Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Konsultasi Dengan Dokter Nuel


__ADS_3

Meninggalkan cerita kehebohan di toko eskrim sebelumnya, tentunya Cherry juga sudah mendapatkan eskrim yang penuh perjuangan itu dan memakannya dengan nikmat di dalam mobil.


Padahal sebelumnya raut muka tidak nyaman sang putri kecil terlihat jelas sampai dengan Cherry dan Tian masuk ke dalam mobil. Tian berusaha menaikan mood Cherry dengan menyetel lagu lagu anak favoritnya agar Cherry bisa lebih santai. Usaha ini berhasil, mood Cherry naik kembali dengan mendengar lagu lagu anak itu selagi memakan eskrimnya.


Beberapa peneliti mengatakan bahwa keistimewaan anak kecil adalah kemampuan mereka yang mampu mengelola dan mengekspresikan emosi secara cepat, baik emosi positif maupun negatif. Namun, hal ini juga tidak terlepas dari peran orang dewasa khususnya orangtuanya yang harus terus mengawasi perkembangan sosial emosional anak anak mereka. Sejak memiliki Cherry dalam hidupnya, Tian banyak belajar jadi orangtua yang baik dengan banyak mendengar advice dari para ahli. Tidak mudah, karena setelah istrinya meninggal peran dia bertambah jadi ayah sekaligus pengganti ibu bagi Cherry namun Tian mencoba tetap menikmati perannya itu.


...🌻🌻🌻...


Di rumah sakit, ruang terapi wicara untuk anak anak.


Saat ini Tian dan Manager Raka sudah berada di ruang tunggu keluarga dekat dengan ruangan terapi wicara Cherry. Seperti biasa saat terapi dengan dokter Nuel, Cherry akan masuk ke ruangan terapi sendiri. Di saat sesi terapi orang tua tidak diperkenankan untuk masuk. Meskipun begitu, para orangtua tetap bisa memantau anaknya dari luar ruangan. Terdapat jendela kecil pada tiap pintu ruangan, sehingga sangat jelas semua kegiatan yang dilakukan oleh pasien dan terapis, sehingga para orangtua tidak perlu merasa khawatir.


Setelah kurang lebih satu jam, Cherry baru keluar dari ruangan. Cherry berlari menghambur memeluk Tian yang sudah menunggunya. Sesi terapi kali ini menyenangkan bagi Cherry. Tadi dokter Nuel bicara, Cherry akan memiliki banyak teman di sekolah barunya nanti sehingga Cherry jadi bersemangat sekali untuk memulai aktivitas sekolahnya.


Setelah itu, seperti biasa Tian akan gantian masuk ke ruangan untuk diberikan hasil evaluasi terapi dan sesi konsultasi orangtua terkait perkembangan Cherry.


^^^"Ayah masuk dulu ya cantik, boleh?"^^^


Tian duduk mensejajarkan pandangannya dengan Cherry dan menjawil hidung kecil putrinya.


^^^"Ya, A..yaaah."^^^


Cherry tersenyum manis.


Setelah itu Cherry berjalan digandeng Manager Raka menuju ruangan tunggu anak yang lebih terlihat sebagai ruang bermain anak. Karena memang ruangan ini dibuat dengan banyak permainan edukatif agar para anak yang menunggu tidak merasa bosan.


Di dalam ruangan terapi ada sebuah kamar yang lebih kecil, disanalah ruang konsultasi dokter Nuel dengan para keluarga pasien.


Tian mendengarkan hasil evaluasi sampai dengan sesi terapi hari ini. Selain itu, Tian juga ingin berkonsultasi dengan dokter Nuel tentang persiapan Cherry masuk sekolah kindergarten.


Sedikit pengenalan untuk dokter Nuel, dokter sekaligus ahli patalogi wicara dan bahasa, telah mendapatkan sertifikat Clinical Competence in Speech-Language Pathology, atau CCC-SLP di Amerika.


