Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Simpan Nomorku


__ADS_3

Suasana awkward di dalam mobil berangsur memudar seiring dengan pembicaraan yang di mulai oleh Tian di kursi belakang.


Tagor dan juga Manager Raka yang berada di kursi penumpang depan dan belakang kemudi, masih tidak ikut terlibat. Mereka hanya penonton yang sedang mendengarkan pembicaraan sepasang manusia di kursi belakang itu sendiri.


^^^"Simpan nomorku, aku akan menghubungi Miss Hana setiap hari untuk menanyakan kabar Eri di sekolah ataupun meminta informasi daily reportnya."^^^


^^^"Apa? Nomor tuan Tian??!" suara Hana agak memekik, tanda keterkejutannya sangat natural.^^^


Sadar suaranya terlalu kencang hingga tiga orang laki-laki di dalam mobil terlihat ikut terkejut. Tapi alasan terkejutan mereka adalah suara Hana, bukan perkataan dari sang artis tadi.


^^^"Maaf... aku tidak bermaksud berteriak. Ehm, memangnya boleh menyimpan nomor tuan?" tanya Hana hati-hati.^^^


^^^"Kenapa tidak boleh?" tanya Tian.^^^


Ah, saat ini kau sedang bertanya sebagai Tianager atau sebagai guru putriku, Hana? Sebuah pertanyaan tambahan yang ingin sekali Tian keluarkan juga, tapi akhirnya pertanyaan ini hanya disimpannya dalam hati.


^^^"...Tuan Tian kan artis terkenal. Apa tidak masalah saya menyimpan nomor tuan?" ucap Hana hati-hati.^^^


Dua orang di kursi depan tetap setia menjadi pendengar. Mereka berdua sudah tahu karakter sang artis, mereka menebak jawaban Tian selanjutnya.


Tentu tidak apa-apa Miss Hana, karena orangnya sendiri yang meminta kan. Apalagi kalau bukan buat modus, gumam Manager Raka dalam hati. Manager Raka selalu memuji seribu akal pendekatan sang artis.


^^^"Haha. Kenapa bertanya seperti itu? Apa Miss Hana salah satu fansku?" pertanyaan menjebak dikeluarkan oleh Tian.^^^


^^^"Ti-tidak!" jawab Hana gugup sambil memalingkan wajah.^^^


^^^"Hahaha." Tawa sang artis malah semakin keras.^^^


^^^"Kalau iya juga tidak apa-apa kok." tambah Tian dengan suara kecil tapi Hana masih bisa sedikit mendengarnya.^^^


Tunggu, maksudnya dia sudah tahu kalau aku Tianager atau bagaimana siii. Aaaa. jerit hati Hana tertahan.


I'm so done with those dumb Lovebirds. Capek banget, ya Tuhan. Tolong buat macet ini hilang biar cepat sampai rumah Hana. Kesabaran setipis tisu manager Raka kembali diuji, dia bahkan harus mendengarkan pembicaraan aneh dua orang bodoh yang saling menyukai di kursi belakang mobil.


Tagor menahan senyumnya dibelakang kemudi. Sebagai bodyguard yang lebih banyak diminta menemani Tian dibandingkan bodyguard lainnya, Tagor tahu bosnya ini sangat menyukai wanita yang tadi ia jemput lalu diantar pulang ini. Tapi karena di dalam kontrak kerja ada poin tidak boleh terlalu ikut campur urusan bos, jadi dia juga tidak pernah berkomentar apapun. Menurut pribadi Tagor, interaksi mereka cukup manis seperti anak remaja yang baru mengenal cinta.


Melihat pasangan ini dari kaca tengah mobil, msmbuat Tagor jadi kangen istrinya di rumah.


Hana masih tidak sanggup menjawab, dia menunduk menyembunyikan sikapnya yang jelas terlihat gugup dan malu. Tapi Tian sudah berbicara lagi dengan Hana.


^^^"Boleh pinjam handphonemu? Akan ku simpan sendiri nomorku." kata Tian sangat percaya diri.^^^


Aku ingin memastikan kontakku di handphonenya. Dan, ingin mengecek berapa banyak nomor kontak teman laki-lakinya. Belum menjadi siapa siapa, Tian sudah sangat protektif.

__ADS_1


^^^"Ah, begini saja. Tuan bisa menghubungi saya melalui nomor kak Manager saat telepon tadi siang. Nanti aku juga akan---" ucapan Hana terhenti karena Tian menjawab cepat.^^^


^^^"No. I don't want. Aku mau menghubungimu dengan nomorku sendiri. Hapus saja nomor yang tadi. Jangan di simpan!" nada Tian sangat terdengar kesal.^^^


Nah kan. Nah kan. Aku pasti akan kena lagi! Cih, aku bahkan hanya diam saja dari tadi tapi nanti pasti duda puber itu akan marah padaku! Manager Raka menelan ludahnya membayangkan kekesalan Tian yang harus diterimanya saat Hana sudah pulang.


