Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Pertanyaan Terakhir


__ADS_3

Konfirmasi dari sang artis, bahwa boleh ada pertanyaan dari kolom komentar langsung membuat kondisi menjadi ramai. Di dalam studio juga dalam kolom siaran.


Penonton berebut melempar pertanyaan, berharap pertanyaannya yang akan ditanyakan kepada sang artis. Sebagian besar, pertanyaan mengarah ke pertanyaan kehidupan pribadi yang memang sedang hangat jadi topik perbincangan.


Pewawancara menjadi gugup sekaligus bersemangat. Merasa kalau live interview ini akan menjadi hal besar, yang mungkin akan diingat oleh orang banyak. Jika begitu, portofolio kariro nya juga ikut terkena efek positifnya.


"Wah. Saking banyaknya pertanyaan kami jadi sulit menyortirnya. Bagaimana kalau anda sendiri yang memilih satu pertanyaan dari kolom komentar yang akan anda jawab, tuan Tian?" pewawancara memilih cara aman ini.


Selain ini membuat posisinya tetap aman, ini juga dirasa yang terbaik untuk sang artis. Pasti tuan Tian akan memilih pertanyaan yang bisa dia jawab dengan baik kan. Begitu pikirnya.


Tian senyum. Membaca pertanyaan satu per satu. Lalu tersenyum dan terdengar tawa kecil dari bibirnya.


"Sepertinya saya melihat beberapa pertanyaan yang hampir sama ya, Nara. Baiklah saya akan coba jawab menjadi satu saja." ucapnya dengan tawa yang ringan.


Wah. Dia akan menjawab topik yang itu? Tentang kekasihnya? Gila. Ini sepertinya akan jadi hari keberuntungan ku.


Bayangan acara yang dibawanya akan menjadi trending segera berkelebat di dalam kepala sang pewawancara itu.


Beda dengan sang artis yang tertawa dan pewawancara yang terlihat senang. Manager Raka menjadi pucat pasi, merasa khawatir lagi. Tapi anehnya firasatnya mengatakan harus membiarkan Tian menjawab kali ini. Semoga firasat nya tidak salah.


"Pertama-tama aku ingin berterima kasih atas respon positif kalian tentang hubungan ku yang baru saja diberitakan. Dukungan kalian sangat berarti untukku. Kami memang masih baru memulai hubungan ini, namun hubungan kami serius."


"Ehm, maaf kalau boleh bertanya satu lagi. Saya ingin mewakili para fans. Apakah anda bisa menceritakan sedikit perihal kekasih anda?"


Manager Raka tercekat. Dia langsung melirik ke PD acara.


"Hentikan sekarang livenya." tegas.


"Maaf tuan. Live interview tidak bisa dihentikan langsung. Tapi sebentar lagi juga sesi akan habis. Jadi mohon tunggu sebentar lagi ya." ucap PD. Tentu dia tidak mau melewatkan kesempatan emas ini.


Sial. Tian, semoga jawabanmu tidak membawa masalah baru. Manager Raka mengumpat dalam hatinya.


"Mungkin aku tidak bisa menyebutkan pekerjaan dan nama kekasihku. Namun, dirinya sangat kooperatif dan mendukung semua kegiatan ku sebagai artis layaknya Tianager lainnya. Kelak, kami harap bisa berbagi kebahagiaan kami dengan kalian semua. Sekali lagi terimakasih."


Jawaban yang membuat semua orang terkejut. Manager Raka bahkan sampai menepuk kepalanya sendiri. Terdengar nada dering telepon masuk dengan nama "Bos" dalam handphone Manager Raka.


Mati aku. Yang berulah siapa tapi aku lagi yang pertama kena marah Tuan Dave, kan. Aaaa.


Manager Raka menjauh untuk menerima panggilan telepon itu sebentar.


Namun tak lama semua orang di studio bertepuk tangan. Timer sesi live interview sudah berbunyi tanda siaran harus dihentikan.


"Terimakasih atas waktu dan kesempatannya berbagi kebahagiaan anda kepada kami dan penonton live interview ini."


Live interview pun berakhir.

__ADS_1


Sesuai dugaan. Lagi-lagi semua berita tentang Ricky Sebastian Alexander menjadi topik teratas.


Kali ini, fans Tian menyambut hangat kabar bahagia tersebut. Mereka pun membanjiri akun Inspogram agency sang artis idola dengan ucapan selamat.


Ya Tuhan tadinya aku tidak percaya tapi melihat sendiri Tian mengatakannya dengan mata penuh cinta, kami bangga sama kamu Tian. Semoga kamu selalu bahagia.


Selama tiga tahun terakhir ini dia sudah menderita. Apalagi membesarkan putri seorang diri pastilah sulit. Aku harap semua bisa berjalan lancar, identitasnya (pacar Tian) harus selalu dilindungi supaya tidak diusik oleh fans fanatik dan hater. Tian Kita berhak bahagia.


Tadi kak Tian bilang, wanita itu mendukung layaknya Tianager lainnya, apa itu artinya dia juga seorang Tianager sama seperti kita? Wah, pokoknya aku dukung! Selamat untuk kak Tian.


Itulah tiga komentar yang paling banyak di like dalam postingan yang tulisan tangan dari sang artis.


