
Mobil milik kepala sekolah David mulai memasuki kawasan elit di daerah Jakarta Selatan.
Dari gate depan saja tidak sembarang orang bisa masuk kawasan ini. Sistem masuk dan keluar hanya ada satu, atau biasa disebut one gate. Ada bangunan yang menyerupai kantor kecil, bukan seperti pos satpam seperti pada umumnya kompleks perumahan. Di sana ada petugas keamanan dan petugas yang lebih seperti receptions yang ada di lobby hotel dan apartement.
Rumah-rumah yang ada di kawasan elit ini milik dari para publik figure yang mengutamakan privasi dan keselamatan keluarganya dari para wartawan maupun fans fanatik.
Total jumlah rumah mungkin hanya terdiri dari puluhan hunian saja, yang jarak antar rumah bertetangga nya pun cukup jauh. Mirip dibilang cluster kawasan elit, karena hampir semua bangunan rumah tanpa pagar pembatas yang tinggi. Lebih banyak dibatasi dengan tanaman dan halaman yang luas saja. Sebut saja kawasan elit ini semacam Beverly Hills-nya kota Jakarta.
Hana masih takjub dengan kemewahan yang tersaji di depan matanya. Meskipun Hana termasuk ke dalam keluarga yang beruntung secara finansial, bahkan Ayahnya bisa sampai menyekolahkan dirinya ke luar negeri sebelum akhirnya dapat beasiswa, tetap saja kesenjangan strata sosial yang dia rasakan sangat besar. Hana tidak pernah menyangka kehidupannya akan banyak berubah dan mengalami hal hal menakjubkan setelah pertemuan pertamanya dengan walimurid artis terkenal itu.
Rumah Tian dan keluarga ada di tengah kawasan elit, seperti berada di jantung dari kawasan itu sendiri. Kebanyakan dari rumah hunian disini memang memiliki fasilitas pribadi seperti kolam renang, gym, ataupun lapangan tenis sendiri. Tapi sepertinya fasilitas dari rumah Tian lebih banyak dan luas tanah juga rumah itu lebih besar dibandingkan rumah hunian di sampingnya. Buktinya, mobil kepala sekolah David harus memutari halaman dan lapangan tenis dari rumah Tian untuk mencapai pintu halaman depan untuk mobil biasa parkir.
Sudah sampai di depan halaman rumah sang artis, masih harus lapor lagi dengan bodyguard dan kepala keamanan. Sungguh orang yang sangat waspada dan protektif.
Setelah dapat ijin dari pemilik rumah, bodyguard mengantarkan tamu masuk sampai ke depan pintu. Mobil kepala sekolah David dititipkan diluar, dibantu parkirkan oleh salah satu bodyguard.
Waktu masih menunjukan waktu yang belum bisa disebut siang hari, tapi juga sudah melewati pagi.
Sebelum mencapai pintu depan, sudah ada seseorang yang menyambut mereka. Wanita cantik dengan berpakaian baju rumahan simple tapi tetap terlihat berkelas.
Wah, cantik sekali. Siapa ya ini?
Hana malah terpana karena kecantikan Bella yang menyambutnya. Bella tanpa canggung memberi salam dan memeluk tamu tamu didepannya, termasuk Hana.
Pikiran Hana agak rumit saat menebak siapa sebenarnya wanita cantik ini. Kalau ada di rumah yang sama dengan Tian dan Cherry, apakah artinya dia.. ibu sambung Cherry yang di rahasiakan publik? Pikirannya sibuk kesana kemari dia hanya terpikir kemungkinan yang biasanya terjadi di dalam drama yang biasanya Tian bintang. Hana agak refleks bertanya.
^^^"Apakah nona ini adalah ibu Cherry?"^^^
^^^-Hana^^^
Bahkan Hana, yang bicara saja sangat terkejut. Awalnya dia merasa bertanya dalam hati saja, kenapa malah terucap keluar. Hana sangat merasa bodoh dan tidak enak. Terlebih Hana melihat kepala sekolah David dan Bella sama sama terkejutnya dengan dirinya. Dua orang itu pun jadi tertawa mendengar pertanyaan Hana.