Sebagai terapis wicara, dokter Nuel bekerja dengan sangat baik mulai dari mendiagnosa, mengevaluasi dan melakukan terapi untuk Cherry. Selama kurang lebih tiga tahun ini, dokter Nuel melakukan berbagai cara treatment terapi. Jika dibutuhkan beberapa kali ada tindakan perawatan yang tepat berdasarkan kondisi dari Cherry sendiri. Berbagai pendekatan dan kategori terapi wicara yang berbeda terus dilakukan hingga dokter Nuel merasa menemukan satu yang paling cocok. Tian sangat puas dan percaya dengan kemampuan dokter Nuel.


Bedasarkan hasil pengamatan dokter Nuel, fase masalah berat gangguan bicara Cherry sudah lewat, sekarang hanya butuh latihan pembiasaan yang bertujuan memancing inisiatif Cherry dalam berbicara.


Cherry lolos uji pendengaran dan hanya perlu ditingkatkan keterampilan wicara dalam segi artikulasi. Cherry mengerti kata-kata dan intruksi yang diberikan namun tidak bisa mengekspresikan atau merespon dengan katakata dan kalimat. Itulah yang dialami Cherry sekarang. Selain itu masalah utama yang menjadi faktor pendorong ataupun penghambat adalah kepercayaan diri sang anak sendiri.

__ADS_1


Hasil menunjukan bahwa Cherry merasa rendah diri. Cherry seperti masih belum berani atau mempunyai keinginan untuk banyak berbicara.


Dulu, di awal awal treatment, sesi terapi wicara pernah memakan waktu selama empat jam. Saat itu Cherry mengalami kondisi tantrum seperti meronta ronta, berteriak teriak dan menangis, sehingga membuat sesi terapi memanjang menunggu kondisi Cherry stabil lagi. Namun setahun belakangan ini, Cherry jarang sekali tantrum dan mulai banyak progress baik yang muncul. Progres terapi ini sendiri selalu mengalami kenaikan tapi tidak signifikan.


Kata dokter Nuel, tugas tambahan di rumah yaitu sering mengajak interaksi dan memancing stimulus Cherry ingin berbicara dengan anggota keluarga sudah bagus tapi belum memberikan hasil maksimal.


Dengan dimasukannya ke kindergarten umum, dokter Nuel berharap hal ini dapat merangsang kemampuan bicara Cherry untuk membuka jalan inisiatifnya banyak berbicara. Metode ini juga diharapkan agar bisa melatih Cherry untuk berinteraksi dan bersosialisasi Cherry dengan teman sebayanya di sekolah.


Jika Cherry dihadapkan dengan situasi dia merasa harus berbicara untuk bisa berinteraksi dengan teman temannya disitulah tantangan yang sebenarnya. Hal ini bisa membawa dampak positif ataupun malah sebaiknya. Meskipun begitu, dokter Nuel merasa tetap harus mencoba keputusan besar ini, dengan tetap mengantisipasi resiko dampak negatif yang akan terjadi.


^^^"Kondisi putri anda semakin baik, dan sepertinya Cherry sangat bersemangat untuk memulai sekolahnya. Tadi dia juga bercerita kalau gurunya adalah putri Rapunzel."^^^


^^^-Dokter Nuel^^^


Dokter Nuel tertawa mengingat kata kata Cherry.


Tentu saja yang di maksud dengan bercerita disini adalah bercerita dengan bahasa isyarat. Tian yang mendengar informasi dari dokter Nuel otomatis tertawa juga.


^^^"Syukurlah, dok. Sebenarnya saya agak khawatir, bagaimana kalau di sekolah nanti Cherry akan sulit beradaptasi di kelasnya." -ujar Tian sedih.^^^


Kekhawatiran Tian ini sebenarnya sama seperti orangtua pasien dokter Nuel lainnya. Jadi sangat wajar untuk dirasakan, hal ini juga menjadi hal yang paling banyak dikonsultasikan.


