Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Puber Kedua


__ADS_3

Tian kesal. Kenapa Manager Raka selalu bisa membaca pikirannya.


Apa karena sudah terbiasa bersama sama jadi aku mudah ditebak seperti itu olehnya. Atau sebenarnya membaca pikiran artis adalah kemampuan khusus dari semua Manager?


^^^"Ngarang banget. Aku bukan memikirkan dia ya. Aku hanya teringat konsultasi dengan dokter Nuel tadi."^^^


Tian tidak merasa sepenuhnya dia berbohong. Karena memang setelah berkonsultasi dengan dokter Nuel dia jadi memikirkan Hana, Tian berkilah. Tian tidak ingin Manager Raka mengetahui isi pikiran sebenarnya.


^^^"Hahaha."^^^


Tian mendelik tidak suka pada Manager Raka. Tatapan mata Tian menghujam orang yang berada di depannya itu. Hanya saja kali ini Tian tidak berkomentar langsung.


Manager sialan. Kenapa kau tertawa coba.-Tian


Tawa Manager Raka semakin menyebalkan didengar. Manager Raka sudah sangat yakin atas praduganya, kalau sang artis benar benar menyukai calon guru putrinya ini. Entah bagaimana kedepannya nanti. Tapi kalau memang sang artis menyukainya sebagai Manager dan orang terdekat Tian, dia akan ikut senang.


Sebagai artis tampan dan terkenal sudah pasti banyak yang menyukai Tian dan berharap bisa menjalin hubungan dengannya. Apalagi Tian yang sudah lama menduda sejak kepergian istrinya, membuat banyak yang berharap bisa menikah dengannya, mereka bahkan mengatakan tidak keberatan jadi ibu sambung putri dari sang artis.


Status duda anak satu seperti tidak berpengaruh bagi wanita wanita itu, asalkan orangnya adalah Tian sang artis idola multitalenta. Banyak wanita mulai dari yang cantik dan seksi, tipe anggun atau wanita yang sepertinya memiliki jiwa keibuan, pernah dengan sengaja minta di dekatkan dengan Tian. Tentu saja melalui dirinya, sang manager artis. Hanya sekedar makan malam dan berbincang saja sudah bagus, kata mereka. Tetapi Tian tidak pernah merespon dan malah meminta aku menolak mereka.


Lagi lagi aku harus pintar mencari alasan untuknya kan. -Manager Raka.


Alasan yang sering digunakan oleh Manager Raka adalah Tian sedang tidak dalam kondisi yang tepat untuk mencari pasangan karena dia masih harus fokus ke putrinya yang akan masuk sekolah. Alasan paling klasik. Walau sudah ditolak seperti itupun masih ada saja yang mengejarnya.


Tetapi sang artis yang biasa acuh dengan urusan wanita seperti ini, memperlihatkan ketertarikannya pada wanita yang baru ditemui beberapa hari yang lalu. Tian jadi lebih sering berubah mood kadang tersenyum dan tertawa sendiri, bahkan sampai meminta data diri lengkap sang wanita.


Seingatan Manager Raka, waktu Tian menjalin hubungan lalu menikah dengan mendiang istrinya, tingkah sang artis tidak separah ini. Tian seperti remaja yang baru mengalami masa puber dan tertarik sama wanita. Mungkin ini yang dibilang orang orang, masa puber kedua.


Oleh karena itu, melihat sang artis sendiri yang memperlihatkan ketertariknya membuat Manager Raka mempunyai ide. Manager Raka berniat akan membantu Tian untuk menyadari perasaannya.


Manager Raka menemukan topik pancingan yang tepat agar Tian bisa mengakui perasaannya kalau dia benar benar tertarik dengan Hana.


^^^"Baiklah. Kau tidak sedang memikirkannya. Maaf, maaf aku yang salah."^^^


^^^-Manager Raka^^^


Manager Raka menjeda sebentar untuk melancarkan serangan utamanya. Dia masih memperhatikan reaksi sang artis dari kaca tengah mobil.


^^^"Padahal kupikir kita berpikir hal yang sama. Baru saja aku ingin menelepon Miss Hana."^^^


Kali ini Manager Raka berpura pura kalau dia hanya bergumam kecil. Padahal Manager Raka sengaja mengatakannya dengan suara lebih kecil namun tetap dipastikan terdengar oleh orang yang duduk di bangku belakang.


Tian yang sedang mengelus anak rambut putrinya, gerakannya menjadi berhenti dan mendongak ke depan. Raut mukanya tergambar jelas rasa penasaran, kaget dan kesal jadi satu.

__ADS_1


Hahaha. Dasar artis yang sedang puber kedua. Mungkin kedepannya hidupku akan ikut sulit tapi pasti aku akan banyak terhibur. -Manager Raka


Manager Raka merasa seperti memenangkan lotre. Topik pancingan berhasil. Umpan sudah ditangkap, jadi dia melanjutkan kata katanya.


"Eh, apa? Kenapa kau memelototiku begitu. Aku memang bicara apa tadi?"


Manager Raka mulai berakting kaget. Padahal dia menunggu reaksi jawaban Tian. Ayo katakan, kalau kau mau menelponnya sendiri atau minta aku mengatur pertemuan keduamu dengannya, batin Manager Raka


^^^"Kau yang kenapa. Kok bisa punya nomor guru putriku. Cih, kau tertarik padanya kan?"^^^


Lah, kenapa jadi menuduhku. Kan yang tertarik itu kamu!


