Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Makan Eskrim Maisyue


__ADS_3

Waktu berjalan agak cepat jika Tian sedang menghabiskan hari bersama putri kecilnya.


Kegiatan membaca buku cerita dongeng selesai setelah orang yang ditunggu Tian datang. Tian memang sudah menunggu Manager Raka. Manager Raka datang untuk menemani Tian mengantarkan Cherry terapi dan bertugas menjadi supir bagi mereka. Sus Rita tidak ikut kali ini karena biasanya Sus Rita hanya ikut mengantar terapi kalau giliran Tante Bella yang menjaga Cherry.


Sebulan penuh ini jadwal Tian sangat padat, yang artinya orang yang paling sibuk selain sang artis itu sendiri adalah dirinya sang Manager. Secara kontrak kerja Raka adalah Manager artis, dia berkerja hanya jika schedule yang berkaitan dengan agenda keartisan Tian. Untuk hal pribadi seperti hari ini tidak pernah diatur secara khusus yang artinya dia punya hak menolak jika memang tidak berkenan.


Sampai tahun ini kontrak kerja Manager Raka selalu diperbaharui bahkan mendapatkan kenaikan gaji. Terhitung sudah sembilan tahun Raka menjadi Manager dari sang artis. Sejak saat itulah, Manager Raka terbiasa mengurus dan menemani Tian kemanapun dan kapanpun.


Awalnya Raka pikir dia tidak akan bertahan lama menjadi manager artis yang super sibuk ini. Namun setelah bekerja bersama-sama, ikatan mereka menguat dan menjadi dekat. Adakalanya sikap Manager Raka lebih seperti kakak laki-laki bagi Tian dibandingkan Manager. Bahkan Manager Raka rela menemani terapi Cherry, yang sudah seperti keponakan baginya ini. Padahal Tian sudah memberikannya ambil libur sehari.


Alasan lainnya, sebenarnya Manager Raka sangat khawatir. Lebih baik dia yang menyetir mobil dibandingkan membiarkan Tian yang akan menyetir. Membayangkan Tian sang artis berjuta fans ini menyetir sendiri pastilah sangat beresiko kalau nanti Tian diikuti fans fanatik maupun orang yang berniat jahat kepadanya.


Umumnya, keluarga besar artis seperti Tian bisa saja dengan mudahnya memperkerjakan supir pribadi dan staff khusus lainnya. Selain kepala pelayan dan beberapa pelayan di rumah, hanya lima Bodyguard yang bekerja dengannya yang diperbolehkan berada di dekat sang artis. Para bodyguard itu sendiri selalu standby didekatnya mengikuti sang artis namun tidak pernah diijinkan menjadi supir mobil yang Tian sang artis tumpangi Biasanya mereka akan mengendarai mobil terpisah yang mengikuti mobil sang artis dari belakang. Para bodyguard in hanya fokus bertugas untuk melindungi tuan artis dan keluarga saja.


Tian menolak apapun bentuk service supir pribadi sejak kejadian kecelakaan besar yang menimpa mendiang istri dan putrinya tiga tahun lalu. Tian tidak akan percaya siapapun menyetir untuknya ataupun Cherry kecuali keluarga dan sang Manager. Kecelakaan besar yang membuat trauma dan menjadikannya terlalu waspada akan hal kecil.


Tian mahir berkendara sendiri dan memiliki sertifikat mengemudi mobil, motor bahkan halikopter juga ada. Ketika sedang liburan, dia juga mengendarai sendiri kendaraan laut lainnya sendiri seperti private boat, speed boat, dan jet ski dan jet boat. Semua Tian lakukan karena tidak ingin terlalu bergantung kepada orang saat mengendarai kendaraan bersamanya.


Berbeda dengan hari hari biasanya, Tian meminta Manager Raka membawa mobil kesukaannya Rolls-Royce Ghost warna black tahun 2021. Tian tahu Cherry biasanya akan ketiduran di mobil jadi dia ingin memastikan kenyamanan fasilitas untuk anaknya di dalam mobil juga. Cherry juga sangat suka jika diputar film tentang dongeng kesukaannya lewat layar 10 inch untuk penumpang di bangku belakang agar Cherry tidak terlalu bosan jika jalanan diluar sedang macet hingga menjadi perjalanan yang lama.


