Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 85


__ADS_3

"Tuan Zio, sepertinya kita harus mempertimbangkan lagi perjodohan antara Alrend dan Kinanta. Saya rasa kita tidak perlu memaksakan kehendak kita bukan ?" ucap Reyhan mencoba memahami situasi antara putranya dan Kiananta.


Ia tak ingin putri Fabrizio nantinya tak bahagia jika menikah dengan putranya. Maka dari itu ia menyerahkan keputusan pada Kinanta tetap memilih Alrend atau tidak.


"Iya, aku juga berpikiran yang sama dengan Tuan Reyhan. Ini juga salahku yang kurang mengawasi putraku, aku baru-baru ini mengetahui hubungan Rama dan Kiananta. Maafkan aku, Zio." ucap Rayyan pelan


Zio merasa lega karena Tuan Reyhan ternyata pengertian dengan keadaan saat ini. "Terimakasih, Tuan Reyhan." balas Zio pada Reyhan.


"Kalau begitu kami pamit, permisi." ucap Reyhan kemudian pergi meninggalkan kediaman Zio berserta anak dan istrinya.


Setelah kepergian Alrend dan kedua orang tuanya. Zio menatap Rama dan kedua orang tuanya siapa lagi kalau bukan Rayyan dan Mayang. "Jadi benar kau sudah berhubungan Kinanta ? Putriku ! Sepupumu sendiri !"


"Maafkan aku Uncle, aku tidak bisa membohongi perasaanku. Aku sangat mencintai Kinanta." lirih Rama


"Aku sudah berulang kali mengajaknya menikah, tapi ia selalu menolak karena alasan hubungan keluarga." sambung Rama lagi "Maukah Uncle merestui hubungan kami ?" pinta Rama

__ADS_1


Zio menoleh ke arah Jihan seolah meminta jawaban atas permintaan yang dilakukan oleh Rama terhadapnya. Haruskah ia memberikan restu pada Rama.


Rayyan dan Mayang menyaksikan putranya seperti itu menjadi terharu, ia jadi teringat akan masa lalu mereka saat akan menikah. Keduanya bahkan sama-sama tidak dilandasi rasa cinta.


Kinanta yang keluar dari kamarnya ia melihat adegan Rama memohon restu dengan Daddy nya hanya bisa tertegun menyaksikan itu semua. Haruskah ia bangga pada Rama ? Rama yang tak berbohong akan perkataannya jika ia berani menghadapi Daddy-nya.


Jihan hanya menganggukkan kepalanya sebagai bentuk jawaban jika Zio harus merestui Rama dan Kinanta. Apapun itu yang terpenting adalah untuk kebahagiaan Kinanta, putri mereka.


"Baiklah, Uncle merestui mu. Tapi keputusan tetap pada Kinanta, apakah ia mau menjadi istrimu atau tidak." ucap Zio dengan tulus ia menegakkan tubuh Rama dan memeluk keponakan sekaligus calon menantunya.


Tatapan mereka saling bertemu namun kemudian mereka berdua saling melemparkan senyum seolah merasa bahagia karena telah mendapatkan restu dari Daddy Zio.


... .........


Keesokan harinya, Kinanta bertemu dengan Alrend ia harus memberikan penjelasan atas hubungannya selama ini dengan lelaki itu, lelaki yang pernah singgah walau tak dapat menyentuh hatinya.

__ADS_1


"Maafkan aku, seharusnya aku tidak membuatmu merasa tersakiti." ucap Kinanta menyodorkan kotak cincin di atas meja pada Alrend.


"Kau menolak ku ?" balas Alrend menatap sendu wanita yang ia cintai itu.


"Sekali lagi maafkan aku." lirih Kinanta.


Alrend menghembuskan nafasnya pelan sedari awal ia akui Kinanta memang tidak respect padanya. Namun ia sendiri yang jatuh pada pesona wanita itu, apa boleh buat cinta tidak bisa di paksakan bukan ? sekeras apapun kita berusaha jika ia tidak di takdir kan untuk kita, maka percuma dan sia-sia aja.


"Apa kau sangat mencintainya ?" tanya Alrend pelan.


Kinanta hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya ia tak ingin mengatakannya sebab tak ingin membuat hati Alrend semakin terluka.


"Semoga kau bahagia, Kinanta. Aku menerima penolakan mu." jawab Alrend dengan memaksakan senyuman di bibirnya.


"Terimakasih, semoga kau menemukan kebahagiaan dengan wanita lain yang lebih baik dariku." ucap Kinanta tulus.

__ADS_1


Alrend hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum ia kemudian bangkit dari duduknya. Dan pamit undur diri dari hadapan Kinanta.


__ADS_2