
Setelah dua hari lalu, Tian menghubungi kepala sekolah David untuk mengundang beliau dan Hana datang ke rumahnya, Tian sangat menunggu hari ini tiba.
Pertemuan keduanya dengan Hana.
Atau mungkin sebenarnya pertemuan resmi kedua mereka. Tian sudah mengetahui fakta bahwa Hana adalah fansnya yang pernah ikut fan meeting sampai dua kali.
Dia mengakui sedikit tertarik dengan wanita yang bernama Hana Jasmine, guru kindergarten tempat putrinya akan bersekolah. Tapi dia belum mau mengatakannya pada siapapun. Terlebih, Tian masih ingin memberikan fokus perhatian untuk putrinya seorang, Cherry. Tapi sudah kurang lebih seminggu ini, pikirannya sedikit terganggu oleh bayangan Hana.
Dulu Tian pernah jatuh cinta, tapi dia merasa perasaannya kali ini sangat berbeda. Tian sangat ingin dekat dengan Hana, dan berharap Hana juga dekat dengan putrinya. Tian juga kesal bila membayangkan Hana memiliki pacar, sehingga dia merasakan kembali kecemburuan yang beberapa waktu lalu ia rasakan saat melihat foto rangkulan Hana dengan adiknya. Tian bahkan tidak suka kalau ada kemungkinan Manager Raka juga menyukai Hana.
Berbeda saat hubungannya dengan mendiang istri, Cristal.
Cristal adalah fashion stylist yang bekerja di perusahaan agency yang menaungi Tian, Stargazer. Umur Cristal dan Tian juga berjarak cukup jauh, Cristal lebih tua tiga tahun darinya. Rasa nyaman yang tumbuh dikarenakan aktivitas dan intensitas pertemuan mereka yang sering, entah perasaan ingin melindungi datang dengan sendirinya. Cristal satu satunya lawan jenis yang dekat dengan sang artis pada saat itu.
Tian awalnya menganggap Cristal seperti kakak perempuannya karena selalu perhatian dan ada saat dia butuh. Oleh karena itu, Tian ingin melakukan hal yang sama untuk Cristal.
Mereka menikah dengan rencana yang sudah ditentukan oleh Dave Alexander, dan berpisah karena kematian. Tidak banyak momen yang diingat Tian setelah menikah dengan Cristal. Sehabis masa hiatusnya setelah Cherry lahir, Tian jadi jarang sekali pulang dikarenakan kesibukannya.
Ketika Cristal meninggalkan dunia, Tian merasakan penyesalan yang dalam hingga sempat memutuskan tidak memikirkan dirinya menikah lagi.
Ricky Sebastian Alexander, tidak pernah mengejar wanita duluan. Sehingga perasaan yang baru ini membuat Tian merasa bingung, harus bagaimana dirinya bersikap sekarang kepada Hana.
Tian merasa pesona artis Casanova yang selalu dielu-elukan orang-orang itu bukan murni karakter dirinya, melainkan hasil dari akting dari karakter yang pernah dibintanginya. Akting lebih mudah daripada mejalani realita yang dihadapinya sekarang.
Tian ingin mengejarnya tapi tidak tahu dengan alasan apa. Lagipula perasaan fans tidaklah sama dengan perasaan cinta kepada pasangan. Ada kekhawatiran pada dirinya, takut akan ditolak kalau dia terburu-buru menyatakan perasaan.
Lalu, tuan artis yang galau ini juga belum mau meminta bantuan kepada Manager Raka. Karena dia tahu managernya itu akan meledek dirinya habis-habisan.
Padahal Manager Raka sudah terbukti sangat ahli untuk mengatur dan membuat rencana menjadi sesuai harapan Tian selama ini. Segala hal yang diurusi oleh Manager Raka selalu on track, on time and perfect.
Manager Raka dipilih menjadi manager muda yang bertugas mengurus artis terkenal, pastilah karena kemampuan hebatnya sebagai Manager diakui top management dari perusahaan agency tempatnya bekerja. Boss perusahaan agency Dave Alexander sangat percaya bahkan sudah mengganggap Manager Raka sebagai bagian keluarganya, dikarenakan dedikasi dan loyalitas sang manager yang luar biasa hebat itu.
Aku harus menulis skrip perjalanan percintaanku sendiri. Aku juga yang akan jadi sutradaranya. Tenanglah memangnya ada yang tidak bisa seorang Tian lakukan? -Tian
Kepercayaan dirinya sangat penting untuk kondisinya sekarang. Tian terus menyemangati dirinya sendiri. Dan akhirnya Tian berhasil menemukan alasan adanya pertemuan di hari ini.
Misi pertamanya adalah mendekatkan putrinya dan Hana, lalu dia akan mengikuti alur selanjutnya.
Ini adalah misi penting. Karena bagi Tian, tidak ada kriteria khusus untuk calon istrinya jika nanti menikah lagi, syarat utamanya adalah diterima Cherry dan menerima Cherry.
Misi ini sudah berkembang jauh dari tujuan awal.
__ADS_1
Padahal tujuan awalnya, Tian hanya ingin memastikan kenyamanan dan semua kepentingan Cherry di sekolah. Tian tidak pernah menyangka kalau dirinya malah menjadi tertarik dengan calon guru putrinya.
