Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Hari Patah Hati Riga


__ADS_3

Selepas kepergian Tian dari rumah Hana, tinggallah kecanggungan yang asing diantara Hana, Riga dan Hale.


Biasanya tiga orang ini aktif bercanda bersama, mudah sekali mendapatkan topik pembicaraan seru. Kali ini atmosfer sesak terasa dalam ruang tamu rumah Hana yang tidak terlalu luas ini.


^^^"Kak, aku mau bikin kopi. Kak Riga mau juga?"^^^


Hale bertanya, sekaligus ingin kabur dari suasana canggung ini. Dan dirinya tidak bertanya ke Hana, karena tahu kakak perempuan itu tidak suka minum kopi.


^^^"Tidak usah, Le. Thanks. Aku sebentar lagi pulang. Ingin bicara dulu dengan Hana. Boleh kan Hana?" jawab Riga.^^^


Riga memang bicara seperti itu, tapi sebenarnya dirinya sendiri bingung akan bicara apa. Yang penting ajak bicara berdua dulu. Aku tidak bisa mengatakan apapun kalau masih ada Hale, begitu tujuan utama Riga.


Hana yang ditanya, tapi Hale yang panik kebakaran jenggot. Aaaa, apa sebaiknya aku tetap berada di antara mereka berdua ya. Hale berbicara dalam hatinya.


Hana mengangguk setuju. Hana juga merasa perlu bicara dengan Riga. Sebagai teman dekat dirinya merasa tidak enak, kalau Riga salah paham. Hana sangat yakin Riga merasa kesal karena Hana merahasiakan hubungannya dengan Tian. Tapi karena tadi masih ada Hale, Hana mengurungkan niatnya.


^^^"Hm. Ya sudah. Kalau begitu aku masuk ya?" nada bertanya yang dia tujukan untuk Hana.^^^


Kak Hana! Kalau kau butuh bantuan, kau harus menahan ku sekarang, Kak Na! Dih, dia malah mengusirku dengan tangannya! Sumpah Kak Hana ini mengerti tidak sih, apa yang ingin dibicarakan kak Riga padanya. Benar-benar tidak peka!


Hale berjalan ke dapur, lalu langsung naik ke kamarnya. Ah, terserahlah, bukan masalah percintaan ku ini. Begitu pada akhirnya Hale memilih menyerah untuk ikut campur.


Hana dan Riga akhirnya bisa bicara berdua sekarang.


Riga menghempaskan napasnya kuat dan kasar.


Riga menyesali semua kesempatan yang dulu dilewatkannya. Dulu, banyak sekali kesempatan seperti saat ini, namun nuansanya berbeda. Biasa ceria, nuansa yang cocok untuk menyatakan perasaannya. Bukan nuansa canggung seperti ini.


Andai saja aku tidak terlalu memikirkan ketakutanku kalau Hana menolak. Kalau saja aku memanfaatkan semua kesempatan ku saat masih ada momen berdua dengannya. Sekarang tanpa menyatakan saja aku sudah merasa ditolak. Hah! Dasar Riga, kenapa kau pengecut sekali dari dulu.


Riga masih menunduk. Memarahi dirinya sendiri tanpa suara.


Hana melihat wajah Riga yang menunjukkan kesedihan.


Apa Riga kecewa kepadaku karena aku tidak memberitahunya terlebih dulu tentang hubunganku dengan Kak Tian? Baiklah. Karena sekarang waktunya. Aku pasti akan jelaskan supaya Riga tidak salah paham lagi.


Hana dengan kepekaan nol, malah seenaknya menduga arti kesedihan yang ada di wajah Riga sesuai pikirannya saja.


^^^"Riga...Gomenne. Hontouni Gomenasai."^^^

__ADS_1


(🌻: Riga...Maaf ya. Aku benar-benar minta maaf padamu.)


Riga mengangkat kepalanya. Mendengar pernyataan maaf Hana, malah membuat hatinya semakin sakit.


^^^"Nani ga?"^^^


(🌻:Maaf untuk apa?)


