
Langit mulai menggelap di penghujung sore, hari Kamis. Di sebuah rumah kawasan Rawamangun.
Hana sedari tadi bolak balik antara kamarnya, lalu ke ruang tamu. Kemudian kembali lagi ke kamarnya. Membuat anggota keluarga yang melihat Hana menjadi ikut pusing.
^^^"Kamu ini kenapa sih, Nak?" tanya Ayah.^^^
^^^"Kamu nungguin paket atau nunggu orang, Na?" Ibu juga bertanya.^^^
^^^"Kayanya sih nunggu orang, soalnya kak Hana berdandan. Woah, jangan bilang kakak ngedate ya?" goda Hale.^^^
^^^"Apa sih anak kecil resek banget." balas Hana.^^^
Apa dandananku berlebihan ya? gumam Hana.
Terlihat sekali Hana sangat berniat untuk membuat penampilannya sempurna malam ini. Rambutnya dia wavy curly dengan style curtain bang yang kekinian. Make up-nya juga sedikit lebih banyak dari natural look nya yang biasa. Bahkan Hana sampai memakai soft lens warna abu-abu.
Baju yang dipakai Hana tidak terlalu glamor tapi cukup manis dengan dress selutut warna navy polos hiasan pita di pinggang.
Akhirnya, Hana memilih untuk duduk menunggu di ruang tamu bersama keluarganya. Sampai mobil yang ditunggu datang.
Mobil yang akan mengantarkan Hana ke lokasi makan malam bersama sang artis.
...π»π»π»...
Di private room sebuah restoran mahal di kawasan kelapa gading. Restoran ini, langganan Tian, restoran yang sama saat dulu Tian dan kepala sekolah David makan siang bersama.
Manager Raka dan Tian sudah berada di dalam ruangan menunggu Hana. Selagi menunggu Hana yang kira-kira masih akan datang setengah jam lagi, Tian dan Manager Raka bersantai sambil minum.
^^^"Bagaimana keadaan Rainy?" tanya Tian memulai percakapan.^^^
^^^"Rainy sudah mendapatkan perawatan. Tadi kata dokter, dia dalam kondisi lemas diduga karena serangan panik dan dehidrasi. Sekarang sedang beristirahat." jawab Manager Raka meringkas cerita.^^^
Kejadian sore tadi sangat membuat Manager Raka lelah hati dan fisik. Selama diperiksa dokter Rainy terus memegang tangannya, meminta Manager Raka untuk menemaninya. Suatu kondisi baru yang harus ditangani Manager Raka sendirian. Setelah Rainy tertidur, Manager Raka baru bisa menjemput Tian menuju ke restoran Jepang ini.
Tian tertawa. Sepertinya takdir sudah bekerja untuk mendekatkan Rainy dan Manager Raka, bahkan Tian belum memulai rencananya.
^^^"Kenapa kau tertawa?" tanya Manager Raka.^^^
"Tak apa. Hanya memikirkan, kalau suatu saat kau dan Rainy pacaran, Kak. Sepertinya akan menjadi pasangan heboh." goda Tian.
^^^"Haish, kau ini. Pikirkan saja urusanmu dengan Miss Hana. Alasan apa yang akan kau gunakan kalau dia bertanya kenapa kau mengundangnya makan malam." balas Manager Raka.^^^
^^^"Tentu saja, karena ingin saja bertemu dengannya. Memangnya perlu alasan lain?" jawab Tian.^^^
Si bodoh ini! umpat Manager Raka dalam hati.
^^^"Kalau kau bilang seperti itu, terlihat sekali kau orang yang agresif. Katanya kau ingin seperti Casanova yang dikejar-kejar wanita. Kau harus menjaga imagemu, tahu!" ucap Manager Raka.^^^
Manager Raka mencoba menasehati, padahal dirinya sendiri jomblo abadi.
__ADS_1
^^^"Cih. Sekarang aku sudah tidak peduli dengan jaga image. Aku tidak mau kalah oleh Riga. Riga bertemu dengannya setiap hari, Kak. Aku harus lebih cerdas mengambil hati Hana." ucap jujur Tian.^^^
Mendengar hal itu, Manager Raka tertawa.
^^^"Jadi kau sudah mengakui kalau kau tertarik padanya kan?" goda Manager Raka.^^^
Sial! Aku dijebak untuk mengakuinya. Dasar manager licik. Umpat Tian dalam hati.
Tian memilih tidak menjawab. Tian hanya meminum kembali minumannya.
Setelah itu, mereka masih terlibat pembicaraan lain. Sampai akhirnya handphone Manager Raka berdering tanda pesan masuk.
^^^"Tian, aku kedepan dulu menjemput Miss Hana. Kata Tagor mereka sudah hampir sampai restoran." ucap Manager Raka.^^^
Tagor adalah nama bodyguard Tian yang badannya paling besar. Manager Raka pun berjalan ke depan untuk menunggu Hana.
