
Kembali ke lokasi Aquarium dan Safari Jakarta.
Tian dan Hana berjalan di lorong acrylic walking menuju ke arah zona Sea Explorer 5D setelah dipaksa oleh Manager Raka untuk berkeliling berdua.
Mereka memutuskan lokasi ini selain karena jaraknya yang terdekat dari tempat sebelumnya, yaitu berada di sebelah zona kolam sentuh, juga karena di rekomendasikan langsung oleh petugas Nana yang tadi memandu mereka. Petugas Nana berjalan di depan Tian dan Hana.
Selama berjalan di lorong acrylic walking ini Hana terlihat menikmati dan menyukainya dibandingkan zona yang lain. Mata Hana dimanjakan dengan pemandangan layar kanan kiri maupun atas bawah yang menyajikan suasana bawah laut. Mereka seperti berjalan di dasar laut tanpa kebasahan.
Sampai akhirnya Tian dan Hana sampai di zona Sea Explorer 5D. Ternyata tempat ini adalah simulator virtual untuk merasakan pertualangan menyelem di bawah air dalam ruangan kapal selam. Hana menjadi bersemangat. Tapi karena masih dalam nuansa canggung setelah percakapan terakhir di tempat istirahat zona kolam sentuh Hana tidak bisa menunjukkan ketertarikannya terhadap petualangan menyelam ini.
Pembicaraan tentang Hana yang mengakui bahwa dirinya adalah Tianager saat remaja dulu.
Tian juga tidak jauh berbeda. Masih enggan bersuara. Artis tampan ini hanya diam berjalan disamping Hana, mengikuti panduan petugas Nana.
Diam-diam Tian masih melirik Hana. Melihat binar mata Hana yang sepertinya menyukai kegiatan yang akan mereka lakukan sekarang ini. Tian merasa sedikit sebal dan frustasi. Bagaimana bisa dirinya yang biasa disebut artis Casanova ditarik ulur oleh wanita disampingnya ini.
Baiklah. Buat senang dulu dirimu Hana. Lalu setelah itu ku pikirkan lagi cara mengambil hatimu kembali. Tidak boleh hanya saat remaja, kau harus menyukaiku selamanya!
Setelah menjelaskan tentang zona Sea Explorer 5D ini, petugas Nana pun kemabli pamit undur diri. Ditinggalkan nya Tian dan Hana berdua dalam kotak kecil yang lebih seperti lift dengan tiga sisi layar yang menampilkan gambar dalam laut.
Mereka berdua tidak tahu, kalau ruangan itu di lengkapi CCTV, yang langsung bisa dipantau langsung di ruang monitor. Sekarang Manager Raka juga dalam ruang monitor, sepertinya Manager Raka ingin ikut mengawasi artisnya atau malah memiliki tujuan lain?
Dan, petulangan menyelam bawah laut dimulai.
Semua berjalan lancar, layar bergerak seolah seperti nyata bahwa mereka berdua memang sedang di dalam kapal selam yang menyelam menuju dasar laut. Semua pemandangan indah dasar laut, berbagai ikan, penyu dan hewan laut lainnya ditampilkan di layar 5D ini. Bahkan tempat yang seperti ruangan kapal selam ini ikut bergerak seolah pengunjung dapat merasakan sensasi goncangan dalam kapal selam sungguhan.
Manager Raka ikut memperhatikan dari ruang monitor.
Kenapa mereka malah berdiri berjarak seperti itu? Sudah susah payah ku pikirkan tentang waktu untuk mereka bisa berduaan malah tidak di manfaatkan, Manager Raka keheranan.
^^^"Pak, langsung ke part palung laut saja ya." Manager Raka berbicara pada salah satu petugas di ruang monitor.^^^
^^^"Siap, Pak." jawab petugas itu lalu mulai melakukan sesuatu sesuai instruksi Manager Raka.^^^
Sepertinya rencana Manager Raka langsung terealisasi, karena dari layar terlihat seperti kapal selam masuk ke dalam lubang besar dibawah laut. Ini yang dinamakan Palung terdalam, Palung Mariana. Begitulah informasi yang disebutkan oleh announcer.
__ADS_1
Suasana dasar laut yang cantik berubah menjadi gelap gulita. Simulator kapal selam juga bergerak seperti terjatuh.
Tentu saja hal ini membuat Hana dan Tian terkejut.
Hana berteriak lalu memeluk Tian erat karena ketakutan. Kegelapan masih menyelimuti ruangan kecil ini.
Setelah dirasa guncangan dari ruangan kecil ini mereda dan stabil, layar menampilkan suasana Palung laut yang gelap dengan hewan hewannya yang unik dan sedikit menyeramkan menurut Hana. Tapi Hana tidak bisa memastikan dengan benar karena posisinya sekarang masih dalam pelukan erat sang artis. Hanya bisa mengintip dari sela pundak lebar sang artis, karena meski suasana sudah stabil Tian tidak melepaskan pelukannya.