...🌻🌻🌻...


Di dalam mobil.


"Tian kau memang tidak bisa berpikir jernih ya? Caramu menjelaskan tentang Hana, akan membuat fakta semakin jelas kalau dirinya itu seorang Tianager. Kalau sudah gitu mereka akan mendapatkan petunjuk indentitas asli Hana. Kau ini kenapa sih?!" amarah yang dia tahan akhirnya keluar saat mereka hanya berdua di mobil.


"Ya kalau ketahuan tidak apaapa kan. Menurutku sesama Tianager akan saling mendukung. Hana juga bilang dia tidak masalah." jawab Tian tak acuh.


Baginya, ini hanya memperkenalkan pacarnya ke pada fans. Jelas dia lebih memilih sebisanya jujur tentang hal ini.


Tian bukannya tidak membaca situasi. Sebelumnya dia juga memantau respon dan komentar publik dan fans terhadap berita hubungannya dengan Hana. Cepat atau lambat, mereka akan tahu. Tapi akan jadi berbeda kalau Tian sendiri yang membuka ke publik. Alasan itulah makanya Tian berani speak up sedikit informasi tentang Hana.


Manager Raka mengehela napasnya kasar. Tidak akan pernah menang melawan artis keras kepala seperti Tian.


Hanya sebuah permintaan untuk menjaga informasi agar tidak melebar, lebih dari informasi yang Tian sampaikan di live interview. Tidak ada nada kemarahan seperti sebelumnya.


"Berikan handphone mu kak." Tian menjulurkan tangannya ke depan.


Manager Raka hanya melirik curiga, tangannya masih di kemudi. Mau apa lagi nih dia? batin Manager Raka.


"Aku ingin menelepon Hana. Cepatlah. Mumpung sedang jam makan siang." dengan nada mendesak.


"Cih. Siapa ya yang bilang aku tidak boleh menelpon Hana. Sekarang kau malah menelpon dengan nomorku kan." sarkas Manager Raka sambil menyerahkan handphonenya ke kebelakang tanpa menoleh. Karena dirinya masih fokus menyetir.


"Kan, aku yang telepon kali ini. Jadi tidak masalah." jawabnya cuek tidak merasa kesal dengan sarkas Manager Raka.


Lebih dulu Tian mengirimkan pesan kepada Hana, mengatakan kalau dia akan menelpon melalui nomor ini.


Lalu tak lama panggilan telepon pun terhubung.


Panggilan telepon.


"Baby. Kamu sedang apa?"

__ADS_1


"Halo, Ehm maaf aku keluar dulu ya. Tunggu aku sebentar." suara Hana menghilang sebentar. Lalu wanita itu kembali terhubung dengan Tian.


"Maaf kak, menunggu lama ya? Aku tadi sedang di ruang kelas bersama guru yang lain soalnya. Hari pertama sekolah baru saja selesai. Ah! Kakak menelpon tentang daily report ya. Aku belum buat.."


"Engga nunggu kok baby. Dan aku menelpon bukan untuk itu. Daily report nya bisa via pesan saja. Aku menelpon ingin bilang, mungkin sebentar lagi akan ada yang menyadari kalau pacarku itu kamu. Aku hanya ingin kamu tidak kaget, dan kalau ada apa-apa kabari aku ya."


"Eh? Ada berita yang keluar lagi ya? Iya aku sudah mempersiapkan diri kok, kalaupun harus ketahuan. Nanti aku akan bicara ke kak Tian ya kalau ada sesuatu."


"Bukan, tadi aku live interview dengan Yogue. Ah, pokoknya kamu juga harus nonton siaran ulang interview nya ya, Baby."


"Iya pasti kak. Oh. Tunggu kak." suara Hana terdengar kaget. Lalu terdengar juga Hana menjauhkan telepon untuk berbicara dengan seseorang di sana. Tian seperti kebakaran jenggot, takut yang mengajak bicara Hana adalah Riga.


Setelah Tian memastika Hana sudah selesai berbicara dengan seseorang itu. Dia bertanya memastikan kepada Hana.


"Kamu bicara sama siapa baby?"


"Oh. Tadi itu Miss Mia. Katanya aku sudah ditunggu yang lainnya untuk makan siang bersama. Apa boleh aku kembali ke kelas kak?"


"Boleh kalau kamu memanggil ku sayang."


"Hah. A-aku engga bisa manggil itu disini." panik.


"Kenapa engga bisa? Takut Riga dan yang lainnya mendengarnya? Baby, please sekali saja panggil aku sayang."


"Maaf kak. Aku sudah dipanggil lagi ama Miss Mia. Dia sedang menungguku. A-aku tutup ya? Maaf!"


Panggilan pun terputus.


Manager Raka cekikikan menahan tawanya. Tawanya meledak ketika dirasakannya Tian kesal dan menendang kursi pengemudi dari belakang.


"Hahaha. Masih terlalu cepat membuat Hana memanggilmu sayang ya? Kasian. Sini aku saja yang panggil kamu sayang." ledek Manager Raka.


"Diam kau kak!" kesal.


Tian gemas. Pokoknya obsesinya sekarang hanya mendengar panggilan sayang dari bibir manis Hana.


.


.


.


Itsumo Arigatou gozaimasu.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2