadapan Mommy nya.


"Mintalah maaf pada Berliana dan bujuk dia untuk menikah kau bertanggung jawab padanya." ucap Jihan dengan tegas.


Keenan menganggukkan kepalanya sebagai bentuk jawaban kemudian ia kembali memeluk tubuh wanita yang telah melahirkannya itu. "Aku akan menikahinya, Mom." janji Keenan pada Mommy nya.


"Bagus, itu baru anak Mommy." balas Jihan sedikit tersenyum pada putranya. Semarah apapun Jihan dan sekecewa apapun ia pada putranya. Keenan adalah putra kandungnya, ia yang mengandung, melahirkan, dan membesarkannya dengan kasih sayang.


Anak-anak melakukan kesalahan agar menyadarkan orang tua sudah benarkah didikan mereka pada anaknya. Bahkan anak-anak yang melakukan kesalahan itu barang kali menuntut mereka untuk belajar lebih dewasa.

__ADS_1


Begitulah bagi Jihan memahami permasalahan putranya. Bukankah lebih baik jika Keenan belajar bertanggung jawab dengan apa yanh sudah dilakukannya pada Berliana ? Ya, dengan menikahi Berliana, Jihan yakin putranya itu akan lebih dewasa dan belajar menjadi seorang pria yang bertanggung jawab.


.......


__ADS_2