^^^"Tu-tuan maaf saya tadi ketakutan. Maaf sekarang saya sudah tidak apa apa." ucap Hana canggung.^^^
Hana yang memeluk Tian pertama kali jadi dirinya merasa harus meminta maaf. Tapi sang artis masih hening, tidak melepaskan pelukannya sama sekali. Malah Hana merasa pelukannya semakin erat.
"Tu-tuan Tian??" tanya Hana makin gugup.
Saat bertanya Hana memandang keatas untuk melihat wajah sang artis. Tadinya Hana berpikir Tian tidak dapat mendengar suaranya karena dia bicara terlalu lirih. Tapi pilihannya untuk memandang wajah Tian malah menjadi pilihan yang tidak tepat untuk jantungnya.
Ternyata daritadi Tian melakukan hal yang sama. Memandangi wajahnya dalam kegelapan. Jaraknya sekarang sangat dekat. Dekat sampai saling merasakan helaan napas masing masing.
Saat tatapan mata beradu, mereka berdua seakan merasa tersengat aliran listrik.
Tian mencium bibir Hana
Walaupun lebih tepat disebut menempelkan bibir lembutnya ke bibir Hana. Ciuman yang dalam dan lama. Hana menegang, ingin pingsan.
Suara announcer semakin meredup terdengar di telinga Hana, yang ada hanya terdengar suara debaran hati yang meledak ledak. Setelah itu semua yang ada di pikiran Hana menjadi kosong. Dia hanya memejamkan matanya.
Tian bersorak riang. Semesta mendukung dirinya untuk melakukan sesuatu yang sangat diinginkannya.
Saat Hana memeluknya erat. Tian merasa gila. Semua pertahanan dirinya runtuh seketika. Tidak peduli Hana akan memberontak nantinya, Tian hanya ingin memeluk dan mencium wanita ini sekarang juga.
Seperti mendapat jalan yang lancar dari Tuhan, Hana memandang wajahnya. Mendapatkan kesempatan emas seperti itu, langsung saja Tian mencium bibir sang pujaan hatinya ini.
Merasakan tidak ada perlawanan dari Hana, malahan Hana terbawa suasana sampai memejamkan matanya Tian mulai ******* pelan bibir Hana.
Manis. Lebih manis dari yang ku bayangkan. Aku tidak bisa berhenti, Tian mulai kecanduan ******* bibir tipis ranum Hana.
__ADS_1
Pagutan bibir keduanya berubah dari hanya gerakan ******* bibir dengan lembut menjadi tidak terkontrol. Tian mendominasi kegiatan ini dengan mencium bibir ranum Hana dengan rakus.
Hana mulai kewalahan, tidak bisa bernapas. Menggerakan tanda kepada Tian agar duda artis itu bisa menghentikan aktivitas panas ini.
Tian melepaskan sementara pagutan bibir mereka berdua. Keduanya terngengah engah. Saling memandang wajah memerah satu sama lain.
Tian tersenyum senang melihat hasil perbuatannya membuat bibir tipis Hana sedikit membengkak. Karena Tian sudah tidak bisa berhenti dia mulai mendekati Hana lagi untuk kembali mencium.
Hana kali ini sedikit menghindar. Dia berjalan mundur ketika Tian mendekatinya. Memalingkan wajahnya ketika wajah Tian maju mendekat.
^^^"Tu-tuan Tian sudah! Bagaimana kalau ada yang lihat." ucap Hana kacau.^^^
Salah! Bukan itu harusnya yang ku katakan kan! Maksudnya jangan lakukan lagi! Hana malu karena ucapannya sudah tidak singkron antara yang ada di hati dan pikirannya.
^^^"Tidak ada yang lihat. Lagipula aku tidak bisa berhenti sekarang. I will kiss you again." ucap Tian dengan suara yang lebih berat dari biasanya.^^^
Gairah Tian sudah memuncak. Setelah hampir setiap malam bermimpi melakukan ini dengan Hana, lalu akhirnya bisa mencium di dunia nyata membuatnya merasa gila.
Dengan cepat mendorong Hana merapat ke arah pintu masuk ruangan kecil ini. Hana terpojok. Tidak ada jalan keluar.
Tian tersenyum penuh arti. Hana membeku, pasrah tidak ada yang bisa dia lakukan lagi. Hana melihat kabut gairah dalam mata Tian.
"Sayang, aku tidak bisa menahannya lagi."
.
.
.
Itsumo arigatou gozaimashita.
.
.
__ADS_1
Bersambung