
"Aku tidak menyangka Kakakmu bisa mengubah rumah ini menjadi kafe yang begitu keren seperti ini." ucap Keenan pelan setelah mengamati rumah yang ia beli untuk Jonathan ternyata Jonathan bisa mengubahnya lebih estetik dan menarik bahkan menjadikan rumah itu sebagai usahanya.
Berliana hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya. "Ayo kita hampiri Kak Jo." ajak Berliana merangkul tangan suaminya.
"Kak Jonathan." panggil Berliana saat Kakaknya tengah sibuk memberikan arahan pada dua pelayan kafenya.
"Ana" Jonathan memeluk dan mencium kening adiknya.
"Wah...Kafe ini sangat estetik sekali, aku akan merekomendasikan ke pegawai rumah sakit kita untuk datang kemari." ucap Kinanta matanya melihat sekeliling rumah yang sudah disulap menjadi sebuah kafe oleh saudara iparnya tersebut.
"Terimakasih, Nona Kinan..Terimakasih juga sudah datang ke mari, Tuan Zio dan Nyonya Jihana." ucap Jonathan masih malu jika menatap mertua adiknya karena ia pernah melakukan kesalahan yang besar pada keluarga mereka.
"Sama-sama, semoga bisnismu lancar, Jo." jawab Zio kemudian menepuk punggung saudara menantunya tersebut, tak ada lagi rasa kecewa di hati Fabrizio untuk Jonathan semua telah ia maafkan dengan hati yang lapang.
"Aamiin"
...........
__ADS_1
"Ayolah Ma, ini sudah enam bulan berlalu tidak mungkin keluarga Daddy Zio terus berduka atas kepergian Keyla. Bantu aku melamar Kinanta." rengek Rama pada Mamanya, Mayang.
"Iss..kau ini seperti anak kecil saja, padahal usiamu sudah tiga puluh tahun Rama ! Tiga puluh tahun !" ucap Mayang menekankan kata-katanya. Usia Rama sudah terbilang kategori bujang tua baginya, sampai detik ini bahkan putranya itu belum menikah juga.
"Kenapa tidak kau sendiri saja yang melamar, Kinan !" omel Mayang sambil menyirami bunga di rumah kaca miliknya terdapat bunga-bunga koleksinya
"Percuma Ma, Kinan selalu menolak ku." balas Rama frustasi kemudian tanpa sadar ia telah memetik bunga kesayangan Mamanya yang hanya tumbuh setiap satu tahun sekali.
"Astaga Rama !" pekik Mayang saat Rama memetik bunga kesayangannya apalagi bunga itu diremas hingga tak berbentuk oleh putranya.
Rama kemudian sadar dengan apa yang ia lakukan. Kemudian ia berlari meninggalkan Mamanya yang pasti telah murka padanya.
Aksi kejar-kejaran antara Mayang dan Rama di lihat oleh Rayyan tengah duduk sambil menikmati kopinya. Ia menggelengkan kepalanya melihat pemandangan antara istri dan putranya yang sering seperti film tom and jerry.
...Rama Graham Putra...
...........
"Ayo kita akhiri saja hubungan ini." ucap Luna menatap malas pada kekasihnya, Miko.
__ADS_1
Miko membulatkan kedua matanya saat kekasihnya itu meminta putus padanya. Padahal selama ini hubungan mereka baik-baik saja, apapun Miko berikan untuk wanita yang ia cintai itu, lalu apa masalahnya hingga Luna meminta hubungan mereka berakhir ?
"Kau jangan bercanda, Luna." ucap Miko menatap Luna yang seolah jengah melihatnya.
"Aku sudah tidak nyaman dengan hubungan seperti ini, kau tidak memberikanku kejelasan !" sarkas Luna, selama ini Luna sudah sabar menunggu Miko, lantas harus selama apalagi ia menunggu Miko untuk menikahi dirinya.
"Sayang, ku mohon beri aku waktu." lirih Miko ia benar-benar bingung bagaimana menghadapi masalahnya. Bukan ia tak mau menikahi Luna, tapi ia sendiri sudah berjanji pada Papanya untuk menerima perjodohan dengan anak sahabatnya.
Jika boleh memilih, tentu saja Miko lebih memilih Luna yang sudah jelas mereka sama-sama saling cinta.
"Harus sampai kapan, Miko !" untuk pertama kalinya Luna menyebut nama kekasihnya itu karena ia merasa kecewa padanya.
"Tunggulah sebentar lagi." pinta Miko dengan tulus.
Luna menatap tajam Miko ia benar-benar kecewa pada lelaki di hadapannya yang selalu memintanya untuk bersabar dan terus menunggu tanpa kepastian.
"Keluar dari sini sekarang !" ucap Luna membukakan pintu apartemennya untuk Miko, mengusirnya dengan tanpa menatap wajah kekasihnya.
...Luna Anastasya...
__ADS_1