Manager Tian dan Cherry berangkat menuju rumahsakit. Bodyguard tetap berada di mobil mereka mengikuti dibelakang kemanapun mobil sang artis melaju.


Sesi terapi Chery dimulai setelah makan siang, sehingga masih banyak waktu sampai janjian sesi terapi hari ini. Tian memutuskan untuk makan siang dahulu lalu baru makan es krim sebelum ke rumah sakit bertemu dokter Nuel.


Hampir selalu sama seperti biasanya, Pilihan restoran mereka jatuh pada restoran dengan menu masakan Jepang yang menjadi favorit dari sang artis. Mereka makan di area private room yang disekat dengan dinding kayu dekorasi ala Japanese Traditional Restaurant. Tipe ruangannya adalah private room dengan zashiki style seating.


(🌻:zashiki style seating adalah jenis pengaturan tempat duduk tradisional jepang yang ditandai dengan meja rendah di atas lantai tatami juga bantalan duduk.)


Cherry juga sudah terbiasa dari kecil untuk mengikuti ayahnya makan masakan Jepang, sehingga Cherry juga menjadi suka masakan Jepang. Menu favorit Cherry adalah oyakodon dan anmitsu dessert sebagai penutupnya.


(🌻:oyakodon, makanan yang artinya ibu/ayam dan anak/telur dimasukan kedalam mangkuk besar dengan irisan bawang dan kuah kaldu yang direbus. Sedangkan anmitsu adalah makanan manis yang ada berbagai macam topping jenis mochi, potongan buah-buahan, kacang polong, kastanye, dan bahkan es krim. Biasanya es krim dengan rasa khas Jepang, seperti matcha/teh hijau)

__ADS_1


Selesai makan siang, Tian melunasi janjinya pada Cherry untuk membelikan es krim. Cherry sangat ingin makan eskrim yang sedang viral bernama Maisyue, jadilah mereka mencari gerai toko eskrim tersebut yang terdekat dari rumahsakit. Tian Cherry juga Manager Raka masuk kembali ke mobil untuk menuju toko eskrim yang diinginkan Cherry. Saking terkenalnya, gerai toko eskrim ini sudah banyak sekali membuka cabang, tidak terlalu sulit untuk mencapai gerai toko terdekat. Perjalanan dari restoran Jepang tadi ke gerai es krim Maisyue terdekat hanya menempuh waktu 10 menit.


Mobil menepi di pinggir jalan. Ternyata gerai toko eskrimnya tidak terlalu besar dan lahan parkir juga tidak memadai untuk masuk mobil Tian parkir. Kaarena sudah ada juga satu mobil yang mengisi tempat parkir itu sebelum mereka. Di samping rukonya berjajar ruko ruko lainnya. Ada yang menjajakan jajanan makanan, adapula ruko kantor yang sepertinya menjual jasa dan barang.


Dikarenakan kawasan ini adalah kawasan pertokoan komersil jadi jalanan yang dilewati juga terbilang cukup ramai dengan lalu lalang kendaraan dan pejalan kaki. Dua mobil mewah yang berisi Tian bertiga dengan Manager Raka dan Cherry, serta para bodyguard di mobil belakang masih berhenti di pinggir jalan sedkit membuat macet.


^^^"Sepertinya mobil tidak bisa parkir depan toko. Aku coba cari parkiran di ruko lain. Kau, Eri dan bodyguard masuk duluan saja, is it okay?" -Manager Riga^^^


Tian masih di dalam mobil memperhatikan kerumunan diluar sana, agak khawatir karena dia harus keluar membawa Cherry bersamanya. Apa aman ya? Kalau saja kondisinya toko ini ada di dalam mall Tian bisa minta pengkondisian sebelum membawa Cherry masuk agar tidak bertemu orang lain. Kalau di luar seperti ini akan sulit kondusif meskipun aku meminta pengkondisian yang sama, pikir Tian.


^^^"Apa aman kak? Ini pertama kalinya aku dan Eri berbaur di publik selain ke rumah sakit." -Tian^^^


Raut muka Tian cemas. Bukan karena dia tidak ingin dikenali oleh fansnya. Tapi dia takut terjadi sesuatu dengan Cherry. Dia membawa kacamata, topi, juga masker yang sudah jadi aksesoris wajib kalau dia keluar rumah diluar jadwal syuting. Tapi Cherry hanya memakai dress selutut dengan warna peach dan jaket warna senada. Kenapa aku tidak memikirkannya dari rumah, Tian merutuki kebodohannya sendiri.


