Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Traktiran Eskrim dari Tuan Artis


__ADS_3

Tian turun dari mobil sambil menggendong putrinya, Cherry.


Melihat artis terkenal dari jarak dekat tentu saja membuat orang orang yang berada di sekitar gerai toko, maupun trotoar pinggir jalan pertokoan komersil itu menjadi heboh seketika.


Di jalanan juga tidak kalah heboh. Banyak kendaraan yang berhenti membuat jalanan macet, suara klakson bersautan baik dari mobil maupun motor. Awalnya mereka hanya penasaran kehebohan apa yang terjadi di pinggir jalan pertokoan komersil yang dilihatnya. Namun setelah tahu penyebab kehebohan itu adalah tuan Tian sang artis terkenal yang senyumnya secerah bunga matahari, mereka juga tidak ingin melewatkan kesempatan mengabadikan momen ini dengan kamera handphone masing masing.


^^^"Loh bukannya itu Ricky Sebastian Alexander."^^^


^^^"Eh, yang benar? Mana coba lihat."^^^


^^^"Iya benar itu dia tuan Tian artis idolaku. Ya ampun tampan sekali aku ingin pingsan."^^^


Ah, sialan. Ramai sekali. Tidak bisa, aku harus keluar juga. -Manager Raka


Akhirnya Manager Raka tidak jadi mencari parkiran mobil, dia melemparkan kunci dan menitipkan mobil kepada satu bodyguard yang tadinya menjadi supir di mobil bodyguard belakang. Manager Raka menghampiri Tian yang masih berdiri dilindungi tiga bodyguard.


Tian terlihat tenang berdiri memeluk Cherry dalam gendongannya. Mengelus punggung putrinya mengalirkan ketenangan. Tian melihat beberapa orang mencoba memotretnya, tapi Tian tidak keberatan asalkan wajah Cherry masih tertutup. Setelah Tian melihat Manager Raka menghampirinya, dia berbisik kepada Managernya itu.


^^^"Buat jalan aku masuk toko kak. Kasian Eri kepanasan."^^^


^^^-Tian^^^


Manager Raka bergerak cepat agar dapat mengatur pengkondisian bersama bodyguard yang bertubuh paling besar. Sepertinya, si bodyguard itulah leader di tim bodyguard untuk sang artis. Sementara itu, hawa panas semakin terasa menyentuh kulit mereka selagi sang artis dan putrinya menunggu instruksi dari sang Manager. Sudah sekitar satu menit, kondisi sekeliling masih belum kondusif. Para fans dan orang orang sekitar seperti tidak ingin melewatkan kesempatan langka ini.


Semua berkerumun mendekati sang artis sampai hampir berdesakan dan berusaha memotret sebisa mereka. Tian semakin khawatir dengan keselamatan putrinya.


^^^"Are you okay, cantik? Mau tetap masuk ke toko atau kita kembali ke mobil?"^^^


^^^-Tian^^^


Tian beralih bertanya kepada putri kecilnya. Terlihat jelas, sepertinya Cherry agak tidak nyaman dengan kondisi ini. Karena sedari tadi, Tian merasakan didalam gendongannya, tangan putri kecilnya itu memeluk lehernya dengan erat. Meskipun begitu sang putri menggeleng pelan dan menatap toko eskrim. Tian mengerti, kalau itu artinya Cherry tetap meminta ikut masuk ke dalam toko es krim ini. Sedikit menghela napas kecil, Tian berusaha menguasai diri dan suasana disekitar.


Okay, let's try. Kita lihat pesona hot daddy artis ini masih bisa berguna apa tidak. Kata Tian kepada dirinya sendiri.


Begitulah Tian. Sebagai artis, kepercayaan diri itu sangat penting. Tian tidak pernah kekurangan stok kepercayaan dirinya. Yang ada selalu tumpah ruah meski dalam berbagai situasi sekalipun. Contohnya situasi hari ini.

__ADS_1


^^^"Hai semua. Aku Tian. Ricky Sebastian Alexander. Hehe."^^^


Kaget. Manager Raka yang masih mengatur pengkondisian bersama tim leader bodyguard, menoleh ke sang artis.


Haduh, mau apa ini orang! Manager Raka tidak pernah bisa menebak tindakan spontan sang artis.


Tian berhasil membuat perhatian berfokus kepadanya.


^^^"Wah, benar. Dia Tian si artis terkenal itu."^^^


^^^"Aaaa, aku mau foto bareng bisa engga ya."^^^


^^^"Ya ampun tertawanya sangat indah, aku mimpi apa semalam ya kenapa bisa dapet rejeki seperti ini."^^^


Tian mengeluarkan senyum andalannya dan mulai melancarkan aksinya. Biasanya aksinya ini selalu berhasil, seperti contoh kejadian saat Tian bersama Eri melakukan terapi di rumah sakit dulu.


Tapi harus Tian akui ada kekhawatiran kalau sepertinya tidak akan semudah dulu, karena situasi kali ini agak berbeda. Orang orang yang berkerumun saat ini berjumlah dua kali lipat daripada saat di rumah sakit.


^^^"Seperti yang kalian lihat, hari ini aku membawa putriku kencan. Boleh tidak aku minta bantuan kalian untuk memberi kami waktu ? Dan, mohon jangan memotret lagi ya. Putriku belum terbiasa."^^^


Satu dua jurus andalan sang artis beraksi. Kata kata manis dengan senyum menawan menghipnotis orang orang sekitar dan seketika mereka menjadi agak terkontrol. Tidak lagi teriak teriak seperti pertama kali.