^^^"Eetoo, Dou Kana. Mae kara iitakatta kedo. Taiminggu ga warukute, ienakatta. Moshi chansu ga areba."^^^


(🌻: Hmm, gimana ya. Dari dulu aku ingin bicara ini. Tapi timingnya selalu tidak tepatadi tidak bisa ku katakan pada akhirnya. Andai saja kita ada kesempatan.)


^^^"Dakara, chansu no koto wa nan nan dayo? Hana. hontouni wakaranai no? Sukoshi Dake, wakatte kurenai no?"^^^


(🌻: Kesempatan yang seperti apa, maksudnya? Hana. Kamu sungguh tidak mengerti? Sedikit pun tidak tahu perasaanku?)


Hana cukup terkejut jawaban Riga yang terdengar kencang dan penuh emosi.


^^^"Eh? Ima, donna hanashi? Ri-riga. Nande anta wa okotteru?"^^^


(🌻: Eh? Sebenarnya kita ngomongin apa sekarang? Ri-riga. Kenapa kamu kok jadi marah? )


Riga mengusap wajahnya. Mulai mengatur luapan emosi yang ada di hatinya.


^^^"Gomen. Okottenai yo. bikkuri sasete gomen."^^^


(🌻: Maaf. Aku tidak marah. Maaf sudah bikin Kamu kaget.)


Akhirnya, Hana mulai bicara dengan bahasa. Karena dengan bahasa ibunya ini, Hana bisa mengatakan yang ingin dikatakannya jauh lebih luwes dibandingkan dengan bahasa Jepang.


^^^"Riga, aku bingung bilangnya. Tapi tentang kejadian hari ini. Tentang hubunganku dengan kak Tian. Maksudku, aku tidak pernah bermaksud menyembunyikan hal ini. Kamu teman terdekatku. Aku pasti cerita. Cuma emang ini terjadi begitu saja. Aku bahkan tidak tahu harus cerita darimana." panjang lebar Hana ingin menjelaskan. Berharap Riga, menangkap garis besarnya.^^^


Teman terdekat. Hah! Menyedihkan nya diriku. Riga makin menunduk.


^^^"Riga? Katakan sesuatu dong. Aku engga mau kamu salah paham. Aku sungguh tidak bermaksud menyembunyikan ini." Hana merasa tidak enak karena Riga belum mengatakan sesuatu.^^^


^^^"Wakatta yo. Aku memang salah paham sih. Tapi tidak apa. Aku mengerti sekarang."^^^


(🌻: Aku mengerti kok.)

__ADS_1


^^^"Eh? Beneran? Kamu masih marah engga?" tanya Hana hati-hati.^^^


^^^"Hehe. Engga kok. Kalau gitu, aku pulang ya."^^^


Tangan Riga sudah terulur menuju kepala Hana. Namun dihentikannya tepat sebelum sampai kepala Hana.


Sebelum hari ini, Riga masih bisa mengelus kepala Hana saat berpisah. Itu dilakukan karena memang mereka sudah dekat sekali. Hana pun tidak pernah menyuarakan keberatannya. Sehingga kegiatan mengelus kepala ala teman dekat itu sering dilakukan mereka berdua.


Kecuali hari ini. Dan mungkin hari-hari besok, dan seterusnya.


Mendadak Riga merasakan hatinya menjadi pilu lagi. Sepertinya hari ini, adalah hari patah hatinya. Patah Hati terbesar yang dia rasakan sepanjang hidup.


Riga menghela napasnya lagi. Entah sudah berapa kali Hana mendengar Riga menghela napas hari ini. Tapi Hana tidak akan tahu penyebabnya, kan. Tepatnya, tidak akan pernah tahu karena Riga berniat tidak memberitahunya. Riga memutuskan begitu, demi persahabatan mereka.


^^^"Mata ashita." Riga berusaha tersenyum.^^^


(🌻: Sampai jumpa besok.)


^^^"Un, mata ashita. Ki o tsukete ne."^^^


(Ya, sampai jumpa besok. Hati-hati.)


Riga mengangguk, lalu pergi pamit pulang. Hana ikut mengantar sampai teras depan. Tetap di sana sampai mobil Riga menghilang dari pandangan matanya.


Hana tahu, sejak hari ini Riga dan dirinya akan sedikit berjarak.


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimashita.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2