Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 99


__ADS_3

Namun kala ia ingin mengetuk ruangan itu tiba-tiba ia mendengar suara dari dalam dimana suara suaminya dan orang lain.


“Apa kau gila !” Bayu menatap intens sahabatnya itu, Bayu sebenarnya ingin menemui Keenan di kantornya namun ternyata Keenan tidak masuk ke kantor.


“Aku masih mencintainya !” jawab Miko ia menyenderkan tubuhnya di kursi kerjanya.


“Tapi kau sudah menikah ! Seharusnya kau buang jauh-jauh rasa cinta itu, lagi pula Luna bahkan sudah bahagia bersama suaminya !” Bayu memperingati Miko karena Bayu pikir Miko seharusnya menjaga hati Shinta.


“Aku tidak mencintainya ! Aku hanya mencintai Luna, titik ! Lagi pula Shinta itu wanita yang menyebalkan. Bahkan aku jijik melihat dia yang setiap malam bahkan terkesan menggodaku dengan memakai lingerie !” Miko mengembuskan kasar nafasnya kala mengingat bagaimana Shinta berpenampilan sexy di hadapannya.


Bahkan ia memutuskan untuk tidur dengan kamar terpisah.


“Apa kau tidak pernah menyentuhnya ?” Tanya Bayu pelan.


“Mana mungkin aku menyentuhnya, bahkan aku lebih suka menyentuh wanita lain !” balas Miko dengan lantang.


Duar

__ADS_1


Bagaikan disambar petir ucapan Miko barusan mampu membuat hati Shinta hancur. Ia tak menyangka jika selama ini suaminya tidak menyukai dirinya dan merasa jijik padanya. Padahal apa yang ia lakukan selama satu bulan ini untuk menarik perhatian Miko dan merebut hati Miko.


Shinta menghapus air mata yang membanjiiri pipinya ia kemudian menguatkan dirinya dan menyembunyikan rasa sakit hatinya setelah mendengar penyataan tak langsung dari suaminya itu.


Shinta membuka pintu ruangan suaminya dengan senyuman manis yang terselimut dengan kekecewaan.


Klek


Miko menatap tajam siapa yang membuka pintu itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


“Aku rasa harus segera pergi, karena aku ada jadwal operasi !” ucap Bayu pamit undur diri dan meninggalkan pasangan suami istri tersebut.


Shinta meletakkan bekal suaminya di atas meja. Kemudian ia menatap suaminya yang seolah tak mau melihat dirinya.


“Aku pamit, Mas. Sampai jumpa di rumah !” Shinta masih berpura-pura bersikap baik demi menutupi perasaannya.


Shinta berjalan menuju pintu hendak meninggalkan suaminya, saat ia hendak memegang gagang pintu hatinya kembali seperti tersayat sebilah pisau mendengar ucapan suaminya.

__ADS_1


“Lain kali jangan pernah datang lagi ke kantor walaupun hanya untuk membawakan ku makan siang, sebab aku bisa makan diluar !” ucap Miko tanpa perasaan ia bahkan tak menghargai perjuangan Shinta yang mengantarkan makan siang untuknya.


“Baiklah !” jawab Shinta singkat ia kemudian membuka pintu ruangan suaminya dan keluar dari ruangan itu.


Shinta masuk ke dalam mobilnya tangisnya tiba-tiba pecah saat itu juga. Ia menangis sejadi-jadinya mendengar hinaan suaminya barusan, bahkan ia mengucapkan itu tanpa tahu malunya dengan temannya sendiri.


Bukankah suami adalah pakaian istri, dan istri adalah pakaian suami. Aib rumah tangga yang seharusnya dijaga bukan untuk diumbar kan ke orang lain apalagi keluarga sendiri.


... ……....


Jihan berdiri dari duduknya dikursi roda ia tengah berjalan menuju pohon mangga yang lebat buahnya yang pohonnya sangat pendek, tentu karena dirawat oleh tukang kebun di rumah itu sehingga buahnya bahkan bisa dipetik dengan tangan.


Keenan yang baru saja dari toilet melihat istrinya berdiri hendak memetik sebuah mangga, ia langsung memekik melihat istrinya.


Pasalnya semenjak Berliana hamil ia menjadi suami yang sangat bucin dan overprotektif terhadap Berliana.


“Sayang..apa yang kau lakukan !” pekik Keenan.

__ADS_1


__ADS_2