
Hari berlalu sehari lagi. Tibalah hari dimana Cherry, Tian dan Hana akan pergi main bertiga.
Hari ini penampilan Hana agak lebih santai, dibandingkan waktu makan berdua dengan Tian kemarin. Hana memakai baju Shabrina dan celana kulot warna cokelat senada.
Rambutnya hanya di style ponytail. Dia ingat kalau berjanji akan dikuncir jika bersama anak anak. Hanya curtain bang nya di style melengkung ke dalam tidak terlalu curvy.
Hana melihat lagi layar handphonenya. Tian sudah mengirimkan pesan bahwa sang artis sudah on the way ke rumah untuk menjemputnya. Sekitar jam sembilan akan sampai di rumah Hana.
Padahal Hana sudah membalas kalau dirinya tidak perlu di jemput. Hana mengajukan dirinya untuk pergi sendiri dan saling bertemu di lokasi nanti tempat mereka bermain. Tapi tentu saja, usulan itu di tolak oleh sang artis.
Hana agak khawatir. Karena hari ini weekend jadi keluarga Hana biasa selalu di rumah, Hana khawatir kalau orangtua dan Hale bertanya tentang siapa yang nanti menjemputnya.
Saat ini seperti biasa, Ayah bersantai di teras taman depan sambil membaca koran dan meminum segelas kopi buatan Ibu. Ibu Hana sendiri sedang menyirami bunga dan tanaman yang ada di taman rumah.
Mereka berdua saling melirik ke arah anak perempuan mereka yang sudah sangat rapih di Sabtu pagi ini.
Tatapan mata ayah dan ibunya sudah seperti menguliti Hana. Selama ini Hana tidak pernah terlihat janjian dengan lawan jenis, apalagi pamit untuk janjian seperti ngedate. Karena itulah rasa penasaran orang tua Hana sudah tidak terbendung, jadi mereka memutuskan bertanya.
^^^"Na, kamu ada janji lagi hari ini?" tanya Ibu.^^^
^^^"Ehm, iya Bu. Tapi tidak sampai malam kok." jawab Hana salah tingkah.^^^
Aku jawab apa ya, kalau ibu dan ayah bertanya, batin Hana gelisah.
^^^"Sama cowok, Nak?" kali ini Ayah yang bertanya.^^^
Koran yang dibaca Ayah sudah di lipat. Artinya Hana harus menjelaskan dengan detail kemana dan dengan siapa dia akan pergi. Ayahnya jarang sekali bicara, tapi Hana sangat paham arti dari semua kata kata ayah.
Ingat kata Hale? Hana adalah anak yang paling di sayang Ayahnya. Bahkan Ayah masih ingin mengantar Hana pergi kerja kalau Ayah sedang libur mengajar. Sampai sesayang dan seprotektif itu Ayah terhadap Hana.
"Iya yah. Tapi tidak berdua kok. Aku pergi dengan muridku dan Ayahnya." terang penjelasan dari Hana.
^^^"Murid mana? Apa Ayah kenal?" tanya Ayah terdengar seperti sebuah interograsi.^^^
Kenapa jalan jalan sama murid dan wali murid. Memang apa hubungan Hana dengan wali murid itu? jelas dalam hati Ayah bingung.
^^^"Ehm itu Ayah. Yang pernah Hana ceritakan mempunyai masalah gangguan bicara, Cherry." jawab Hana jujur.^^^
^^^"Tunggu. Cherry anaknya artis yang kamu suka itu kan? Siapa Bu namanya Ayah lupa." Ayah bertanya lagi.^^^
__ADS_1
^^^"Tuan Tian. Artis duda yang sangat tampan itu, Ayah. Loh kamu itu pergi kencan bertiga sama Cherry dan tuan Tian?" ibu malah terdengar senang.^^^
^^^"Ibu! Bukan kencan kok. Ha-hanya pergi biasa." Hana menjawab cepat.^^^
Tuh kan mereka jadi ikut salah paham, batin Hana.
^^^"Hehe. Lalu kenapa kamu dandan cantik sekali sayang? Sudahlah kamu kan sudah besar, kencan juga gapapa. Tuan Tian juga sudah lama menduda kan? Ibu sih suka saja." jawab Ibu.^^^
Ibu memang orang yang fleksibel, Ibu selalu melihat positif dan akan mendukung semua anaknya dengan caranya sendiri. Support yang diberikan tidak berlebihan tapi kepercayaan yang tinggi kepada sang anak menjadi dasar dari cara memberikan kasih sayang Ibu.