Anggap saja bonus. Wanita yang bisa dekat dengan Eri, juga dengan ayahnya, gumam Tian.
Demi misi pertemuan hari ini, Tian rela meminta Managernya mengatur ulang jadwal yang seharusnya dijadwalkan di hari ini, agar dimajukan cepat dan harus diselesaikan kemarin.
Ajaibnya, meski dengan mengomel dan protes terdengar dari sang manager, jadwal yang seharusnya adalah jadwal dua hari, bisa selesai dalam satu hari full kemarin. Sehingga Tian mendapatkan hari liburnya di hari ini.
Hari ini pun, Tian bangun dengan suasana hati dan fisik yang cerah. Tidak ada tanda kelelahan dari dirinya padahal kemarin dia lembur dan baru pulang dini hari.
Dia yang memilih dengan teliti baju yang ingin dipakai. Cukup aneh, karena jadwalnya hanya seharian di rumah jadi tidak ada kamera yang akan mereview atau mengulas caranya berpakaian jadi tidak ada alasan khusus Tian harus berpikir keras tentang caranya berpakaian sekarang.
Jiwa perfeksionisnya muncul, Tian ingin terlihat fresh dan tampan meski dalam suasana rumah. Dia bahkan menata rambutnya demi bertemu Hana hari ini. Tian ingin meninggalkan kesan si tampan yang casual di dalam rumah.
Tibalah waktu yang ditunggu Tian, momen mereka hanya berdua, eh bertiga dengan putri kecilnya.
Saat ini Tian, Cherry, dan Hana sudah berada di dalam kamar tidur Cherry, tepatnya di ruang yang agak luas tanpa sekat yang nantinya akan menjadi ruang belajar untuk Cherry.
Hana masih asyik berbincang dengan Cherry menggunakan bahasa isyarat, dia berusaha tidak menghiraukan pandangan Tian yang terus lekat memperhatikan dirinya dan juga Cherry.
Dia hanya sedang melihat putri dan gurunya. Kau tidak perlu berdebar untuk hal seperti ini, Hana.
Berkali kali dia memperingatkan dirinya agak tetap sadar dan tidak salah paham.
Hana akhirnya menyerah dia tidak bisa fokus kalau orang yang duduk di sebelah Cherry ini terus memperhatikan dirinya dan Cherry. Jadi Hana memberanikan diri membuka suara.
^^^"Maaf tuan Tian, apa boleh saya meminta waktu berdua untuk berkenalan dengan Cherry."^^^
^^^-Hana^^^
Tian melihat ke arah Hana lebih intens, terlihat dari matanya Tian tidak suka kata-kata dari Hana barusan.
Cherry jadi ikut menunggu pembicaraan orang dewasa di sampingnya. Cherry tidak keberatan berduaan saja dengan Hana, karena tadi Hana bilang ingin mengajarkan menggambar. Tapi dia juga tidak terganggu dengan kehadiran ayahnya di sampingnya. Jadi, Cherry diam saja mengikuti kemauan dua orang dewasa ini.
Ya ampun, apa dia tersinggung? -Hana
^^^"Itu..maksud saya, saya ingin coba melakukan pendekatan metode mengajar nanti. Apa saya boleh mencobanya sekarang berduaan saja dengan Cherry." Hana mencoba menjelaskan.^^^
^^^"Huh, kau benar-benar mengusirku? Lakukanlah apa yang harus kau lakukan, jangan pedulikan aku."^^^
^^^-Tian^^^
__ADS_1
Duh, gimana sih cara bilangnya ke orang ini. Kalau kehadirannya itu tidak mungkin tidak ku pedulikan kan! -Hana
Hana kehilangan kata-kata dan keberanian untuk menjawab Tian lagi. Akhirnya Hana pasrah ingin melanjutkan kegiatannya bersama Cherry, dan coba mengacuhkan saja artis tampan di sebelahnya itu.
Eh, apalagi sekarang, batin Hana.
Tian sudah menyentuh rambut panjang Hana yang dikuncir. Tian menyentuh dari ujung rambut yang sengaja di keritingkan Hana, juga agak naik ke tengah rambut. Gerakan Tian membuat Hana mengentikan pembicaraannya dengan Cherry, membatu tidak tahu harus bersikap apa.
Duh, kenapa sih tanganmu itu Tuan artis. -Hana
^^^"Kenapa berhenti? Lanjutkan."^^^
^^^Tanya Tian cuek.^^^
Cherry yang melihatnya ikut terheran, sedang apa sih ayahnya, pikir Cherry.
^^^"A..yah, nga..pain?"^^^
^^^(Baca: ayah sedang ngapain?)^^^
^^^"Oh, ini ayah sedang memegang rambut Miss Hana. Panjang kan seperti yang ayah bilang ke Eri, seperti rambut putri Rapunzel. Coba Eri juga sentuh."^^^
^^^-Tian^^^
Apa! -Hana
Kenapa malah menyuruh putrinya ikut kegiatan aneh menyentuh rambutku?
Aaa, ingin Hana berteriak dalam hati.
.
.
.
Itsumo arigatou gozaimasu, mina-san
.
.
__ADS_1
Bersambung