^^^"Haha. Bukan kok. Aku tantenya Cherry. Kenalkan namaku Bella."^^^
^^^-Bella^^^
__ADS_1
Kata kata Bella sangat ramah dan senyumnya juga sangat menawan. Eh, sepertinya mukanya juga pernah di lihat oleh Hana. Hana langsung tersadar kalau orang yang di depannya adalah influencer untuk bidang make up wanita. U-liver yang cukup punya nama dengan pengikut di channel u-live sampai dengan 700 ribu. Hana meraih tangan mulus Bella dengan santun dan membalas salam perkenalan Bella.
^^^"Maaf nona Bella. Kenapa aku bisa tidak mengenali nona, bahkan aku salah satu pengikutmu di channel Bellatrix. Aku suka sekali yang video make up unicorn theme. Senang bertemu denganmu, nona."^^^
^^^-Hana^^^
Bella senang dan tertawa, lalu menambahkan agar Hana jangan memanggilnya dengan sebutan nona. Bella tentu berterimakasih atas pujian tulus Hana.
Tidak lupa Bella juga menyapa kepala sekolah David, sudah lama tidak bertemu ya, paman. Senang melihat paman sangat sehat, tambah Bella.
Bella senang Hana adalah orang yang ramah dan tidak canggung bertemu orang. Sikapnya juga sangat sopan dan tidak berlebihan, padahal umumnya orang akan merasa sungkan bertemu dengan dirinya yang merupakan keluarga besar artis. Karena itu, Bella lebih suka tidak menggunakan nama ayahnya jika bertemu orang, dia ingin dikenal dengan namanya sendiri.
Apalagi jika selalu di sangkutkan dengan Tian, kakaknya si artis terkenal di seluruh negeri ini. Yang ada, beberapa temannya hanya mendekati untuk mengetahui informasi ataupun mengenal kakaknya saja. Dan itu sangat Bella hindari.
Bella juga sudah bertekad, dia ingin terkenal dengan caranya sendiri, yaitu dengan menyalurkan hobinya melakukan tutorial dan tips make up. Tentu saja wajah yang diwariskan oleh keluarganya sangat sayang jika tidak dimanfaatkan untuk mendapatkan popularitas. Bella tau kelebihannya, tapi tetap saja keras kepala tidak ingin banyak yang tau latar belakang keluarga artisnya. Dia ingin dikenal dengan nama Bellatrix u-liver, dibandingkan Tasya Abella Alexander anak dari artis senior Dave Alexander dan adik perempuan Ricky Sebastian Alexander.
Setelah acara perkenalan di depan pintu depan rumah, Bella membawa kepala sekolah David dan Hana ke taman belakang. Tempat berkumpulnya para anggota keluarga yang juga sudah menunggu kedatangan dua tamunya itu.
Di hari ini lengkap berkumpul keluarga besar Tian, mulai dari sang artis itu sendiri, ayahnya, ibunya, manager Raka, Bella yang tadi sudah bertemu Bella di pintu depan, dan juga gadis kecil bernama Cherry yang sudah melihat kedatangan Hana daritadi.
Hana masih bersikap santun selama kepala sekolah memperkenalkan dirinya ke keluarga. Pembicaraan lebih di dominasi oleh orang orang yang senior dalam rumah ini, yaitu Dave Alexander dan kepala sekolah David. Mereka bercanda ria berbicara layaknya teman lama yang baru bertemu lagi.
Tian sendiri masih memandangi Hana dengan tatapan intens, sampai akhirnya Manager Raka kembali menggoda dirinya dengan berbisik.
^^^"Aku tahu dia hari ini memang cantik sekali, tapi kalau kau melihat seperti itu kau membuat semuanya menjadi jelas. Tahan dirimu hei sang artis Casanova. Ibumu memperhatikanmu."^^^
^^^-manager Raka^^^
Memastikan bisikannya sepelan mungkin hanya bisa di dengar oleh Tian saja. Manager Raka tidak ingin Tian terlihat bodoh, karena ketahuan sekali mengagumi wanita yang akan jadi guru putrinya itu. Inilah salah satu fungsi dan tanggung jawab Manager, memastikan citra artisnya selalu tampil baik bahkan di depan keluarga sendiri.
