
Hana masih mencurahkan semua perasaan rindu, khawatir dan kesalnya melalui tangisan dalam pelukan Tian.
Setelah dirasa isak tangisnya mereda, Tian melepaskan pelukannya. Merapihkan anak rambut di wajah manis wanitanya itu.
^^^"Baby, maaf. Aku dari kemarin tidak bisa mengabarimu karena...ada sedikit yang perlu dilakukan. Kamu pasti kaget dan sedih melalui semuanya sendiri ya? Apa ada yang mengganggu mu baby setelah berita itu keluar?"^^^
Alih alih bilang dia dihukum dan handphonenya disita oleh Ayahnya, Tian lebih memilih menutupinya. Tian tidak tahu kalau Hana sudah lebih dahulu diberitahu Bella dan Ibunya. Namun Tian tahu dari laporan Bella kalau Hana jadi terlihat bersemangat saat hari orientasi kemarin.
Hana menggeleng.
^^^"Tidak ada. Karena sepertinya tidak ada yang tahu itu aku."^^^
^^^"Baguslah. Aku akan berusaha agar identitas mu terjaga ya sayang. Aku tidak mau kamu mengalami kesusahan nantinya."^^^
^^^"Sejujurnya, aku pribadi tidak masalah kalau ada yang tahu itu aku." ucapnya malu malu.^^^
^^^"Asal orang sekitar kita tidak dilibatkan, tidak masalah. Toh, aku tidak ingin berbohong kepada orang terdekat. Tapi aku sedikit takut. kak, bagaimana kalau Tianager yang lain tidak menyukaiku sebagai pasangan kakak ya."^^^
Tian memandangi Hana dengan penuh perasaan.
^^^"Duduk kemari sayang." menepuk pahanya.^^^
^^^"Ti-tidak mau. Duduk disini saja." elak Hana.^^^
Mana mungkin Hana duduk di pangkuan Tian, apalagi ada Manager Raka di dalam mobil yang sama.
^^^"Hehe. Kemarilah. Aku tidak akan berbuat macam-macam. Aku hanya ingin berbicara lebih dekat." menuntun Hana untuk duduk sesuai kemauannya, di pangkuan Tian.^^^
Mau tidak mau, Hana mengikuti.
^^^"Dengar ya baby. Mungkin ada dari mereka yang terkejut karena berita ini terlalu mendadak. Mohon jangan dimasukan ke hati, bila akhirnya ada yang berkata tidak mengenakkan tentang kamu dan aku. Bagiku, Tianager juga penting. Ku rasa mereka juga menganggap diriku sama pentingnya. Mereka boleh kecewa, tapi aku akan tetap berusaha menjelaskan kepada mereka dan publik. Kamu hanya perlu bertahan bersama ku."^^^
Hana memandang kesungguhan dalam mata Tian. Mengelus pipi artis tampan yang sedikit ditumbuhi rambut wajah itu.
^^^"Iya, kak. Aku akan terus bersamamu." mengecup pipi Tian.^^^
Jangan tanya apa yang dirasakan Tian saat ini. Tian selalu merasa berdebar ketika Hana menyentuh bahkan mencium dirinya dengan keinginan wanita itu sendiri.
"Aku sudah bilang tidak akan macam-macam, tapi malah kamu yang ngambil kesempatan ya, baby. Kamu nih, mancing aku menciummu kan? Hm?" gemas. Tian manjawil hidung Hana.
"Tidak kok." Hana menjawab cepat karena panik.
Hana tersadar. Dia tadi terbawa suasana saat mencium pipi Tian. Hana menunduk malu, kembali mengingat posisinya sekarang. Aaa. Kenapa aku jadi keliatan agresif sih! Kak Manager pasti melihatnya juga kan. Hana kau jadi ikutan gila ya.
Tian tersenyum lebar. Karena melihat kesempatan yang tidak boleh di lewatkannya.
__ADS_1
"Kak!"
"Hmm, apa baby?"
"Ada kak Manager disini?" Hana mencoba menghentikan, karena melihat gelagat Tian yang akan menciumnya.
"Dia tidak akan melihat ke arah sini. Dia sedang fokus menyetir melihat ke jalan."
"Ta-tapi...Hmm"
Perkataan Hana tertahan karena Tian sudah lebih dulu mencium bibirnya. Ciuman yang lumayan panas, karena Tian seperti tidak pernah puas bibir ranum Hana.
Seakan saling menyampaikan rasa rindu dengan ciuman panjang ini, mereka berdua baru berhenti setelah beberapa menit.
Mobil terasa sesak, tidak hanya untuk dua orang yang dimabuk rindu dan cinta itu, tapi juga untuk Manager Raka diabaikan oleh Tian dan Hana.
Dasar. Kalau sudah berdua lupa waktu dan merasa dirinya pemilik bumi berduaan saja. Mana sudah jam segini. Kalau lebih lama lagi akan telat.
"Ehem." Manager Raka memberi kode lewat suara kepada sang artis. Ketika Tian paham dan melirik ke depan, Manager Raka menunjuk jam yang ada di dashboard mobil.
"Iya. Aku tahu. Baby, aku harus pergi dulu." dengan nada berat.
"Iya kak. Aku juga sudah harus kembali ke sekolah." ucap Hana sambil merapihkan rambutnya.
