
"Berpacaran ? yang benar saja." Keenan tertawa saat ia sedang bicara berdua dengan Miko.
"Kau mengejekku ?" ucap Miko tak terima ia ditertawakan oleh Keenan.
Keenan menghentikan tawanya kemudian ia kembali fokus pada layar laptopnya. "Aku tak mau pacarmu masuk ke dalam ruangan ku, kau paham ?" ucap Keenan tegas.
"Baik Tuan." jawab Miko ia paham akan maksud Keenan tentu saja sahabatnya itu tak mau melirik wanita lain kecuali Berliana. Karena yang Miko tahu kabarnya Keenan akan segera menikah dengan Berliana nanti.
Seharian itu Keenan disibukkan dengan pekerjaan di kantor hingga pukul lima sore ia baru selesai mengerjakan tugasnya. Keenan merenggangkan kedua tangannya dan menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya.
Keenan kemudian teringat akan Berliana ia penasaran dan ingin tahu sedang apa gadis yang ia cintai itu. Keenan meraih ponselnya kemudian mencoba menelpon Berliana namun Berliana tak kunjung menjawab panggilannya. Keenan jadi berdecak kesal karena lagi-lagi Berliana mengabaikan dirinya.
Keenan kemudian berdiri dari duduknya kemudian ia melangkah keluar dari ruangannya. Saat ia hendak pulang samar-samar ia mendengar suara Miko dan Luna di ruangan Miko sendiri. Keenan mencoba mendekat ke arah ruangan Miko, betapa terkejutnya Keenan saat melihat sepasang kekasih itu sedang bercumbu mesra dengan posisi Luna duduk di pangkuan Miko.
"Ais...beginilah jika berpacaran dengan teman sekantor." gumam Keenan
Hal itu membuat Keenan mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam ruangan Miko. Ia kemudian pergi dan berniat datang ke rumah Berliana.
__ADS_1
Setelah melewati perjalanan yang begitu panjang Keenan telah sampai di depan rumah Berliana. Ia turun dari mobilnya dengan menenteng satu kantong es krim dan pizza yang ia beli.
tok
tok
tok
Berliana membuka pintunya ia terkejut ternyata yang mengetuk pintunya adalah Keenan. Secepat kilat Berliana hendak menutup pintunya kembali namun pintu itu langsung dengan cepat ditahan oleh Keenan.
"Buka dulu." pinta Keenan sambil menahan pintu dan berusaha mendorongnya.
"Tidak mau !" tolak Berliana cepat. Jujur saja ia malas bertemu dengan Keenan.
...Padahal benci tapi rindu, padahal cinta tapi gengsi....
"Ana, please.." Keenan memohon pada Berliana hingga tiba-tiba Berliana melepaskan pegangan pintu itu yang mengakibatkan Keenan jatuh terkelungkup di lantai.
__ADS_1
"Aduh" Keenan memegangi lengannya yang kesakitan kareta terjatuh.
Berliana menahan tawanya ingin sekali ia tertawa lepas karena berhasil mengerjai Keenan yang begitu menyebalkan baginya.
"Kau tega sekali dengan calon suamimu." ucap Keenan dengan wajah yang cemberut, itu membuat Berliana malah menjadi gemas melihatnya. Ia tak menyangka Keenan yang dingin, pemarah, dan arogan berubah menjadi manis dan menggemaskan sekarang.
Keenan mendudukkan diri di kursi ruang tamu ia kemudian menarik Berliana yang masih berdiri tegak untuk duduk disampingnya.
"Apa-apaan ini ?" ucap Berliana ketus ia tak terima dipaksa duduk di samping Keenan.
Keenan membuka bungkusan es krim dan dua kotak pizza yang ia beli untuknya dan Berliana.
Berliana menelan ludahnya pemandangan di atas meja itu benar-benar sangat menggiurkan. Wangi aroma pizza dan satu kantong es krim membuat dirinya ingin memakan keduanya.
"Ayo makan." Keenan menyodorkan satu potong pizza ke mulut Berliana. Bukankah berpacaran memang seperti itu salah satunya makan bersama pasangan pikir Keenan.
... ....
__ADS_1