Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Terlalu Dekat


__ADS_3

Kembali pada flashback pembicaraan saat Cherry dan Tian ingin menjemput Hana.


"Yaah... kita pergi kemana?" tanya Cherry.


^^^"Pergi melihat banyak ikan dan pinguin. Eri pasti akan suka." jawab Tian.^^^


^^^"Holee. Eri suka banget." jawab Cherry senang.^^^


^^^"Tapi mana Miss Ana?" tanya Cherry lagi teringat sesuatu.^^^


Cherry bingung katanya mereka akan pergi bertiga dengan Hana tapi yang tadi Cherry lihat saat berangkat hanya ayahnya, Manager Raka, Sus Rita dan para paman yang badannya besar besar.


^^^"Kita jemput dulu ya Miss Hana nya." jawab Tian.^^^


Mengambil jeda beberapa menit Tian lalu mengajak bicara Cherry lagi.


^^^"Eri sayang, Eri bilang kemarin sama Ayah kalau ingin Miss Hana jadi Ibu nya Eri ya." ujar Tian.^^^


^^^"Iya, yah! Eri mau Ibu Hana." jawab Cherry semangat.^^^


^^^"Kalau begitu Eri juga bilang ke Miss Hana ya. Untuk jadi Ibu nya Eri hari ini." Tian mengajarkan putrinya.^^^


^^^"Hari ini aja, Yah?" tanya Cherry.^^^


Cherry ingin sekali Hana jadi Ibu nya, bukan hanya hari ini saja. Jadi dia sedikit sedih saat Ayahnya bicara Miss Hana jadi Ibunya hari ini saja.


^^^"Untuk sekarang hari ini dulu, nanti Ayah juga akan meminta Miss Hana jadi Ibu nya Eri lagi seterusnya. Tapi Eri harus sabar ya sayang." ucap Tian dengan senang.^^^


Senang karena ternyata putrinya terlihat sangat mendukung hubungannya dengan Hana.


^^^"Oke deh Yah!" jawab Cherry sambil mencium pipi Ayahnya.^^^


Asyik, aku akan punya Ibu! rasa senang memenuhi hati kecilnya Cherry.


...🌻🌻🌻...


Selama perjalanan, suasana ceria nan menyenangkan ada di mobil dari rumah Hana menuju mall Neo Carnaby Metropolitan yang berada di daerah Grogol. Lokasi tempat Aquarium dan Safari Jakarta Indoor terbesar di Indonesia berada.


Selama di mobil Cherry banyak bercanda ria dengan Hana. Mulai dari bermain rambut bersama, bercerita dongeng favorit Cherry, sampai hanya menonton video kartun di tab milik Cherry.


Tian sendiri cukup puas memperhatikan dua gadis manis beda usia itu.


Fokusnya banyak terdistraksi dengan leher jenjang milik Hana yang terpampang jelas karena Hana menguncir rambut ponytail tinggi.


Kali ini Tian tidak kesal, Hana boleh menguncir rambut seperti ini asal bersamanya. Kak Raka dan bodyguard yang lain juga sudah pasti tidak akan berani memandang Hana. Jadi Tian merasa tenang, tidak perlu cemas banyak yang melihat leher jenjang putih Hana itu.


Wangi rambut Hana, masih wangi stroberi. Sangat manis dan menyenangkan. Tanpa harus Tian sentuh wangi rambut Hana menyeruak di hidung mancung Tian.


Saat Tian masih asyik sendiri dengan pikirannya, ternyata Manager Raka sudah memanggilnya tiga kali. Tian sampai harus di colek oleh Cherry agar tersadar dari pikirannya itu.


^^^"Kenapa sayang?" dengan cepat Tian menguasai fokusnya kembali.^^^

__ADS_1


Cherry hanya menunjuk ke arah depan, Hana yang menggantikan Cherry menjawab.


^^^"Sepertinya kita sudah sampai tuan Tian. Kak Manager juga memanggil dari tadi." jawab Hana.^^^


^^^"Oh, begitu ya." jawab Tian dengan cengirannya.^^^


^^^"Jadi bagaimana kita masuk kak?" tanya Tian lagi.^^^


Tian melihat ke sekitar, mereka sudah berada di dalam parkiran basement Mall. Karena sekarang jam operasional Mall juga belum dibuka, jadi parkiran juga masih sepi.


^^^"Aku sudah mengaturnya untuk kalian. Tapi untuk berjaga-jaga dari wartawan atau fans yang bisa mengenali Tian, kalian harus masuk terpisah." terang penjelasan Manager Raka.^^^


^^^"Miss Hana sama Eri masuk duluan bersama Tagor, Sus Rita. Tagor bisa kan jaga mereka sendiri?" tanya Manager Raka.^^^


^^^"Sepertinya harus ditambah kan, lebih banyak lebih baik." Tian menyela.^^^


Tian tidak terlalu suka dua gadis yang disayanginya hanya dijaga satu orang bodyguard. Meski Tagor adalah bodyguard yang paling dia percaya. Tapi tetap saja keamanan dua gadis itu paling utama bagi Tian.