^^^"Tuan percaya saja, anak anak akan menemukan cara mereka sendiri berinteraksi dalam kelompok. Mungkin awalnya akan sulit, tapi nanti saya akan kasih poin catatan untuk pengajar disana. Jika tuan Tian berkenan."^^^


Dokter Nuel merespon dengan bijak yang selalu bisa memenangkan kekhawatiran para orangtua pasiennya. Tian terlihat sedikit tenang mendengar jawaban dari dokter yang memang sangat dipercayainya ini.


^^^"Baiklah, dok. Saya juga sudah dapat ijin dari sekolah untuk bisa memasukan saran saran dari dokter bila diperlukan nanti. Untuk catatan terapi dan poin penting untuk pengajaran Eri, tolong kirim ke email manager Raka seperti laporan biasanya ya dok."^^^


Dokter Nuel menggangguk mengerti dan konsultasi mereka pun segera berakhir. Dokter Nuel ikut keluar untuk mengantarkan Tian.


Ternyata Cherry masih asik bermain di ruang tunggu anak diawasi oleh Manager Raka. Empat bodyguard tadi berjaga di luar pintu poli. Sudah menjadi prosedur, sesi terapi Cherry selalu menjadi tindakan private karena Tian meminta pengkondisian ruangan steril tanpa tamu lain dan jadwal dokter Nuel juga hanya di booking seharian untuk terapi dan konsultasi Cherry. Hal ini sudah dalam schedule yang diatur langsung oleh Manager Raka, sang manajer karismatik serbabisa.


Dalam perjalanan pulang kerumah, Cherry yang kelelahan sudah terlelap dalam pangkuan ayahnya, Tian. Dari dua orang dewasa yang memegang kemudi dan juga yang ada di bangku belakang mobil juga masih tidak ada yang bersuara kecuali hal hal yang penting. Sepertinya mereka sangat lelah seharian ini. Tian dan Manager Raka hanya asyik berkutat dengan pikirannya sendiri.


Karena masih memikirkan pembahasan saat konsultasi tadi dengan dokter Nuel, Tian mulai menimbang nimbang. Entah kenapa, hatinya merasa perlu untuk membuat pertemuan keduanya dengan pihak sekolah.


Eh, tunggu apa artinya aku perlu bertemu lagi ya dengan paman David dan juga guru kecil Rapunzel ya sebelum kelas Eri dimulai? Tiba tiba dia memunculkan suatu pikiran harus bertemu lagi dengan Hana.

__ADS_1


Tapi sebelum itu dia akan berdiskusi dengan manajernya terlebih dahulu. Karena setahu Tian, jadwalnya akhir akhir ini benar benar sibuk.


Sudah dari tadi manager Raka memperhatikan dari kaca tengah mobil, Tian mengangguk angguk sendiri dengan muka seperti berpikir keras. Akhirnya dia pun bertanya.


^^^"Apa yang sedang kau pikirkan, bro."^^^


^^^"Eh. Aku tidak berpikir apa apa. Kenapa memangnya?"^^^


Kaget. Tian tidak mau Manager Raka tahu kalau sekarang dia sedang memikirkan cara agar bisa bertemu lagi dengan guru putrinya sebelum sekolah dimulai. Tidak sekarang, sebelum dia menemukan alasan yang tepat.


Aku harus pakai alasan apa ya? Meeting guru sebelum tahun ajaran mulai? Ah, tapi kalau semua guru ikut dalam pertemuan itu juga tidak bagus.


Tian hanya perlu paman David dan Hana saja, begitu pendapatnya.


Cengiran dari Manager Raka makin melebar, dan mulai menggoda Tian.


^^^"Aku tau apa yang kau pikirkan. Ah, ralat. Lebih tepatnya siapa yang kau pikirkan sekarang. Kau memikirkan Miss Hana kan?"^^^


Tebak sang manager karismatik yang tepat sasaran.


Dihari juga waktu yang sama, tapi tempat yang berbeda. Wanita yang tiba tiba disebut namanya dalam pembicaraan dua orang pria itu, bersin bersin padahal tidak sedang sakit sebelumnya.


"Kak Hana, kalau tiba tiba bersin artinya ada yang kangen tuh." -Hale


.


.


.


doumo arigatou gozaimashita!


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2