
Dengan persiapan bando seperti ikan hiu yang dikenakan mereka bertiga. Kencan Aquarium resmi dimulai.
Kegiatan pertama mereka adalah melihat ikan ikan cantik di sisi kanan kiri juga atas Aquarium besar dalam Mall ini.
Pencahayaan yang minim, dibuat sedemikian rupa untuk menyerupai bawah laut. Entah kenapa hal ini membuat terciptanya suasana romantis juga. Tidak heran wisata Aquarium dan Safari Jakarta ini menjadi pilihan populer yang dijadikan ide kencan orang dewasa yang terkenal di Inspogram bedasarkan voting dari para pengunjung.
Tian dan Hana tidak melepaskan tangan satu sama lainnya. Mereka sudah merasa nyaman dengan menautkan jari tangan satu sama lain. Tak ada lagi kecanggungan yang terasa.
Cherry juga tidak henti nya bertepuk tangan, meloncat senang saat melihat ikan ikan berenang di sekitarnya.
^^^"Yah! Bu! Lihat! Ikan Cantik!" seru Cherry dengan suara keras.^^^
Cherry menunjuk semua ikan ikan yang kata petugas Nana adalah koleksi dari berbagai ikan di perairan dunia.
Orang dewasa yang melihat Cherry ikut jadi antusias, mereka berkeliling bersama dengan hati senang. Ditambah penjelasan singkat dari petugas Nana, wisata miniatur bawah air indoor ini menjadi sangat menyenangkan. Memberi makan otter, menjadi penutup perjalanan wisata zona Aquarium. Di akhir kegiatan, satu petugas memberikan cap tanda tantangan diselesaikan di kertas tantangan tadi.
Cherry sangat senang, ingin bermain tantangan lainnya. Cherry menarik tangan Ayahnya dan juga Hana untuk lanjut ke kegiatan selanjutnya.
Mereka bertiga tertawa bersama selama kegiatan.
Ternyata banyak sekali kegiatan yang ada disini. Setelah melalui zona bawah air petugas Nana mengarahkan ke mini zoo atau safari indoor yang masih dalam lingkup aquarium ini.
Disinilah lebih banyak game tantangan yang harus di selesaikan untuk memenuhi kertas tantangan. Game tantangan itu terdiri dari berfoto dengan ular, berfoto dengan burung kakak tua.
Hana dan Cherry takut untuk berfoto dengan dua hewan itu, sehingga kali ini hanya Tian yang terpaksa foto sendiri.
Tian banyak berpose mulai dari pose ketakutan memegang ular yang besar, sampai pose keren saat memegang burung kakak tua. Tingkahnya yang ekspresif sangat menghidupkan suasana, Hana dan Cherry dibuat tertawa dengan tingkah lucu Tian.
Tak ingin kehilangan momen, Hana pun ikut mengambil foto Tian di handphonenya sendiri.
Aku akan menyimpannya sebagai kenangan ku sendiri. Tak akan ku share dengan Tianager lainnya. Hehe. batin Hana senang.
Manager Raka menawarkan untuk memotret mereka bertiga bersama. Tapi karena Cherry dan Hana takut berfoto dengan para hewan, jadinya mereka memutuskan berfoto di latar terpisah. Manager Raka berhasil mengambil beberapa kali potret mereka bertiga dengan bagus.
Setelah puas berfoto bersama, petugas Nana kembali berbicara kepada keluarga kecil artis ini untuk mengajak berkeliling lagi.
^^^"Sekarang sudah tiga tantangan yang diselesaikan ya adik manis? Siap untuk tantangan selanjutnya?" tanya petugas Nana kepada Cherry.^^^
..."Siap!" jawab Cherry sambil loncat loncat....
__ADS_1
Kunciran satu sisinya bergerak naik turun mengikuti gerakan tubuhnya yang lincah. Cherry sangat senang hari ini.
^^^"Haha. Cherry sangat senang hari ini ya tuan!" ucap Hana senang lalu dia menengok tiba tiba ke arah Tian.^^^
Tian yang di panggil juga ikut menoleh ke arah Hana yang memanggilnya, sehingga tatapan mereka pun kembali bertemu. Mereka saling terpaku memandang satu sama lain.
^^^"Iya. Berkat Ibu Hana." ucapan Tian yang membuat kesadaran Hana akhirnya kembali.^^^
^^^"Tidak kok ... Ayo lanjut lagi." ucap Hana berpaling ke arah Cherry lagi.^^^
Petugas Nana melirik sedikit, rasanya ikut berdebar. Tapi tidak mampu berkata apapun selain menikmati secara live acara melodrama kencan keluarga ini yang semakin manis dan mendebarkan.
Mereka sangat cocok satu sama lain. Aku pasti mendukung mereka! jiwa fangirling petugas Nana berteriak dalam hati.
Entah datangnya dari mana, Manager Raka sudah berdiri di samping Tian. Dia berbisik dekat Tian.