Padahal Ayah ingin sekali bertanya lagi. Namun melihat istrinya tidak mempermasalahkan hal ini Ayah hanya diam. Ayah ingin melihat dulu hubungan seperti apa yang terjalin antara Hana dan wali murid itu baru bisa berkomentar nantinya
^^^"Nanti tuan Tian menjemput kesini dong, Na?" tanya Ibu lagi.^^^
^^^"Iya Bu, mungkin 15 menit lagi sampai. Mereka sudah on the way soalnya." ucap Hana sambil melirik ke arloji di tangan kirinya.^^^
^^^"Ya ampun kita harus menjamu apa? Ibu buatkan kopi atau teh ya, Na? Eh, tuan Tian datang berdua dengan anaknya saja?" rentetan pertanyaan dikeluarkan oleh Ibu.^^^
^^^"Engga usah, Bu. Nanti aku langsung ijin pergi saja ya." kilah Hana.^^^
Hana lebih khawatir kalau menahan tuan Tian dan Cherry di rumahnya, akan membuat Ayah dan Ibu lebih banyak bertanya. Bahkan mungkin orangtuanya bisa membocorkan rahasia kalau Hana sebenarnya adalah fans dari sang artis itu.
^^^"Oh ya, nanti tolong Ayah dan Ibu jangan bicara apapun tentang aku yang jadi fans tuan Tian ya. Hana malu---" ucap Hana yang terhenti.^^^
Aaaa. Apa sih. Kok yang datang banyak sekali sampai harus dua mobil? gumam Hana dalam hati.
Melihat perubahan anaknya Ayah dan Ibu pun langsung melihat ke arah yang di lihat Hana. Mereka berdua sama terkejutnya dengan Hana.
Ditambah, saat dua mobil itu berhenti tepat di depan rumah Hana. Semua orang yang ada di dalam mobil ikut turun bersamaan.
Adegan ini seperti yang sering dilihat mereka di film film.
Mobil mewah utama yang berada di depan, dari dalamnya turun Tian berserta Manager Raka dan juga Cherry. Di mobil belakang terlihat wanita pengasuh Cherry dan beberapa orang berbadan besar turun juga.
Namun hanya Tian, Manager Raka dan Cherry yang bergerak mendekati teras taman rumah Hana.
Cherry bergerak riang sedikit meloncat loncat riang dengan tangan di genggaman sang Ayah. Rambutnya yang di kuncir satu hanya di sebelah sisi kiri, baju yang di pakai Cherry adalah rok tutu hitam glitter dengan paduan kaos putih bergambar stroberi.
Ya Tuhan. Kenapa dia tampan sekali, puji Hana dalam hati.
__ADS_1
Hana cukup tercekat dengan penampilan Tian yang bisa dibilang sangat super duper tampan dengan kemeja hitam dan celana slim fit warna kaki. Lalu Tian juga menggunakan kacamata hitam favoritnya.
Di sebelahnya Manager Raka tidak kalah keren juga, tapi Hana cukup tidak bisa konsentrasi karena sudah terpikat dengan penampilan duda artis tampan itu. Tian tersenyum dengan cerah seperti biasanya.
^^^"Selamat pagi." ucap Tian menyapa Hana beserta orang tua Hana.^^^
Tian sedikit gugup, tapi bisa tertutupi dengan aktingnya yang sempurna. Tian memperlihatkan senyuman terbaiknya.
^^^"Selamat pagi juga." Ayah yang menjawab mewakili.^^^
Tian mengulurkan tangannya berjabat dengan Ayah Hana. Ayah Hana pun langsung menjabat uluran tangan Tian.
^^^"Ehm, maaf tuan kami datang terlalu pagi. Saya ingin mengajak Hana untuk pergi bersama saya dan putri saya." ucap Tian.^^^
^^^"Mau kemana?" tanya Ayah lagi.^^^
Nuansa yang canggung seperti remaja yang ingin berpamitan mengajak pacarnya pergi keluar.
"Mau liat..ikan!" sekarang Cherry yang menjawab.
Seperti penyelamat kecil, Cherry membantu ayahnya untuk membuat suasana canggung menjadi menghangat lagi. Dengan satu kalimat dari Cherry meski tidak terlalu jelas artikulasinya membuat Ayah Hana tersenyum dan terkekeh ringan.
Ayah Hana lalu berjongkok mensejajarkan pandangan dengan gadis kecil itu.
^^^"Halo, ini yang namanya Cherry ya. Kakek sudah dengar dari Miss Hana tentang Cherry." ucap ayah Hana dengan sedikit menggerakkan tangannya berbahasa isyarat.^^^
Cherry terlihat senang, dan menggangukan kepalanya dengan riang.
Ibu, Hana, Tian dan juga Manager Raka ikut memperhatikan interaksi dua orang beda usia itu dengan perasaan yang campur aduk.
.
.
.
itsumo arigatou gozaimashita.
.
__ADS_1
.
Bersambung