Manager Raka ikut melirik was was keluar jendela mobil. Walau mengerti kekhawatiran dari sang artis, dia mencoba menenangkannya.


^^^"Ada bodyguard dibelakangmu kan, nanti kau jangan buka pintu sebelum bodyguard siap. Tapi jika kau tetap khawatir biar aku saja yang membelikan es krim kedalam, dan memberikannya pada kalian. Aku juga bisa mengantarmu ke rumah sakit dulu, nanti eskrimnya ku serahkan di rumah sakit saja, bagaimana menurutmu?" -Manager Raka^^^


Cherry menjawab cepat setelah mendengar Manager Raka bicara.


Lalu dia menepuk bahu ayahnya, berbicara dengan bahasa isyarat.


Ayah, aku mau turun dan memilih eskrimku sendiri. Aku tidak mau paman Raka yang belikan. Aku mau turun sendiri. Pokoknya aku mau turun.


Cherry menggerakan tangan berbahasa isyarat, melakukannya berulang-ulang sampai yang diajak berkomunikasi mengerti. Cherry Berharap Ayahnya mengerti apa yang disampaikannya. Tian berusaha mencerna dan sepertinya berhasil menerjemahkan apa yang dimaksud Cherry. Tian mengulang untuk memastikan apakah Tian sudah menangkap maksud yang Cherry sampaikan atau tidak.


^^^"Okay. Jadi, Eri mau turun dari mobil dan memilih eskrim sendiri kan? Tidak mau dibelikan paman Raka?" Tanya Tian.^^^


Cherry senyum dan mengangguk cepat. Syukurlah ayah mengerti, Cherry senang.


^^^"Bo..leeh? Yah?"^^^

__ADS_1


Cherry meminta dengan manis sambil mengatupkan tangan mungilnya di depan mukanya. Cara imut ini selalu berhasil membuat Tian memberikan apapun yang Cherry mau. Ini adalah jurus andalan Cherry.


^^^"As you wish, Ma chérie."^^^


Jawab Tian lalu dengan gemasnya mencium pipi tembem putri kecilnya ini bergantian. Cherry hanya tertawa senang sambil menerima semua ciuman ayahnya.


Setelah bodyguard Tian memastikan pengkondisian sudah aman dan nyaman untuk sang artis, bodyguard yang bertubuh paling besar membuka pintu belakang mobil Rolls-Royce itu. Tian sudah menggendong Cherry yang dia pakaikan masker dan juga topi miliknya. Penjagaan agar privasi wajah Cherry tertutupi jikalau ada yang tetap berani memotret wajah putrinya sekarang. Sedangkan dia hanya menggunakan kacamata hitamnya.


Sesaat dia turun dari mobil, semua mata yang melihatnya langsung heboh. Tentu saja hampir semua orang di negeri ini mengenali sang artis. Yang bukan masuk katagori fans juga banyak yang mengenalnya. Wajahnya banyak mendominasi dimanapun headline berita menempatkannya, membuat hal yang sangat wajar jika Ricky Sebastian Alexander menjadi artis paling terkenal.


Aktifitasnya selain jadwal keartisannya membuat Tian dikenal di berbagai kalangan lain. Tian juga sangat aktif melakukan donasi sosial. Berteman dengan beberapa teman dari kalangan musisi, politik, dan pebisnis. Belum lagi hobinya yang sering melakukan olahraga outdoor khususnya olahraga air seperti jetski. Tian benar benar seperti panutan untuk laki laki Flamboyan yang sempurna.


Bodyguard Tian yang berjumlah tiga orang langsung memposisikan penjagaan ketat agar sang artis dan putrinya bisa lewat dan masuk kedalam toko.


^^^"Loh bukannya itu Ricky Sebastian Alexander."^^^


^^^"Eh, yang benar? Mana coba lihat."^^^


^^^"Iya benar itu dia tuan Tian artis idolaku. Ya ampun tampan sekali aku ingin pingsan."^^^


.


.


.


Yonde shite kurete arigatou gozaimashita


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2