"Oke, nanti aku janji akan menelepon. Janji." Mengangkat tangannya dengan lucu seperti Cherry.
...π»π»π»...
Di kantor majalah besar Yogue, sebuah studio dihias menjadi tempat siaran live interview dengan beberapa properti.
Dalam studio ini, Tian sudah duduk bersama dengan seorang yang yang bertugas mewawancarainya. Wawancara ini disiarkan live selama beberapa menit, sehingga ada juga camera yang menyorot mereka.
Saat kamera menyala, pewawancara itu mulai membuka sesi live interview.
Sebagai pembuka, pewawancara memulai intro menyapa penonton yang ikut menonton live interview ini. Muncul di layar bahwa ada ratusan ribu penonton sudah bergabung dalam channel u-live milik Yogue ini.
Setelah itu, barulah pewawancara mulai masuk ke inti. Menjelaskan siapa tamu yang akan diwawancarai serta biodata singkat serta pencapaian sang artis.
"Halo, tuan Tian. Saya Nara, sangat senang mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan mewawancarai anda untuk majalah Yogue edisi ulangtahun hari ini." ucap pewawancara.
"Halo Nara, senang berbicara dengan anda juga."
"Karena live interview ini hanya akan berlangsung 10 menitan saja, jadi apakah boleh kita mulai?"
"Sure." dengan senyum termanisnya.
__ADS_1
"Kita mulai dari pertanyaan pertama ya. Mungkin ini dari yang simple. Kesibukan atau kegiatan apa yang anda lakukan akhir-akhir ini."
"Saya baru saja menyelesaikan pemotretan terkakhir untuk drama terbaru saya dan juga pemotretan dengan salah satu brand parfume yang menjadikan saya salah satu brand ambassador nya. Mungkin kedepannya juga akan terlihat kegiatan promosi drama sebelum dan selama drama itu siaran."
"Wah, selalu padat ya. Apa tidak masalah sebutkan nama dan brand apa itu? Mungkin bisa di promosikan sekalian di sini. Hehe."
"Dramanya, mungkin hampir semua Tianager sudah tahu ya. Haha. Namanya Just Bite Me, untuk drama kali ini aku akan menjadi Edgard Culles, seorang artis juga. Kurang lebih kegiatan nya seperti Tian yang sekarang. Namun yang berbeda adalah...Ya. Dia bukan manusia. Tolong nantikan drama saya ya, semuanya." Tian menjelaskan dengan sangat baik tidak lupa dengan senyum.
Setelah itu, beberapa pertanyaan terus bergulir.
Pertanyaan penting sesuai dengan tema event majalah, sampai beberapa pertanyaan terkait kehidupan sang artis. Namun semua pertanyaan ini sebelumnya sudah di review oleh kedua belah pihak.
Waktu berjalan begitu cepat. Suasana live interview kali ini sangat bagus. Tian dapat menjawab semua pertanyaan dengan jawaban bagus. Kadang diselingi candaan ringan sehingga beberapa kali terdengar gelak tawa.
Di layar monitor live, beberapa memuji penampilan Tian yang sangat memukau. Komentar ini membuktikan bahwa berita gosip simpang siur kemarin sudah benar benar hilang. Penonton yang kebanyakan adalah Tianager sepertinya sudah merestui kehidupan pribadi sang artis yang memiliki sang kekasih.
Sampai akhirnya sekarang berada di penghujung live interview.
"Oke, pertanyaan terakhir apakah boleh kita mengambil dari komentar para penonton yang ikut live interview ini?" pewawancara bicara dengan hati hati.
Sebenarnya ini membuat sang pewawancara tidak nyaman. Tidak ada dalam skrip dan perjanjian awal. Namun dia terpaksa, karena disuruh oleh PD siaran saat briefing tadi. PD siaran itu mengatakan, pasti atensi penonton akan naik lebih drastis lagi kalau diberikan sesi pertanyaan dari komentar.
Dia tahu, kalau Agency Stargazer tidak suka, bisa saja kantor mereka beserta dia juga akan kena teguran setelah ini.
Semoga Tuan Tian bisa menolak dengan baik. Jadi aku tidak perlu membahayakan diriku sendiri.
Mendengar pertanyaan dari pewawancara itu, Tian melirik ke arah Manager Raka. Untuk meminta persetujuan. Tian melihat Manager Raka menyilangkan tangannya, yang berarti tidak boleh ada pertanyaan dari penonton. Sebenarnya bukan hal yang baru, kalau pertanyaan dari komentar penonton. Namun kali ini kondisinya sedikit berbeda. Kantor agency takut pertanyaan itu akan menjadi opini yang menggiring ke berita dirinya yang memiliki kekasih.
Tian tersenyum menghadap ke kamera dan pewawancara yang terlihat gugup itu.
"I'd love to. Silakan tanya dari komentar penonton. Mereka sudah menyediakan waktu untuk menonton, inilah yang bisa saya lakukan sebagai rasa terimakasih." menjawab dengan tenang.
Manager Raka berdiri dari tempat duduknya di samping lokasi siaran.
Haduh! Mau apa lagi anak ini. Selalu saja berbuat hal hal aneh. Manager Raka keringat dingin.
.
.
.
Itsumo Arigatou gozaimasu.
.
__ADS_1
.
Bersambung