Tian tersadar, lalu dengan cepat bersikap cool mode artis Casanova.
Tian bersyukur manager Raka selalu ada untuk mengingatkannya. Tapi sepersekian detik dia jadi sebal. Tian mengingat kata-kata Manager Raka, kalau tadi managernya itu juga mengakui kalau Hana sangat cantik hari ini.
Tatapan sengit diberikan untuk Manager Raka. Tian tidak suka kalau harus merasa bersaing dengan orang terdekatnya.
__ADS_1
Apa sih? Kok kau malah jadi sebal denganku. Dasar aneh. -Manager Raka
Ibunya Tian, masih memperhatikan gerak gerik Tian juga Manager Raka, bergantian memandang Hana yang jadi pusat pandangan dua laki-laki itu.
Firasatnya sebagai ibu biasanya tidak pernah salah, anak laki-lakinya pasti merasa tertarik dengan guru ini. Terjawab sudah kenapa tiba-tiba Tian memanggil semua orang untuk berkumpul disini di hari ini, yang bahkan bukan waktu weekend.
Rumah ayah dan ibu Tian berada terpisah dengan rumah yang Tian tinggali dengan Cherry. Rumah keluarga besar dengan tipe mansion utama milik Dave Alexander berada di kawasan Cinere, dengan luas rumah yang tidak kalah besar dengan rumah Tian. Tante Bella sebenarnya tinggal di rumah mansion utama di Cinere, tapi Bella lebih sering tinggal di rumah Tian yang berada di kawasan elit Jakarta Selatan.
Ibu dan ayahnya Tian baru di informasikan kemarin siang, bahwa Tian mengundang kepala sekolah David beserta guru yang akan jadi shadow teachernya Cherry ke rumah. Ayah dan Ibunya bahkan bertanya alasan apa yang membuat Tian mengundang mereka. Tian hanya menjawab hanya perkenalan singkat putrinya sebelum masuk sekolah. Agar Cherry bisa mengenal gurunya, mengingat Cherry agak pemalu khawatir Cherry tidak bisa membuka dirinya kalau bertemu hanya di sekolah saja.
Walaupun alasan yang disebutkan Tian cukup masuk akal, tapi untuk seorang artis terkenal dengan banyak jadwal kerartisan yang super sibuk hal ini cukup mencurigakan. Sampai memasukan agenda mendadak seperti ini, pasti ada sesuatu hal yang memang anak laki-laki nya itu rencanakan. Kalau memang benar Tian menyukai guru putrinya, ibunya merasa ikut senang.
Ibunya sendiri sama seperti Bella, berkali kali menasehati agar Tian menikah lagi. Beberapa kali mencoba menjodohkan anak teman-temannya agar Tian bisa bertemu, walau sekedar kencan buta. Tapi kesibukan selalu menjadi alasan penolakan dari Tian. Lucunya, kesibukan itu tidak menjadi alasan Tian untuk mengatur pertemuan hari ini. Anaknya sungguh menggemaskan kalau sedang jatuh cinta.
Sudah secepat itu, ibunya menyimpulkan bahwa Tian menyukai Hana.
Saat Hana dikenalkan sebagai guru yang akan mengajari Cherry di sekolah, Hana mulai maju memperkenalkan diri mendekati Cherry. Sama seperti Cherry, sebenarnya Hana juga sudah memberikan tatapan hangat kepada gadis kecil ini sejak pandangan mata mereka bertemu dari awal. Cherry terlihat tidak terlalu takut, dia hanya merasa malu jadi masih tetap berdiri disamping neneknya dengan sedikit menempel ke belakang.
Saat Hana meminta ijin orang dewasa sekitar untuk menyapa Cherry, Hana memposisikan dirinya untuk mensejajarkan pandangan matanya dengan Chery. Hana sudah agak berjongkok didepan Cherry dan mengulurkan tangannya, menunggu Cherry sendiri yang menyambut dirinya. Setelah tersenyum manis, dia menyampa Cherry dengan lembut.
^^^"Hai anak manis. Aku Hana, nanti kita akan sering bertemu di sekolah. Senang berteman denganmu Cherry."^^^
.
.
.
Doumo arigatou gozaimashita.
.
.
Bersambung
__ADS_1