
"Dasar bodoh ! akan ku habisi kalian nanti, menjaga satu orang saja kalian tidak becus !" maki Keenan saat mendapat telpon jika Berliana kabur dari rumahnya setelah dilarikan ke rumah sakit.
Keenan mengamuk ia membanting apapun yang ada di dalam kamar hotel yang ia tempati. Tak lama Miko masuk ke dalam kamar Keenan setelah selesai mengurus sesuatu. Miko heran kenapa kamar Keenan menjadi begitu berantakan. Dilihatnya Keenan tengah mengemas barang-barangnya masuk ke dalam koper.
"Kau mau kemana, Ken ?" tanya Miko penasaran.
"Kita pulang sekarang !" titah Keenan dengan tegas begitu nampak guratan khawatir dan kecemasan dalam dirinya saat Berliana pergi meninggalkannya.
"Apa maksudmu, besok kita akan mengadakan pertemuan penting dengan pemimpin perusahaan SK Group !" ucap Miko dengan tegas.
"Kau berani mengaturku !" Keenan mencengkram kerah kemeja Miko dengan tatapan menghunus seakan ingin membunuh Miko.
"Kau harus profesional Ken, jika kau seperti ini aku yakin Daddy Zio akan menurunkan jabatan mu sebagai seorang CEO." Miko mencoba memberikan nasehat pada Keenan.
__ADS_1
Keenan melepaskan cengkeramannya pada Miko ia kemudian membanting vas bunga yang ada di atas nakas seolah melampiaskan kekesalannya saat ini.
"Aku akan menyuruh orang untuk mencari tahu dimana Berliana." ucap Miko menatap Keenan yang nampak kesal padanya.
Miko mengeluarkan ponselnya kemudian menghubungi orang-orang kepercayaannya untuk mencari tahu dimana Berliana berada. Miko menjadi pusing sendiri jika pekerjaannya harus ditambah dengan persoalan cinta Keenan.
Keenan begitu kesal karena dirinya tak dapat berbuat apa-apa untuk mencari keberadaan Berliana. Ia harus secepatnya menyelesaikan pekerjaannya karena ia harus segera menemukan Berliana. Sebab ia tak mau jauh lagi dari gadis yang selama ini menghantui pikirannya.
.......
"Apa tidak masalah, jika aku tinggal disini, Dokter." tanya Berliana menatap Dokter yang membantunya lari dari rumah sakit dan berusaha menyembunyikan dirinya.
"Rumah ini tidak ada yang menempati. Aku akan senang jika kau mau tinggal disini." pinta Jihan dengan tulus. Ia menatap kasihan pada gadis di hadapannya itu. Ia jadi teringat masa lalu saat dirinya dulu harus terpaksa menikah dan mendapat perlakuan buruk dari Zio, andai saja waktu itu ia bisa lari. Namun semua itu ia urungkan karena nasehat Mama Sonia.
__ADS_1
"Te..terimakasih Dokter" jawab Berliana ia begitu berhutang budi pada Dokter Jihan yang telah membantunya tersebut.
"Aku harus kembali pulang, jaga dirimu baik-baik. Ini pakai dan ambillah, hubungi Aku jika kau butuh sesuatu." ucap Jihan memberikan ponsel dan juga uang beberapa lembar pada Berliana.
Berliana begitu terharu ternyata di dunia ini masih ada seseorang yang begitu baik padanya. Ia berjanji pada dirinya tidak akan mengecewakan Dokter Jihan. Ia akan membalas kebaikan Dokter Jihan suatu saat nanti.
Setelah kepergian Jihan. Berliana masuk ke dalam kamar dilihatnya di sana ada sebuah foto Dokter Jihan yang masih SMA sedang bersama orang tuanya. Lalu pandangan matanya teralihkan pada foto pernikahan Dokter Jihan dengan suaminya.
Berliana tertegun saat melihat wajah suami Dokter Jihan yang masih muda seakan ia pernah melihatnya, namun entah dimana. Kemudian pandangan matanya beralih pada foto dua orang bayi laki-laki dan perempuan yang begitu menggemaskan.
Berliana merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia menutup matanya ingin sekali rasanya tertidur, karena ia merasa lelah. Namun saat ia memejamkan kedua matanya tiba-tiba wajah Keenan yang tersenyum manis dan tulus padanya terlintas dipikirannya. Ia membuka kedua matanya saat bayangan wajah Keenan hadir dalam pikirannya.
"Keenan.."
__ADS_1
.......