Para fans dan orang sekitar bergerak tertib. Hanya memanggil nama sang artis dengan riang dan melambai lambaikan tangannya berharap dilihat oleh Tian sang artis idola.


Tentu saja Tian menyapa balik mereka dan dengan ramah melemparkan senyum untuk mereka. Tian bahkan berterima kasih pada mereka berkali kali. Manager Raka takjub dengan aksi dan pesona artis yang dia urusi ini. Pengaruhnya sangat luar biasa sampai bikin merinding.


Sampai akhirnya mereka sudah di dalam toko eskrim. Orang orang yang berada di dalam toko sudah dari awal ikut menyaksikan kehebohan yang terjadi diluar sana. Ikut merasa takjub seperti yang dirasakan manager Raka.


Setelah itu, kondisi berjalan cukup lancar. Cherry memilih sendiri eskrim pilihan dengan tunjukan tangannya ke menu yang ada. Sebenarnya Cherry dan Tian sudah mau masuk antrian, tapi orang orang sekitar mempersilahkan mereka untuk pesan duluan. Jarang sekali aku lihat artis dari dekat, jadi aku cukup senang membiarkan mereka pesan duluan saja.


Setelah pesanan eskrim mereka jadi, Tian, Cherry, Manager Raka dan para bodyguard bersiap kembali ke mobil. Tian merencanakan makan eskrim di dalam mobil atau di taman rumah sakit demi keamanan dan privasi Cherry. Setelah berjalan hampir menuju pintu toko, Tian berbalik dan berbisik kepada Manager Raka. Manager Raka terkejut namun langsung mengangguk setelahnya.


^^^"Perhatian semuanya! Khusus hari ini, ^^^


^^^Tuan Tian akan mentraktir semuanya makan eskrim gratis. Siapa saja boleh beli eskrim di toko ini. Sebagai rasa terima kasih atas kerjasama kalian memberi waktu untuk Tuan Tian dan putrinya. Mohon kepala toko menghubungi saya untuk tagihan order hari ini."^^^

__ADS_1


Manager Raka memberikan kartu namanya diserahkan kepada kepala toko yang buru buru menghampiri dan mengangguk patuh.


Semua bersorak senang. Banyak ucapan terimakasih dan doa untuk Tian dan putrinya. Terima kasih banyak tuan, semoga tuan Tian dan putri kecil selalu sehat dan hidup bahagia selalu.


Terdengar haru dan penuh kegembiraan.


^^^"Ah, satu lagi. Bagi yang tadi sempat memotret, mohon simpan untuk diri kalian sendiri. Jangan sampai di upload di media sosial seperti Inspogram kalian. Jika ada yang menguploadnya agency kami akan menghubungi kalian secara pribadi."^^^


Manager Raka berbicara dengan suara tegas dan cukup membuat orang orang sekitar merinding. Mereka tahu yang dimaksud dengan menghubungi secara pribadi artinya, jangan macam macam kalau kalian tidak ingin di tuntut.


^^^"Haha. Managerku ini sangat galak ya. Semuanya, aku percaya pada kalian tidak akan menguploadnya kan?"^^^


Tian menambah kesan seperti sebaiknya kalian menurut sajalah, Manager ku ini orang yang menakutkan. Banyak yang langsung paham, mereka tidak akan berani melakukan tindakan bodoh yang akan mencelakakan diri sendiri. Setelah itu, orang orangpun memberikan jalan lagi agar Tian, Manager dan putrinya itu bisa kembali ke mobil.


Tapi tidak dengan satu orang wanita usia 20 tahunan akhir, dia malah senyum menyeringai. Dia dari tadi memotret bahkan merekam dengan kamera tersembunyinya. Tidak ada yang mengetahui tindakannya karena dia tidak terlihat mencurigakan. Bahkan hal ini luput dari pandangan tiga bodyguard sang artis.


Foto foto yang diambilnya dari jarak dekat akan menambah koleksi pribadinya. Dia tidak ingin berbagi dengan siapapun. Senyum menyeringainya berganti cepat dengan muka kesal, kenapa tuan Tian tidak mengenaliku!


Padahal wanita ini sudah merasa dia adalah fans Tian nomor satu. Lebih special dari fans tianager lainnya. Mungkin karena dia merasa dialah satu satunya fans yang pernah masuk ke lingkup kehidupan pribadi sang artis.


Tiga tahun lalu, Tian pernah berbicara sekali dengannya. Jangan pernah muncul di hadapanku, jangan datang ke fan meetingku atau menghindarlah saat tidak sengaja bertemu denganku.


Ya, dia adalah fans fanatik yang pernah menjadi personal assistant mendiang istri sang artis. Yang juga menjadi penyebab kecelakan besar, yang membuat Cherry mengalami gangguan bicara dan kehilangan ibunya. Bukannya merasa bersalah saat melihat Cherry, dia malah bersemangat dan membayangkan dirinya menjadi ibu sambung anak perempuan itu. Khayalan tingginya kadang memang menembus akal sehat.


Fans fanatik yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan momen bersama artis idolanya.


.


.


.


doumo arigatou gozaimashita!


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2