
Setelah panggilan video bersama Hana tadi pagi, Tian terus tersenyum seharian.
Semakin lama, perasaannya semakin berkembang. Memikirkan besok akan bertemu lagi dengan Hana saja sudah membuat dirinya tidak sabar untuk datangnya hari esok.
Tian jadi teringat dia harus bicara dengan Manager Raka, untuk membantunya menyiapkan rencana main bertiga dengan Hana dan Cherry.
Tian mengambil handphonenya yang tadi di letakan di nakas samping kasur, lalu memencet nomor kontak untuk menelpon Manager Raka. Sambungan telepon pun diangkat, mereka berdua mulai berbicara.
^^^Panggilan telepon.^^^
^^^"Halo? Ku kira aku akan mendapatkan hari libur hari ini." ucap sarkas Manager Raka.^^^
Walau sudah menduga bahwa akan ada hal aneh di hari libur yang akan di dapatkannya karena sang artis minta cuti dari jadwal keartisan sementara. Tapi Manager Raka tidak menyangka di telepon secepatnya ini.
^^^"Hari ini sampai Minggu memang hari libur kan. Tapi aku mau minta tolong yang lain, Kak." jawab Tian dengan santai.^^^
Tian sama sekali tidak menggubris kata kata sarkas managernya. Karena Tian tidak tahu lagi harus meminta bantuan siapa lagi kalau bukan kepada Manager Raka.
^^^"Bantuan apa lagi? Apa ini tentang Miss Hana?" tanya Manager Raka tepat sasaran.^^^
Tian sampai bingung kenapa firasat Manager Raka selalu tepat kalau berkaitan dengan tindakan yang sudah maupun akan Tian lakukan.
^^^"Benar kan?" tanya Manager Raka lagi karena Tian belum menjawab pertanyaannya.^^^
^^^"Sial. Kau memang selalu mengerti diriku ya kak. Bikin merinding saja." ucap Tian.^^^
^^^"Aku anggap itu pujian. Aku kan memang Manager serbabisa. Kalau hanya menebak apa yang kau inginkan itu sangat mudah." balas Manager Raka.^^^
Karena sikap agresifmu terlalu terang-terangan tau, tambah Manager Raka dalam hati.
Tian hanya senyum, sebuah cengiran andalannya. Lalu berkata lagi.
^^^"Besok aku akan bertemu lagi dengan Hana. Kami akan bermain bertiga bersama Cherry juga. Sebaiknya kami kemana ya kak?" tanya Tian.^^^
^^^"Jadi kali ini ngedate bertiga? Seperti keluarga kecil dong." goda Manager Raka.^^^
^^^"Hahaha. Kau bisa saja membuatku senang." balas Tian senang.^^^
^^^"Kalau begitu, pergilah wisata sekaligus kencan seperti keluarga kecil." sebuah ide muncul di pikiran Manager Raka.^^^
Kalau urusan membuat jadwal untuk sang artis, Manager Raka memang bisa diandalkan. Jadi Tian selalu percaya dengan jadwal yang dibuat sang manager.
^^^"Oke, seperti biasa ya kak. Tolong bantu aku juga kali ini. Hehe." pinta Tian seperti kepada kakaknya sendiri.^^^
__ADS_1
^^^"Got it. Serahkan saja padaku. Kau bilang saja sama Miss Hana untuk bersiap dari pagi." ucap Manager Raka hati-hati.^^^
Dia tau untuk urusan ini, Tian pasti tidak mau dibantu lagi.
^^^"Tentu saja, menghubungi Hana jadi urusanku kak." balas cepat Tian.^^^
Tuh kan, kesal lagi suaranya. Oke ku beri obat penawar kesal saja, batin Manager Raka.
^^^"Tian, aku punya sesuatu untukmu. Kau pasti akan menyukainya. Aku lupa memberikannya dari dua hari lalu." ucap Manager Raka.^^^
^^^"Apa?" tanya Tian masih agak kesal.^^^
Makin kesal karena sekarang Manager Raka berubah sok misterius tentang sesuatu yang akan dikasih untuknya.
Kalau memang harusnya dikasih dua hari lalu, kenapa kau baru memberikannya sekarang. Apa ini hal yang tidak menyenangkan? Tian sudah negatif thinking kepada Managernya.