Ketika Hana tiba di restoran, pintu mobilnya sudah di buka oleh orang berbadan besar. Hana agak canggung tidak pernah dia diperlakukan seperti ini.
Saat turun mobil, Hana langsung mengenali wajah seseorang yang dikenalnya sebagai Manager sang artis. Hanya saja Hana lupa namanya.
^^^"Malam, Miss Hana. Biar saya antar ke dalam." sapa Manager Raka hangat.^^^
^^^"Malam juga. Ehm, tuan Manager." balas Hana.^^^
Manager Raka tersenyum, tapi dia tidak berniat mengenalkan nama. Hal itu tidak terlalu penting baginya. Dia hanya berbicara seperlunya saja.
Hana sebenarnya ingin bertanya kepada manager Raka, kenapa Tian mengundang dirinya makan malam. Tapi karena raut wajah serius Manager Raka yang seolah seperti tidak suka banyak berbasa-basi Hana mengurungkan niatnya bertanya.
^^^"Silakan masuk, Miss Hana." ucap Manager Raka.^^^
"Eh iya, terima kasih. Ehm, anda tidak ikut masuk?" tanya Hana.
Manager Raka tersenyum simpul. Hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.
Gleg. Jadi aku hanya makan berdua saja dengan tuan Tian?
Kegugupan kembali menyelimuti diri Hana.
Saat pintu kayu ruangan privat restoran Jepang ini dibuka, Tian sudah berada di bangkunya. Tersenyum melihat kedatangan Hana.
Hana otomatis menunduk salam ojigi seperti di Jepang. Saking gugupnya Hana lupa kalau Tian mungkin tidak mengerti salamnya.
(π»: Ojigi adalah adalah budaya membungkukkan badan orang Jepang pada saat memberi salam, meminta maaf, mengungkapkan terima kasih.)
Haha. Lucunya.
Baru bertemu saja Hana sudah merubah mood Tian jadi sangat baik. Tian sangat terhibur dengan sikap Hana yang terlihat gugup bertemu dengannya.
^^^"Hai Miss Hana. Ohayou?" sapa Tian.^^^
__ADS_1
Duh, bodoh sekali tuan artis ini. Yang benar Konbanwa! Sudah latihan masih saja salah! Maki Manager Tian dalam hati. Dia ikut merasa malu, padahal yang salah bicara adalah Tian.
Pfft. Hana menahan tawanya karena Tian mengucapkan bahasa Jepang dengan intonasi lucu dan tidak tepat. Apakah aku harus memberitahunya ya kalau salamnya salah, gumam Hana dalam hati. Anehnya, kegugupannya jadi hilang karena satu hal itu.
Melihat Hana terlihat menahan tawanya, Tian ikut gemas. Tian menyadari mungkin dia salah bicara bahasa Jepang, tapi Tian tidak merasa menyesal.
^^^"Ehm, Ohayou juga." balas Hana.^^^
Hana memilih menjaga perasaan sang artis dibanding harus mengkoreksi. Pilihan Hana itu membuat Tian semakin gemas.
Dia mencoba mengcover kesalahanku? Manis sekali.
Manager Raka terdiam melihat dua orang yang di depannya.
Duh, ternyata mereka sama bodohnya. Ucap Manager Raka
Setelah Hana dipersilakan duduk, Manager Raka ijin pamit keluar ruangan. Sebelum menutup pintu, Manager Raka berbicara tanpa suara kepada Tian.
Be a cool man, ingat!
Tian kesal, tapi tetap menganguk menerima saran dari Managernya.
Memangnya aku remaja baru kenal cinta apa?! Masih saja dia ajari begitu. Umpat Tian dalam hatinya.
Suasana masih hening, Hana masih menunduk tidak berani bicara. Terlebih, Tian memandangnya lagi dengan tatapan intens seperti sebelumnya.
Tian memandangi Hana, karena terpesona wajah cantik guru putrinya ini. Hatinya makin berbunga, ketika menyadari sepertinya Hana berdandan total karena makan malam bersamanya.
Niatnya adalah membuat sang guru terpesona, malah berbalik jadi dirinya yang terkena pesona Hana.
"Terima kasih sudah mau datang Miss Hana." ucap Tian memulai pembicaraan.
"Iya..Terima kasih kembali sudah mengundang saya. Apa ada yang harus dibicarakan tentang Cherry, tuan?"
Hana sudah merapalkan kata-kata ini sejak di rumah. Inilah satu alasan yang dapat terpikir olehnya. Pasti Tian mengundang makan malam ada yang ingin dibicarakan lagi tentang metode pengajaran putrinya. Sama seperti terakhir kali mengundang makan siang di rumah.
Tian tersenyum jahil.
"Kenapa kau berpikir begitu? Apa tidak terlihat kalau kita sedang... ngedate?"
.
.
.
Arigatou gozaimashita!
.
__ADS_1
.
Bersambung