Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Hubungan yang Renggang


__ADS_3

Hari berganti hari.


Tak terasa sudah sebulan setelah adanya acara lamaran mendadak dan pertemuan dua keluarga Tian dan Hana.


Menjelang tayangnya drama terbaru Tian, jadwalnya sudah masuk ke kegiatan promosi. Tanggal penayangan dipercepat, dikabarkan akan tayang perdana dalam dua Minggu lagi.


Acara reality show, radio show, dan wawancara majalah bahkan televisi sudah dihadiri Tian dan lawan lainnya, Raina. Press conference pembukaan drama tersebut akan direncanakan sehari sebelum penayangan resmi di saluran televisi. Untuk itu, beberapa Minggu kedepan akan menjadi masa tersibuk untuk Tian.


Hana memberikan dukungannya lewat pesan, yang tidak pernah absen dia kirimkan untuk pacar artisnya itu. Walau kadang pesan itu baru bisa dibalas ketika Tian selesai jadwal, Hana tidak masalah. Di sekolah juga kegiatan sekolah berjalan dengan kegiatannya.


Di sekolah, meskipun bukan kendala besar, Hana memperhatikan bahwa Cherry masih saja sungkan mengeluarkan suaranya dalam berinteraksi dengan teman sebaya di kindergarten. Padahal di rumah Cherry mulai sangat cerewet, banyak berkomunikasi dengan keluarga. Sayangnya, di sekolah, Cherry seperti enggan bersuara meskipun tetap bermain, menerima pelajaran dan mengerjakan tugasnya dengan baik. Hana Ingin sekali membantu cara lain yang lebih efektif, untuk membantu masalah Cherry tersebut. Tapi bagaimana ya caranya.


"Miss Hana."


"Ah! Maaf Miss aku melamun ya. Kenapa miss Mia?"


"Anak anak sudah ada di hall olahraga dari tadi Miss. Aku kesini untuk memanggil Miss Hana. Apa..ada masalah Miss?"


Kemudian kedua guru ini berjalan bersampingan menuju hall olahraga.


"Bukan masalah sih. Cuma aku kepikiran sesuatu saja. Gimana ya caranya agar Cherry bisa berani berbicara dengan yang lain." tanya Hana.


"Iya, aku juga memikirkan hal yang sama. Mungkin memang seharusnya diberikan metode lain kali ya Miss?"


Hana masih berpikir dalam diam, sampai-sampai tidak sadar kalau mereka berdua sudah di hall olahraga.


"Miss Mia, Miss Hana. Tolong bantu saya. Stretching akan segera dimulai." ucap Riga dengan suara lumayan keras yang mengagetkan Hana.


"Baik." jawab Miss Mia dan Miss Hana berbarengan.


Sudah sejak hari itu, hari dimana Riga dan Tian bertemu langsung di rumah Hana, hubungan antara Riga dan Hana tidak lagi seperti sebelumnya. Keduanya menjaga jarak, bahkan sudah tidak pernah bercanda ria bersama. Tidak berbicara dalam bahasa Jepang berdua, hanya bicara jika berhubungan dengan kerjaan.


Hal itu dirasakan oleh karyawan sekolah lainnya. Miss Laura yang paling senang melihat hal ini. Dia jadi mendapatkan banyak waktu dan kesempatan untuk mendekati Riga sekarang.


Karena ini terlalu mencolok dan membuat banyak orang penasaran, Miss Mia dan Miss Fira, yang di sekolah adalah rekan guru yang paling dekat dengan Hana pun bertanya.


Miss Mia dan Miss Fira menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini. Akhirnya setelah kelas selesai mereka tinggal bertiga di kelas untuk beres beres. Setelah memastikan situasi aman tidak ada yang akan mendengarkan mereka, dua orang guru itu pun mulai menarik Hana untuk bicara.


"Ada apa sih Miss?" tanya Hana yang kebingungan karena tiba-tiba tangannya ditahan saat ingin istirahat keluar.


"Tolong jawab jujur kepada kami ya. Kami nih penasaran banget, Miss Hana." Miss Fira bersuara dengan pelan.

__ADS_1


"Jawab jujur tentang apa?"


"Apa Miss Hana dan Mister Riga sedang bertengkar?" tanya Miss Mia dengan jujur.


Melihat Hana yang bereaksi dengan aneh, Miss Mia dan Miss Fira saling berpandangan, mengangguk angguk.


"Jadi memang benar, Miss Mia. Mereka bertengkar." ucap Miss Fira berbisik ke Miss Mia tapi masih bisa terdengar oleh Hana.


"Bukan bertengkar. Hanya..."


