Terpenjara Cinta Tuan Keenan

Terpenjara Cinta Tuan Keenan
BAB 106


__ADS_3

Gaes, aku mau lanjut ceritanya Miko dan Shinta ya sama Kinanta dan Rama !


... ……....


“Mau sampai kapan kau seperti ini, Mas !” ucap Shinta yang harus terus menerus setiap harinya membersihkan dada suaminya yang terdapat bekas lipstick dan pulang ke rumah dalam keadaan larut malam tentunya dalam keadaan mabuk pula.


Kesal, marah, dan kecewa pastinya tentu dirasakan oleh Shinta. Sampai kapan suaminya akan terus menutup dirinya dan tak pernah menganggap dirinya ada. Padahal ia adalah istri sahnya.


“Luna..kembalilah ku mohon !” lirih Miko dengan mata yang terpejam.


Shinta menghentikan kegiatannya dan melemparkan sapu tangan ke sembarang arah. Kali ini ia benar-benar muak, dengan nama yang selalu di sebut oleh suaminya. Setiap kali Miko mabuk pasti ia akan menyebut nama Luna berulang kali, dan itu membuat hati Shinta semakin sakit.


Shinta keluar dari kamar Miko ia berdiri di balkon kamarnya, rasanya ia tak sanggup jika terus berada dalam kondisi seperti ini. Menjadi istri yang tak dianggap, bahkan tak pernah merasakan bagaimana bahagianya memiliki seorang suami.

__ADS_1


Pernah ia merasa iri dengan Berliana yang begitu didambakan oleh suaminya. Dicintai, disayangi, dihargai, sebagai seorang istri dan di hormati sebagai seorang wanita.


Lantas apa kabar dengan dirinya ? Ingin sekali ia menyerah namun apalah daya, ia tak ingin membuat Ayahnya terkena serangan jantung jika mengetahui biduk rumah tangganya selama ini.


Menangis, tentu hanya itu yang ia bisa lakukan. Harus bagaimana lagi menyadarkan suaminya, ia sudah berusaha namun hasilnya tetap sama hati suaminya telah membeku untuk satu nama yaitu, Luna !


Pagi harinya seperti biasa Shinta menyiapkan sarapan di atas meja makan. Ia duduk di salah satu kursi dan menunggu suaminya keluar dari kamarnya.


Shinta penasaran ia kemudian mengetuk pintu kamar suaminya namun tak mendapatkan balasan. Ia mengumpulkan keberanian mencoba membuka pintu kamar suaminya, betapa terkejutnya ia kala melihat suaminya masih berbaring di atas tempat tidur.


Shinta mendekati suaminya mencoba membangunkannya, Shinta membulatkan kedua matanya kala merasakan panas dari kulit suaminya. Ternyata Miko terkena demam.


Shinta melihat ponsel suaminya yang terus bergetar menandakan adanya telpon dari seseorang dan itu adalah dari Bosnya, suami Berliana.

__ADS_1


“Hallo, tuan !” jawab Shinta


Shinta pun menjelaskan bahwa mungkin suaminya tak masuk ke kantor hari ini karena sakit. Dan Keenan mengerti itu, ia pun tak jadi marah-marah pada Miko karena ia pikir Miko mangkir dari pekerjaannya hari ini.


Shinta memberikan kompres pada suaminya. Ia meringis melihat kondisi suaminya, sedang sakit begini ia yang harus yang turun tangan merawatnya. Lalu apa kabar dengan wanita yang bernama Luna ? Rasanya tak bisa diucapkan dengan kata-kata untuk menjelaskannya.


Beberapa saat kemudian Miko terbangun dari tidurnya di rasakannya keningnya terdapat handuk kecil. Dan tangannya sebelahnya terasa berat, ternyata Shinta tertidur disisinya.


Karena semalaman Shinta tak tidur karena memikirkan nasib pernikahannya yang akankah terus bertahan dalam keadaan luka yang semakin banyak ia rasakan. Saat ia tengah mengompres suaminya, ia memandangi wajah suaminya berharap kelak bangun nanti suaminya akan menerimanya, lamunan itu membuat ia sampai tertidur.


Bahkan Miko melihat di atas nakas sudah tersedia makanan dan obat penurun panas. Saat Miko hendak membangunkan istrinya ia tertegun kala mendengar suara Shinta yang menyebut nama Ayahnya.


“Ayah..aku ingin pulang..Ayah aku tak sanggup lagi..Ayah..”

__ADS_1


__ADS_2