^^^"Cih, tolong berikan handphone mu sekarang." Tian sudah bicara sengit.^^^


Dia hanya kesal karena mengira Hana lebih suka kalau di hubungi oleh Manager Raka dibandingkan dirinya sendiri. Rasanya ingin menendang kaki sang Manager, dan memaki ide bodoh manager itu karena menelpon Hana tadi siang.


Eh, dia marah padaku ya. Bagaimana ini?! Hana jadi ketakutan karena raut wajah Tian berubah dari senyum senyum manis jadi wajah penuh kekesalan.


Hana segera mengambil handphonenya di tas, menyerahkan kepada Tian.


^^^"Ini tuan..." Hana menurut.^^^


^^^"Kau simpan apa namanya?" tanya Tian sengit.^^^


^^^"Siapa? Oh, Kak Manager." Hana menjawab.^^^


Hana langsung tahu yang dimaksud adalah Manager Raka, karena Tian melotot ke arah sang Manager tersebut.


Tian menghela napasnya.


^^^"Sekarang ku simpan nomorku ya Miss Hana." tambah Tian.^^^


Suara Tian sudah langsung berubah. Kembali ke sebelum membicarakan telepon dan kontak Manager Raka. Tentu saja raut wajahnya juga berubah rileks lagi.


Hah? Apa dia sungguh artis seribu wajah?! Cepat sekali berubahnya. Hana keheranan, tapi tidak lagi seterkejut awal.


Tian masih menimbang nama kontak apa yang ingin dia gunakan dalam handphone Hana. Seharusnya ini diserahkan ke Hana, tapi dia ingin saja menamai dirinya sendiri.


My love? Tian tampan? Sayangku...Sayangku lebih manis sih, tapi aku kan belum menyatakan perasaan, jadi tidak mungkin pakai ini. Tian masih memikirkan lama.


^^^"Tu-tuan Tian? Apa sudah selesai?" tanya Hana.^^^


Semua menunggu sang artis yang masih meminjam handphone Hana. Agak lama sampai Hana memutuskan bertanya tadi.


^^^"Belum. Sebentar ya, aku lagi berpikir." jawab Tian santai.^^^


Manager Raka sudah tidak bisa menahan dirinya lagi, dia memutuskan terlibat dalam interaksi menggelikan sepasang manusia di kursi belakang itu.


^^^"Simpan saja Tian dan Eri." usul Manager Raka.^^^

__ADS_1


Jangan bilang kau mau menyimpan dengan nama kontak yang aneh aneh. Dugaan Manager Raka yang tepat sasaran.


"Cih. Diam saja kau, kak." balas Tian kepada Manager Raka.


Rupanya Tian masih menyimpan dendam terhadap manager itu. Tapi karena usul nama kontak dari Manager Raka tidak buruk, Tian memutuskan untuk memakai nama kontak itu.


'Tian dan Eri'.


Sudah kusimpan. Tapi aku penasaran siapa lagi kontak laki-laki yang dia punya.


Tian tahu hal ini mungkin berlebihan, tapi rasa penasaran nya tinggi. Dia melihat nama orang yang dikenalnya. Hatinya kesal ketika melihat di direktori paling atas ada nama kontak yang di awali icon love. Ada tiga. Ayah, Ibu, Hale.


I see. Ini nama kontak keluarganya. Imut sekali pakai love. Nanti kalau aku jadi suaminya apa dia pakai love yang sama? pikiran Tian sudah melantur jauh.


Lalu, dia melihat nama contact laki-laki yang dikenalnya. Riga-san dan David-sensei. Tian mengehela napas. Tidak ada icon love diawalnya.


Setelah itu, terus sampai direktori contact di paling akhir. Tian menghitung hanya belasan contact laki-laki, lebih banyak wanita. Sejauh ini aman. Tidak ada tanda Hana memiliki kekasih, jadi Tian tidak bersaing dengan siapapun.


^^^"Kenapa semua melihatku? Ah, maaf aku berpikir kelamaan ya Miss Hana. Ini handphonenya." ujar Tian tanpa berdosa.^^^


"Tidak apa-apa, tuan Tian." jawab Hana.


Hana menerima handphonenya, dan mencek nama yang disimpan Tian dengan hati berdebar.


Hah? Yang benar saja? Hana dibuat tidak percaya oleh kelakuan Tian.


Hana membaca nama kontak yang disimpan, ternyata sama persis dengan usulan Manager Raka. Kalau begitu kenapa memakan waktu lama sekali untuk berpikir? Hana ingin berteriak kecil.


Karena selama Tian memegang handphonenya, Hana sangat takut Tian membuka buka isi handphonenya. Semalam Hana baru saja membuka kembali situs waver dan halaman jendelanya masih belum di tutup dengan benar. Hana takut Tian melihatnya.


Dia tidak mungkin separah itu mengecek browserku kan? Kalau iya, mati aku. Aku belum log out akunku. Hiks.


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimashita.


.


.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2