^^^"Sabar dong, Bro. Kau ini bawaannya kesal terus deh. Ku berikan nanti di pesan gambar. Tutup dulu teleponnya." ucap Manager Raka lagi.^^^
^^^"Oke, bye." Tian langsung menutup telepon tanpa basa-basi.^^^
Dih, Sialan. Ya engga langsung tutup gitu juga kali. batin Manager Raka ikut kesal.
Tak lama suara dering pesan masuk di handphone Tian. Tian langsung membuka pesan gambar yang dikirimkan oleh Manager Raka.
Walau difoto dari belakang, terasa sekali suasana yang membuat hati sang artis menjadi menghangat. Mereka bertiga sudah terlihat seperti keluarga kecil, bahkan dari awal pertemuan bertiga mereka.
Apalagi terlihat sekali wajah Tian yang sedang memandang kesamping melihat wajah Hana. Tian tersadar kalau dia sudah benar benar menyukai wanita cantik itu sejak awal.
^^^"Kalau sampai tidak mengetahui perasaanku walau aku sudah terlihat seperti orang bodoh seperti itu, berarti kau yang aneh Hana." ucap Tian sendirian.^^^
Dia tersenyum memandangi foto yang akan dikenangnya itu.
...π»π»π»...
Di tempat berbeda, sebuah rumah sakit di Jakarta. Rainy yang duduk di kasur rumah sakit, masih diam memandang ke luar jendela.
..."Kak Sil, apa dia akan datang ke sini lagi?" tanya Rainy dengan lemahm...
^^^"Maksudnya Kak Raka?" tanya Silvia balik.^^^
Silvia yang sedang mengupas apel jadi terhenti sesaat karena akhirnya Rainy mau bicara.
Mungkin karena masih trauma atau masih lemas, Rainy belum bicara sejak kemarin sadar di rumah sakit.
__ADS_1
Sekarang kondisinya jauh lebih baik karena sudah dapat penanganan dari dokter yang berkualitas, tapi tetap saja Rainy terlihat belum bersemangat.
^^^"Kamu ingin aku telepon kak Raka, hmm?" ucap Silvia lagi karena Rainy tidak menjawabnya.^^^
Silvia tahu cerita tentang Manager Raka dari artisnya. Rainy memang mengatakan bahwa ia sangat menyukai Manager Raka dari awal masuk agency Stargazer. Kalau dari cerita Rainy, saat awal masuk Manager Raka juga sudah menolongnya, karena alasan itu jugalah Rainy jadi menyukai Manager Raka dalam diam.
Tapi Silvia sendiri tidak tahu cerita jelasnya, karena Silvia baru menjadi manager Rainy setelah menggantikan manager pertama yang mengurus Rainy.
^^^"Apakah kalau kita telepon, dia akan datang? Aku ingin berterima kasih lagi. Sudah dua kali Manager Raka menyelamatkanku." akhirnya Rainy bicara melirik ke Silvia.^^^
^^^"Ku dengar tuan Tian sedang mengambil liburnya. Ku rasa kak Raka juga jadi libur kan kalau artisnya tidak ada jadwal. Kita coba saja dulu ya?" tanya Silvia sambil mengelus rambut Rainy.^^^
Rainy pun tersenyum, mengangguk setuju.
Silvia memang awalnya tidak sedekat ini dengan artisnya. Tapi karena waktu bersama mereka dan sikap Rainy yang tulus, Silvia sekarang sangat menyayangi artisnya ini seperti adiknya sendiri.
^^^"Aku kirim pesan dulu ya, ke kak Raka." ucap Silvia.^^^
Setelah menunggu beberapa menit, balasan pesan dari Manager Raka datang. Silvia dengan berat hati membaca balasan dari Manager Raka.
"Hmm, katanya kak Raka ada urusan jadi tidak bisa kesini dulu. Tapi dia mendoakan agar kau cepat sehat kembali Rai." ucap Silvia.
Rainy terlihat kecewa, tapi dia juga seperti sudah mengetahui jawaban dari Manager Raka.
Manager Raka pasti hanya menolong dirinya dengan tulus saat itu. Tidak seharusnya Rainy berharap lebih.
Iya. Tak apalah. Kak Manager juga tetap mendoakan ku kan. Aku cukup senang.
Rainy pun bisa tersenyum kembali.
.
.
.
yonde kurete itsumo arigatou gozaimasshita.
.
.
Bersambung
__ADS_1