^^^"Aku ngerti kekhawatiran mu, tapi kalau Eri dan Miss Hana masuk duluan mereka hanya terlihat sebagai pengunjung biasa. Dengan banyak bodyguard malah mencurigakan." Manager Raka menjelaskan.^^^


^^^"Haish, kosongkan saja Mall nya seperti biasa kalau begitu." Tian mulai kesal.^^^


Hana dan Cherry hanya diam. Terutama Hana, dia hanya bisa pasrah dan menurut saja mengikuti rencana dari Manager Raka ataupun Tian.


Cih, aku harus menggunakan namamu Miss Hana untuk menghandle tuan artis menyebalkan ini. Manager Raka mulai mendekat untuk berbisik di telinga sang artis.


^^^"Apa? Kenapa lagi?" tanya Tian mode galak.^^^


Tian lalu langsung melirik tempat Hana dan Eri berada. Hana terlihat gugup berdiri hanya memandang ke bawah sambil memeluk Cherry dari belakang.


^^^"Ya sudah. Tagor jaga mereka dengan baik." ucap Tian tegas.^^^


Meski dengan perasaan tidak rela dan penuh rasa waspada, Tian memilih percaya dengan Tagor dan rencana Manager Raka.


^^^"Ayo, Ibu!" ajak Cherry dengan riang.^^^


Sesuai dengan janji Hana di mobil, untuk hari ini Cherry akan terus memanggilnya Ibu. Hana juga akan memperlakukan Cherry seperti anaknya. Meski Hana sendiri agak bingung menjadi Ibu yang seperti apa. Karena Hana belum pernah menikah apalagi punya anak sebelumnya.


Hana hanya mengikuti kemauan sang gadis kecil, juga insting keibuan yang ada di dalam dirinya. Insting yang selalu dia pakai saat mengajar anak kecil. Kata orang semua bisa memiliki insting tersebut, meskipun belum pernah melahirkan.


^^^"Pergilah duluan bersama Eri ya, Ibu Hana. Tunggu aku di dalam." ucap Tian.^^^


Apa! Perjanjiannya kan hanya Cherry yang memanggilku Ibu!


Hana tidak menyangka akan dipanggil Ibu oleh Tian. Apalagi Tian sengaja memanggil dengan nada khusus saat bagian Ibu Hana.


^^^"Ibu Hana? Kamu mendengarkan ku kan?" ucap Tian mendekat ke wajah Hana.^^^


Tian tahu saat ini Hana dalam mode malu, tapi Tian tidak pernah berhenti untuk menggodanya. Tidak pernah kehilangan ide dan modus dalam pikiran sang artis.


Terlalu dekat! Kamu terlalu dekat, sengaja ya dia! Huhu. Hatiku rasanya ingin meloncat keluar, Hana berteriak dalam hati.

__ADS_1


^^^"I-iya dengar. Kalau begitu kami duluan. Ayo Cherry." balas Hana sambil menjauhkan kepalanya dari Tian yang mendekat.^^^


Tian tertawa tertahan, saat melihat Hana sudah merah padam.


I can't hold anymore. Aku akan menyatakan perasaanku secepatnya, pergolakan batin Tian.


Padahal beberapa menit lalu, dia sudah meyakinkan diri agar perlahan memperlihatkan perasaannya kepada Hana. Namun, sepertinya Tian ingin berusaha lebih lagi karena meliat reaksi Hana yang seakan tidak menolak dirinya.


Hana lekas turun dari mobil bersama Cherry dan Tagor. Di luar mobil sus Rita sudah menunggu karena sudah di berikan instruksi langsung dari Manager Raka lewat pesan sebelumnya.


Selang berapa menit, menyusul Tian, Manager Raka dan bodyguard lainnya masuk menuju aquarium.


Tagor berjalan di dekat Hana dan Cherry sambil menunjukkan arah dimana letak lokasi bos kecil dan keluarga nya akan bermain seharian.


Sesaat tiba di lokasi, baik Cherry maupun Hana sangat menyukai pemandangan aquarium indoor ini.


Berlatar belakang seperti sedang di dalam laut, dari kaca aquarium besar ini kita dapat melihat langsung ikan-ikan yang berenang. Ada ikan hiu, ikan pari, sampai ikan-ikan laut lainnya yang warna dan bentuknya sangat lucu.


Wah, ini sih indah banget. Hana takjub dengan pemandangan segar di depan matanya.


"Kamu suka?"


Deg.


Hana berbalik, ternyata Tian sudah berada di belakang tubuhnya persis. Aroma maskulin menyeruak di hidung Hana karena tubuh mereka hampir tidak berjarak.


Hahaha. Dia menelan ludahnya. Dia pasti berdebar sama sepertiku, gumam Tian sambil tersenyum lebar.


"Su-suka pemandangannya kan. Hehe suka banget. Cherry ayo masuk bergandengan." Hana yang salah tingkah berusaha menyelamatkan dirinya dengan mencari Cherry. Tapi usahanya belum berhasil karena lagi lagi dia tercekat dengan sikap seenaknya sang artis.


Astaga. Tanganmu tuan!


"Tunggu dulu, jangan masuk dulu. Kita cicip welcome drink & meal disebelah sana." ucap Tian sambil menarik tangan Hana untuk mendekati meja yang menyiapkan welcome drink dan meal.


Hana keringat dingin. Tangan satunya menggandeng Cherry, tapi tangan satunya lagi di genggam oleh Tian, orang yang susah payah untuk tidak disukainya.


Hana pun pasrah mengikuti kemauan Ayah dan anak di hari ini.


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimashita.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2