
Mau tidak mau Berliana membuka mulutnya karena sedari tadi Keenan terus menyodorkan pizza ke depan mulutnya.
"Aku masih ingat makanan kesukaanmu, es krim dan pizza keju mozarella" ucap Keenan tersenyum manis pada Berliana sedangkan Berliana hanya menanggapinya dengan senyuman kecil di bibirnya.
Keenan membuka satu bungkus es krim untuknya dan Berliana. Berliana menerima es krim itu ia kemudian memakannya secara perlahan.
"Mau menonton film bersamaku ?" ajak Keenan ia berharap Berliana mau menonton bersamanya.
"Tidak !" tolak Berliana
"Yakin ? film nya sangat bagus untuk di tonton, ku rasa kau pasti akan suka." bujuk Keenan ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa dekat dan mengambil hati Berliana.
"Aku tidak suka menonton film." jawab Berliana apa adanya.
Keenan hanya bisa pasrah ternyata ia gagal untuk mengajak Berliana keluar dan menonton film bersama. Kemudian Keenan melihat tumpukan pakaian yang berserakan di ruang tengah Keenan yakin itu adalah pakaian yang belum di kemas untuk para pelanggan Berliana.
"Apa kau butuh bantuan ?" Keenan melirik ruang tengah itu dan Berliana mengerti apa maksud perkataan Keenan padanya.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku bisa sendiri." tolak Berliana lagi.
"Ya sudah." jawab Keenan memelas.
Namun tiba-tiba ponsel Berliana berdering seseorang menelfon nya mengatakan jika pesanan orang itu harus segera di kirimkan malam ini paling lambat jam sepuluh pagi.
"Apa tidak bisa besok saja, Pak ? Barangnya belum sempat Saya kemas." jawab Berliana
Namun apalah daya orang itu bersikeras jika ia meminta seluruh pesanannya di kirimkan malam ini juga. Dengan terpaksa Berliana mengiyakan permintaan pelanggannya dan menutup panggilan tersebut.
Keenan yang mendengar percakapan tersebut ia merasa dewi fortuna sedang memihak kepadanya. Tidak mungkin Berliana bisa menyelesaikan pekerjaannya seorang diri. Maka dari itu ia akan menawarkan bantuan pada Berliana.
Dengan berat hati mau tidak mau Berliana menerima bantuan Keenan. Mereka pun mengerjakan pengemasan barang hingga pukul sembilan malam.
"Selesai." ucap Keenan kemudian ia menoleh ke sampingnya ternyata Berliana membawa satu cangkir kopi untuknya dan memberikan untuknya.
"Apa ini sebuah ucapan terima kasih ?" tanya Keenan dengan tersenyum manis pada Berliana.
__ADS_1
"Anggap saja begitu. Terimakasih" balas Berliana tulus. "Aku akan pergi, cepat habiskan kopi mu." ucap Berliana lagi.
"Kau mau mengirimkannya pakaian ini ?" tanya Keenan lagi
Berliana menganggukkan kepalanya ia harus mengirimkan pesanan pelanggannya sebab jika tidak ia akan merasa rugi.
"Hei kau mau kemana ?" tanya Keenan saat Berliana membawa satu kantong besar berisi pakaian di tangannya.
"Tentu saja mengirimkan barang ini, aku akan pergi. Ayo kau juga harus keluar dari rumah ini !" usir Berliana ia membukakan pintu lebar-lebar untuk Keenan.
Keenan dengan cepat mengabiskan kopinya kemudian ia keluar dari rumah bersama Berliana. "Ayo ku antarkan kau ke alamat pelangganmu." ajak Keenan pada Berliana saat mereka tengah berdiri di pinggir jalan depan mobil Keenan.
"Tidak perlu, aku bisa naik taksi atau ojek." jawab Berliana lagi-lagi ia selalu menolak niat baik Keenan.
Keenan mengusap kasar wajahnya sedari tadi Berliana selalu menolak dirinya. Dengan cepat Keenan menarik kantong besar itu masuk ke dalam mobilnya hingga membuat Berliana protes padanya.
"Apa yang kau lakukan ?" protes Berliana saat Keenan telah masuk ke dalam mobilnya membawa kantong pakaian miliknya.
__ADS_1
"Masuklah, sebentar lagi pukul sepuluh malam dan pelangganmu sudah menunggumu." titah Keenan pada Berliana, terpaksa ia memaksa Berliana yang keras kepala padanya karena selalu saja menolak dirinya.
Dengan terpaksa pula Berliana masuk ke dalam mobil Keenan dan di antarkan oleh Keenan ke alamat pelanggannya. Keenan bersorak gembira dalam hatinya akhirnya ia bisa pergi berdua bersama Berliana. Sedangkan Berliana sedari tadi menahan degup jantungnya yang tak beraturan karena berdekatan dengan Keenan.