^^^"Hei, bukan begitu. Kan di CV kerja kemarin ada nomornya. Kau yang lupa ya."^^^


Manager Raka jadi bingung padahal awal rencananya tidak begini. Dia pikir Tian akan tertarik untuk menelpon Hana, atau paling tidak meminta dirinya menelpon Hana untuk bertemu sebelum kelas ajaran baru dimulai. Dia menjadi seperti salah langkah. Tingkahnya terlihat sekali kalau dia kebingungan.


Kebingungan yang diartikan oleh seenaknya oleh Tian.


Cih, benar ya kau menyukainya juga. -Tian


^^^"Ah, sudahlah. Kau tidak usah menghubunginya. Aku akan menghubungi Paman David saja untuk berdiskusi masalah Eri."^^^


Lah. Lah. Kenapa moodnya tiba tiba buruk begini. Bukan begini maksudku, hei! -Manager Raka


^^^"Okay baiklah."^^^


^^^"Cih." Tian^^^


Akhirnya keheningan tercipta kembali di dalam mobil. Manager Raka menghentikan ide untuk membuat Tian mengakui perasaannya. Atmosfer yang ada di mobil berubah seketika.


Maanger Raka tidak ingin menambah suasana mood semakin buruk. Sepertinya moodnya berubah karena Tian sudah kelelahan karena kehebohan hari ini di toko eskrim.


Menurut Manager Raka hari ini lebih melelahkan daripada menemani Tian syuting. Untung saja Tian bisa menghandle kerumunan seperti tadi. Kalau saja tadi terjadi hal yang tidak diinginkan, yang paling pertama dicari oleh bos agency nya adalah dirinya sang manager artis. Mungkin Manager Raka bisa dipotong gajinya kemungkinan terburuknya dipecat.


Pemilik dari agency Stargazer yang menaungi Tian adalah perusahaan agency milik Dave Alexander. Yang tidak lain adalah ayah kandung Tian sekaligus artis senior yang sangat populer pada jamannya. Bisa dibilang popularitas itu sudah diturunkan ke anaknya, sehingga sekarang Tuan Dave lebih bekerja di belakang layar saja dan mengurus perusahaan agency nya.


Perusahaan agency Stargazer ini juga menaungi artis besar lainnya, seperti penyanyi terkenal juga anak band, aktor dan aktris pemain drama dan film.


Perusahaan agency ini sangat besar, sudah berdiri sejak Tian debut di usianya 13 tahun. Seiring dengan kesuksesan Tian di bidang entertainment, perusahaan agency Stargazer juga semakin besar. Sekarang, kalau ada artis naungan dari agency Stargazer ini sudah dipastikan karir dan hidupnya pasti akan bersinar.


Manager Raka jadi berpikir kemana mana.


"Kak Raka!"

__ADS_1


Tian masih kesal saja dengan managernya ini, ditambah lagi Tian sudah memanggil Manager Raka sampai empat kali tapi orang yang dipanggil masih melamun juga.


Panggilan yang niatnya hanya sedikit berteriak kecil, Tian tidak ingin membangunkan putri kecilnya yang sekarang dia gendong. Tapi terlambat, karena Cherry jadi menggeliat terbangun karena suara teriakan kecil itu.


^^^"Ah, iya. Iya. Jangan teriak lah, kasian Eri jadi bangun."^^^


Aku saja kaget, apalagi Eri. Mau protes dengan Tian tapi hanya di dalam hati.


Ah, menyebalkan. Kenapa dengan diriku sih. Masa bisa sekesal ini hanya karena tahu kak Raka menyukai Hana. Lagian dia kan juga punya pacar. Haish makin kesal saja aku mengingatnya. -Tian


^^^"Kau yang kenapa melamun. Mobil sudah sampai daritadi, aku sudah mau keluar tau. Buka kuncinya!"^^^


^^^"Alright, boss. Tunggu sebentar."^^^


Kalau sudah kumat begini Manager Raka merasa lebih baik tidak banyak bicara lagi dan menurut untuk cari aman. Manager Raka cepat cepat membuka kunci mobil, lalu pandangan matanya melirik sebuah amplop yang dari tadi ada di dashboard mobil.


Eh, biodata Hana ini apa aku kasih sekalian ya? -Manager Raka


^^^"Hmm, Tian."^^^


Menimbang-nimbang apa keputusannya sudah tepat untuk menyerahkan amplop ini sekarang atau nanti saja menunggu mood sang artis kembali bagus. Tapi mungkin justru hal ini yang akan membuat moodnya kembali bagus kan, pikirnya.


^^^"Apalagi kak."^^^


Posisi Tian sudah membuka pintu mobil dan bersiap keluar jadi terhenti karena panggilan dari Managernya. Dia masih menunggu. Cherry yang tadi terbangun sebentar sudah memejamkan matanya kembali karena kelelahan.


Awas kalau tidak penting. Ku minta ayah memotong gajimu bulan ini, dendam Tian dalam hati.


^^^"Itu, tentang biodata yang kau minta. Oh ya. For your information saja ya, laki laki yang rambut panjang itu bukan pacar Miss Hana, tapi adiknya."^^^


Jadi, kau tidak usah kesal kesal lagi, tambah Manager Raka dalam hati.


Manager Raka ikut tersenyum puas ketika melihat artis muka seribu itu langsung terlihat senang.


.


.


.


Doumo arigatou gozaimasu


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2