Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 71


__ADS_3

"Apa kau bercanda, Baby." Tanya Rayyan setelah mendengar perkataan istrinya kalau Rama mencintai Kinanta sejak Kinanta duduk di bangku SMA sampai detik ini.


"Aku tidak bercanda, Bang. Aku serius !" balas Mayang


Rayyan mengusap kasar wajahnya kala dihadapkan oleh hubugann antara putranya dengan keponakannya sendiri.


"Kita nikahkan saja, Bang. Kasihan Rama semenjak mereka putus Rama tidak pernah pulang ke rumah, dia sering mabuk-mabukan dan menyibukkan diri dengan bekerja. Kasihan sekali putraku." ucap Mayang lagi ia begitu kasihan dengan nasib percintaan putranya.


"Jika kita menyetujui menikahkannya dengan Kinanta, apakah Fabrizio juga akan setuju ? Kurasa dia tidak akan merestui mereka, apalagi keluarga Fabrizio masih berduka akan kepergian putri Keenan." terang Rayyan setelah memikirkannya dengan matang.


Memang benar bukan ? keluarga Fabrizio masih berduka atas kepergian putri Keenan, tidak etis rasanya jika Rayyan datang ke keluarga itu untuk melamar Kinanta sebagai menantu mereka.


"Tapi bagaimana dengan putra kita, Bang." lirih Mayang


Rayyan menghembuskan nafasnya kasar ia pun bingung harus bagaimana. "Sudahlah, kita tunggu dulu sampai keadaan keluarga Fabrizio kembali normal. Setelahnya mungkin kita akan menemui mereka untuk meminang Kinanta." balas Rayyan.

__ADS_1


Mayang pun mengangguk setuju dengan ucapan suaminya. Ia akan memberikan pengertian pada putranya, Rama. Agar sabar menunggu sampai hari itu tiba nantinya.


.......


Keenan membuka ponselnya ternyata Yohana mengirimkannya pesan berisi foto-foto Keyla dari ia masih bayi sampai berumur enam tahun. Keenan tersenyum bahagia melihat foto putrinya itu satu persatu.


Tak lama air matanya luntur juga kala melihat foto terakhir putrinya yang dengan bergaya merentangkan kedua tangannya dengan senyum bahagia dengan posisi di atas ranjang pasien. Mungkin foto itu diambil beberapa waktu sebelum Keyla jatuh koma.


Berliana yang baru saja mandi keluar dari kamar mandi mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia menangkap raut wajah suaminya itu tengah menangis sambil memegang ponselnya.


Berliana mengerti kesedihan suaminya itu pasti karena Keyla, siapa yang tidak sedih kehilangan seorang anak apalagi suaminya baru saja mengetahui jika selama ini ia memiliki seorang putri.


"Kak Tara merindukan Keyla ?" tanya Berliana lagi kemudian ia mengelus punggung suaminya dan membawanya dalam pelukannya.


"Besok kita akan mengunjungi Keyla." ucap Berliana pelan yang mampu membuat tangis Keenan terhenti. Keenan menganggukkan kepalanya tanda ia setuju dengan ucapan istrinya.

__ADS_1


Malam semakin larut, namun kedua pasangan suami istri itu belum juga tertidur mereka diam dengan pikiran mereka masing-masing. Hingga kemudian Keenan membuka suara dan memeluk tubuh istrinya.


"Apa kau tahu dulu aku sangat menyukai bunga aroma Lili, dan aku baru tahu ternyata itu adalah bunga kesukaan Keyla." ucap Keenan


"Mungkin dulu Kak Tara terkena sindrom kehamilan simpatik, karena dulu Kak Tara tak tahu jika Yohana sedang mengandung Keyla." balas Berliana dengan mengelus rambut suaminya.


"Iya kau benar, mungkin saja begitu. Besok kita akan membeli bunga lili kesukaan Keyla." ucap Keenan


"Tentu saja, aku yakin pasti Keyla sudah bahagia disisi-Nya. Apalagi ada Papanya yang selalu mengingatnya dan terus mendoakannya." balas Berliana kemudian.


"Aamiin. Aku sangat bersyukur memiliki istri seperti dirimu, Ana. Aku menyayangimu, aku mencintaimu." ucap Keenan menatap manik mata istrinya dan mencium bibir istrinya.


Cup


... ....

__ADS_1


Gaes entar malem author up lagi ya, sekarang satu bab dulu sebab author banyak kerjaan 🤣😜❤😘


__ADS_2