Duh, aku harus mengatakan apa? Hanya menjaga jarak karena kak Tian tidak suka aku dekat dengan Riga? Gila ya. Mana mungkin aku katakan seperti itu! Hana bingung menjelaskannya.


"Hanya memang lagi jarang bicara berdua saja sih. Kalian tidak usah khawatir." Hana berkilah.


"Kami tidak percaya. Soalnya ada gosip... Eh, tidak jadi deh." Miss Fira terlihat salah tingkah, begitupun Miss Mia.


"Gosip? Gosip apa Miss?" kali ini giliran Hana yang mendesak agar mereka berbicara.


Awalnya Miss Mia dan Miss Fira masih bungkam, namun setelah dipaksa beberapa kali oleh Hana akhirnya mereka buka suara juga.


"Kata geng pegawai dalam, Miss Hana dan Mister Riga hubungannya sudah renggang, karena..." ucapan Miss Fira masih menggantung.


"Ah! Miss Mia, kamu saja yang bicara."


"Kenapa Miss Mia? Jangan membuatku penasaran."


Tidak mungkin kan? Masa rahasiaku berpacaran dengan kak Tian terbongkar? Aaaa.


"Kami tahu sih ini pasti gosip. Hanya saja, hampir semuanya bicara seperti ini. Okey. Jangan memandangi kami seperti itu Miss Hana. Katanya Miss Hana menyatakan cinta ke Mister Riga, lalu di tolak. Miss Hana tidak terima dan hubungan kalian jadi renggang karena itu. Maaf. Kami juga tidak percaya sih. Hanya... penasaran saja. Tidak benar kan?"


"Ya ampun. Ku kira gosip apa! Hahaha!" Hana tertawa lega.


Miss Mia dan Miss Fira bingung, kenapa Hana malah tertawa bukannya menjawab.


"Jadi, gosip itu benar atau tidak Miss?" tanya Miss Fira.


"Tentu tidak benar. Tapi benar juga sih."


"Hah? Maksudnya gimana?" kali ini Miss Mia yang bertanya.


"Tidak benar kalau aku menyatakan cintaku ke Riga, apalagi ditolak olehnya. Dia itu teman dekatku kan. Tapi, ada benarnya, kami memang sedang menjaga jarak." jawab Hana dengan sedih.

__ADS_1


Jauh di lubuk hatinya, dia ingin hubungannya dengan Riga tidak seperti ini. Dia menyayangi Riga yang selalu ada disisinya saat dirinya butuh. Tapi dia juga paham, kalau sekarang sudah tidak bisa sama seperti dahulu.


"Kenapa?" tanya Miss Mia lagi.


"Ehem. Aku akan cerita ke kalian. Tapi, janji ya, jangan bicara ke siapapun?"


Miss Mia dan Miss Fira mengangguk cepat.


"Kemari. Mendekat kepadaku." ucap Hana sambil melirik ke kanan dan ke kiri.


"Aku menjaga jarak dengan Riga, karena sekarang aku, ah bagaimana mengatakannya ya. Aku malu. Aku sudah punya pacar." Hana mengatakannya dengan pelan.


"Pacar?!" kompak Miss Mia dan Miss Fira berteriak.


"Hei. Suara kalian terlalu kencang!" Hana panik.


"Wah. Miss Hana, selamat ya. Hal ini harus di rayakan! Tapi aku belum mengerti kenapa kalau kamu punya pacar, dan hubungannya dengan Mister Riga?" tanya Miss Mia.


"Ah. Jangan-jangan yang benar adalah Mister Riga yang patah hati karena Miss Hana sudah punya pacar? Makanya hubungan kalian menjauh?" praduga dari Miss Fira.


"Haish. Kau ini. Dibilang aku dan Riga teman dekat. Tidak ada hubungan romantis antara kami. Jangan bicara hal yang membuat salah paham. Bukan itu kok. Pacarku, sepertinya, sedikit cemburuan." jujur Hana pada akhirnya.


Miss Mia dan Miss Fira mengangguk-anggukkan kepala mengerti. Semua sedikit jelas sekarang. Walaupun mereka masih penasaran identitas dari Hana, tapi hanya tentang itu Hana bilang belum bisa mengatakannya. Jadi keduanya menghormati keputusan itu.


Tanpa sadar, bahwa pembicaraan mereka tak lepas dari sepasang mata yang sedang elihat mereka bertiga dari jendela kelas yang tidak tertutup rapat.


Miss Laura tersenyum lalu berbalik arah menjauhi kelas dimana tiga orang guru tadi berada.


.


.


.


Itsumo Arigatou gozaimasu.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2