Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Panggil Senyamannya


__ADS_3

Masih dalam suasana makan malam, di salah satu ruangan private restoran Jepang.


Hana menahan napasnya mendengar perkataan sang artis Idola. Jantungnya berdetak tidak karuan.


Deg.


Nge..date? Aku sudah berusaha tidak berpikir kesana, tapi tuan Tian bilang kita ngedate? gumam Hana di hatinya.


^^^"Hehe. Kenapa malah tegang begitu. Aku hanya bercanda Miss Hana." ucap Tian.^^^


Tian ingin menggoda lagi, tapi tidak tega melihat raut muka tegang Hana. Tian hanya ingin Hana bisa rileks saat makan malam bersamanya sekarang ini.


^^^"Kamu benar kok, aku mengundang makan malam karena ingin menyerahkan ini kepada Miss Hana." ucap Tian lembut.^^^


Tangannya menyerahkan amplop berisi rekam medis dan catatan terapi Cherry yang didapatkan setelah konsultasi dengan Dokter Nuel beberapa hari lalu. Terlihat Hana menghela napasnya pelan. Terlihat sedikit rileks. Tian pun semakin tersenyum.


Menggemaskan.


Saat Hana ingin membuka amplop itu, Tian berbicara lagi.


^^^"Ah, bacanya nanti saja. Sebaiknya kita pesan makan dulu ya. Aku tadi baru memesan minum. Miss Hana juga coba cek menu dulu ya." ujar Tian.^^^


Tangannya memencet bel yang ada di meja, tak lama pelayan wanita berpakaian kimono keluar dari ruangan samping berpintu geser. Pelayan itu menyerahkan dua menu kepada mereka.


Wah, kertas menunya saja terlihat fancy dan mahal, ucap dalam hati Hana penuh kekaguman.


Hana yang pernah merasakan tinggal di Jepang tentu sangat familiar dengan semua masakan Jepang. Hana biasa makan di restoran Tabehoudai, ataupun kelas Izakaya Tradisional Jepang. Tapi untuk Private Japanese Fine Dining Restaurant seperti sekarang, ini pengalaman pertamanya.


(🌻: Tabehoudai seperti sistem All You Can Eat, sedangkan Izakaya adalah kedai makanan yang menyediakan makanan Jepang dan minuman beralkohol.)


^^^"Ehm, saya ikut Tuan Tian saja."^^^


Akhirnya Hana memutuskan cara simple. Karena Hana saja sudah pusing lihat harga yang ada di menu. Pusing dan kesal sebenarnya, karena makanan Jepang yang biasa dia makan harganya jadi tiga kali lipat saat masuk di menu restoran ini.


^^^"Jangan terlalu formal gitu, panggil senyamannya saja Miss. Tian saja ya." ucap Tian.^^^


^^^"Tapi...kan.." jawab Hana ragu.^^^


^^^"Gapapa. Kalau cuma berdua, kamu manggil aku kamu aja ya. Hehe." modus sang artis.^^^


Hana tidak mampu menjawabnya. Bagaimana bisa Tian sesantai itu meminta panggilan yang menambah kesan sedang berkencan seperti itu.


Duh, aku mana bisa. Dan lagi kita tidak berdua Tuan! Ada pelayan wanita itu disini! gumam Hana melirik pelayan wanita yang terlihat menahan senyum.


Tanpa mendengar jawaban lain, Tian langsung melanjutkan perkataannya.


"Kalau tidak ada request khusus, Shall we order Omakase menu? Kamu oke engga Miss Hana?" tanya Tian lagi.


^^^"Eh, Omakase menu? Itu...kan...mahal sekali..." ucap Hana lirih.^^^


(🌻:Omakase adalah sebuah tradisi pada tempat makan atau restoran di Jepang yang membiarkan koki memilih pesanan Anda. Kata Omakase sendiri memiliki arti berarti “Saya akan menyerahkannya kepada Anda.” )

__ADS_1


^^^"Miss Hana engga suka ya?" tanya Tian memastikan.^^^


Tian ingin memastikan kenyamanan Hana, dia ingin makan malam hari ini meninggalkan kesan terbaik untuk Hana ingat.


^^^"Eh, bukan begitu kok. Saya..A-aku ikut Tuan Tian saja." jawab Hana cepat.^^^


Tian hatinya berbunga, mendengar Hana mencoba sarannya langsung.


^^^"Okay, kita berdua Omakase ya." kata Tian ke pelayan berkimono tadi.^^^


Pelayan itu mengangguk dan undur diri. Sebelum itu, pelayan berjalan ke dinding samping, yang ternyata juga pintu geser. Pintu geser itu terhubung langsung dengan dapur seorang chef langsung orang Jepang.


Wah, ternyata itu Mushiko Mado! Dan dimasak langsung kokinya! Hana tidak tahan untuk merasa takjub dalam hatinya.


(🌻: Mushiko Mado adalah pintu geser ala Jepang dengan panel kayu kecil.)


Tian memeperhatikan mata Hana yang berbinar-binar. Syukurlah dia menyukainya, gumam Tian dalam hati.