^^^"Sudah jam makan siang. Kalian makan dulu saja. Sudah ku siapkan tempatnya." ucap Manager Raka pelan.^^^
^^^"Cool." Tian sangat setuju dengan ide dari Managernya.^^^
^^^"Okey. Kita mau break makan dulu ya, Kak." ucap Manager Raka kepada petugas Nana.^^^
Petugas Nana pun mengerti dan menganggukan kepalanya pamit undur diri. Berbeda dengan Cherry yang terlihat kecewa, dia menarik baju kemaja ayahnya.
Tian ingin segera menggendong Cherry karena biasanya kalau sampai Cherry menangis akan lama sekali dia berhenti. Tapi dengan sigap Hana duduk menggenggam tangan mungil Cherry. Di elusnya wajah mungil berpipi tembem itu.
"Cherry lihat Ibu, ya. Kita makan dulu biar kuat kelilingnya. Abis makan kita lanjut main lagi." kata Hana dengan elusan sayang di pipi Cherry.
"No! Lama. Mau sekarang!" Cherry masih susah sekali di bujuk.
Usia seperti Cherry memang kadang seperti ini. Kalau sudah berkeinginan, akan terus meminta sampai keinginannya terwujud. Saat seperti itu, biasanya keluarga Tian mengalah. Namun Hana yang biasa menghandle anak kecil tidak habis akalnya untuk membujuk Cherry.
^^^"Gapapa sayang. Kita bisa lanjut main lagi nanti. Kalau tidak makan tidak kuat main. Bagaimana bisa main seharian? Cherry mau main seharian sama Ibu Hana kan? Mau ya makan dulu?" ucap Hana dengan penuh kasih sayang.^^^
Ajaibnya, Cherry yang biasanya tidak akan menyerah sampai mendapatkan hal yang dia mau langsung menuruti kata-kata Hana barusan.
"Eri mau makan dulu. Mau main seharian." ucap Cherry manja memeluk Hana.
Cara gestur seperti ini, artinya sang gadis kecil ingin di gendong oleh Hana.
__ADS_1
"Terima kasih Cherry sayang. Sini Ibu gendong." kata Hana memberikan pujian dan reward karena Cherry mau mendengarkan dirinya.
Satu lagi hal yang membuat Tian takjub dan terpesona. Tian tidak berhenti memuji Hana dalam hatinya.
*Wanita cantikku berhasil membujuk Eri. Senangnya hatiku*.
Tak perlu berlama-lama, Tian dan Hana sudah berjalan menuju tempat yang sudah disiapkan oleh Manager Raka. Tempat makannya masih berada di area Aquarium dan Safari Jakarta ini, namanya Anemone Dining.
Tempat makan mahal yang disulap menjadi private dining dengan pemandangan ikan hias yang berenang bebas di sekelilingnya. Seperti namanya, kebanyakan ikan yang ada di tempat makan ini adalah ikan Anemone. Banyak Ikan Anemone dengan berbagai warna yang cantik juga size yang beragam.
Meski masih siang pencahayaan yang minim tidak gagal menciptakan nuansya yang seperti dinner romantis.
"Wah, Ikan cantik! Ibu lihat! Ikan warna kuning!" celoteh Cherry senang sampai loncat loncat dalam gendongan Hana.
Hana yang berbadan sedikit mungil agak kesulitan karena menahan gerakan lincah Cherry. Tian dengan sigap menahan tubuh Hana yang hampir tidak seimbang dari belakang. Secara spontan Tian memeluk badan Hana dari belakang dengan tangannya di letakan di pundak Hana.
^^^"Upps. Maaf aku hanya ingin menahan agar kamu tidak jatuh." ucap Tian salah tingkah.^^^
Hana pun hanya mengangguk pelan. Tian perlahan melepaskan lagi tangannya dari pundak Hana.
Tindakan kali ini beda dengan aksinya yang biasa. Gerakan spontan karena melihat Hana berdiri tidak stabil menggerakkan tubuhnya memeluk dari belakang. Tapi Tian tidak menyesali gerakan spontannya. Hana memalingkan wajah membenamkan di badan mungil Cherry.
Gerakan spontan yang membuat desiran aneh lagi terasa, aneh tapi Tian seperti kecanduan. Hari ini banyak sekali interaksi fisik yang mereka lakukan. Tian tidak akan berhenti melakukan pendekatan dengan gencar.
Hana sendiri sudah tidak mengerti lagi harus memperlihatkan reaksi yang bagaimana lagi. Rasanya semua perasaan dan energinya terkuras lebih banyak di hari ini. Bahkan hari ini baru berlangsung setengah hari.
Tidak hanya Hana yang terlihat terkuras energinya hari ini. Orang orang sekitar seperti Manager Raka, Sus Rita, para bodyguard maupun petugas di tempat wisata rasanya sama lelahnya menjadi penonton dua orang dewasa yang hampir melupakan kehadiran mereka ketika bersama.
Hanya Cherry, gadis kecil manis yang tidak terganggu sama sekali. Cherry ikut tersenyum melihat ayahnya dan Hana tersenyum malu malu.
.
.
.
Itsumo arigatou gozaimashita.
.
__ADS_1
.
Bersambung