^^^"Hmm, kamu suka banget masakan Jepang ya Miss Hana. Eri juga loh." ucap Tian. Memancing percakapan menggunakan topik putrinya.^^^


^^^"Oh ya? Jarang aku liat orang kita yang suka masakan Jepang dari kecil. Cherry suka makan apa?" tanya Hana dengan semangat.^^^


^^^"Suka Oyakodon. Sebenarnya Eri juga suka semua yang ada telurnya. Tamagoyaki. Bahkan telur ceplok. Hehe." terang Tian.^^^


^^^"Gemesin banget sih, Cherry." ucap Hana. Hana gemas membayangkan Cherry yang lahap makan makanan yang disebutkan tadi.^^^


^^^"Iya sama aku juga gemes." ucap Tian tanpa sadar.^^^


Hana kebingungan. Maksudnya apa?


^^^"Maksudnya aku saja ayahnya juga gemes sama Eri" kilah Tian.^^^


Hampir saja keceplosan! gumam Tian.


^^^"Ah, ngomongin Eri, setelah Miss Hana pulang dari rumah kami. Eri banyak cerita." ^^^


Tian jadi bersemangat menceritakan kejadian langka kemarin.


^^^"Eri cerita akan masuk sekolah dengan semangat sekali. Terima kasih ya Miss Hana." tambah Tian.^^^


^^^"Oh ya? Senang dengarnya. Cherry memang anak yang riang sih ya, tuan." Hana tak kalah semangat. ^^^


^^^Topik Cherry memang berhasil membuat suasana tegang jadi mencair.^^^


^^^"Kalian melakukan apa saja kemarin?" tanya Tian.^^^


Hanya topik basa-basi percakapan saja padahal Tian sudah tahu ceritanya dari Cherry kemarin.


^^^"Kegiatan kami kemarin hanya menggambar saja Tuan. Tapi Cherry banyak sekali menceritakan hal hal yang dia suka selama sesi menggambar itu." tambah Hana menjelaskan.^^^


^^^"Oh ya? Haha. Dia pasti bilang suka sekali Rapunzel dan Stroberi, ya?"^^^

__ADS_1


^^^Tian bertanya lagi.^^^


^^^"Iya. Hehe. Cherry juga bertanya bagaimana caranya agar berambut panjang seperti putri Rapunzel. Saya agak bingung jawabnya. Jadi saya hanya bilang rajin mencuci rambut saja." celoteh Hana tanpa sadar.^^^


^^^"Oh ya? Lalu apa lagi?" Tian hanya senang bertanya memancing Hana bercerita lagi.^^^


^^^"Oh! Cherry juga bercerita kejadian waktu Tuan mengajaknya makan es krim dan banyak datang mengerubungi kalian. Katanya saat itu ayahnya sangat keren. Eh?! Maaf aku jadi terlalu banyak bicara ya tuan."^^^


Hana langsung tersadar, sedikit malu karena daritadi hanya dirinya yang bersemangat cerita. Sudah begitu, Hana juga tanpa sadar ikut mengatakan kalau Tian keren tadi.


Duh, malunya aku.


^^^"Hahaha. Tidak apa. Saya senang juga dengarnya. Padahal Miss Hana baru bertemu Eri sehari. Tapi sudah seperti dekat dalam waktu lama." ucap jujur Tian.^^^


Sejak Eri cerita kemarin Tian sudah senang karena awal perkenalan Cherry dan Hana berjalan baik. Sangat baik malahan Cherry tidak berhenti tersenyum dalam bercerita soalnya. Tapi mendengar lagi cerita dari sisi Hana di hari ini membuatnya semakin merasa senang.


Cherry sepertinya berhasil mengambil hati gurunya. Tinggal ayahnya juga harus dapat hatinya nih. Tian agak tersenyum geli mendengar kata hatinya sendiri.


Lagi-lagi terlintas suatu ide modus dalam pikiran Tian.


^^^"Karena kita membicarakan Eri dari tadi, bagaimana kalau sekalian kita video call dengannya?" tanya Tian.^^^


^^^"Eh sekarang tuan? Memangnya sekarang Cherry belum tidur?" tanya Hana.^^^


Hana melirik arlojinya, waktu menunjukkan jam tujuh lewat dua puluh menit.


^^^"Belum kok. Jadi kita video call Eri ya Miss Hana?" tanya Tian.^^^


Menurut Hana ini bukan ide yang buruk, karena Hana juga bingung mencari topik percakapan lain selain sekitar Cherry.


^^^"Ehm, boleh deh Tuan. Cherry sedang dimana Tuan? tanya Hana.^^^


^^^"Cherry dan sus Rita, sedang di rumah orangtuaku. Ehm kalau begitu aku duduknya pindah ke sampingmu sebentar ya." ucapnya lagi.^^^


Lagi-lagi tanpa menunggu jawaban dari Hana Tian sudah berjalan dari bangku depan Hana pindah duduk ke sisi samping Hana. Hana tercekat dalam jarak sedekat ini, Hana tidak bisa mengatur napasnya dengan baik.


Duh, kenapa harus pindah segala sii, teriakan Hana dalam hati.


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimashita.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2