Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Jodoh untuk Tante Abella


__ADS_3

Siang hari, di kawasan perumahan artis di daerah Cinere.


Tian yang biasanya super sibuk terlihat sangat santai, sudah duduk di meja makan untuk makan bersama dengan Cherry, Ibunya, juga Bella.


^^^"Pemandangan langka ya, Bu. Makan siang bersama Tian artis paling populer di seluruh negeri." kata Bella.^^^


Ibunya hanya tertawa, setuju dengan perkataan anak perempuan nya. Ibu hanya mengelus pundak lebar Tian.


Tapi raut wajah Ibu Tian sangat bahagia. Rasanya sudah lama sekali makan bersama kedua anaknya seperti ini. Andai suaminya juga pulang untuk makan siang bersama, mungkin dirinya akan tambah bahagia hari ini, begitu pikir Ibu.


Tian ikut tertawa, meski dalam hatinya sedikit merasa sedih. Karena kesibukannya sebagai artis dirinya memang jarang makan bersama seperti ini. Makan bersama Cherry saja hanya bisa saat sarapan. Itu pun kalau tidak ada jadwal yang mengharuskan Tian berangkat pagi pagi buta, atau jadwal yang harus menginap diluar.


"Sekarang aku akan meluangkan waktu untuk keluarga, Bu." kata Tian sambil menyentuh tangan ibunya yang duduk disampingnya.


Dan juga untuk calon istri yang akan jadi keluarga juga, tambah Tian dalam Hati.


Ibu mengangguk senang.


^^^"Yasudah makanlah, Nak. Ini makanan kesukaanmu. Ah, Ibu lupa. Makan buah dulu ya kalau siang?" tanya Ibu.^^^


^^^"Gapapa Bu, aku sudah selesai syuting drama dan pemotretannya. Aku bisa makan apa saja sekarang." jawab Tian.^^^


Tian menerima piring dengan lauk yang sudah diambilkan ibunya.


Seperti para artis lainnya, Tian juga menjaga pola makan dan pola olahraganya. Agar dirinya selalu sehat dan badan proporsional nya selalu terjaga. Namun sesekali makan diluar kebiasaan juga tidak masalah. Sekarang Tian sedang mementingkan quality time, dibandingkan isi makanannya.


^^^"Dih, ambil sendiri dong. Kakak kan bukan anak kecil seperti Eri. Ya kan Eri?" ujar Bella kepada keponakannya.^^^


Cherry hanya mengangguk saja, karena dia sedang fokus makan makanan favoritnya telur.


^^^"Kau ini iri kan padaku? Aku selalu disayangi Ibu dibandingkan kamu. Kamu sih Bell, jadi anak tidak nurut terus." ucap Tian pada adiknya itu.^^^


^^^"Iya. Pusing ibu sama adikmu ini, Nak. Disuruh ikut kencan buta dengan anak teman-teman Ibu banyak sekali alasannya." ucap Ibu terpancing kata kata Tian.^^^


Haish, mulai lagi deh, batin Bella kesal. Bella melirik Tian dengan tatapan maut.


Yang di lirik hanya tertawa puas. Memang seperti itu tujuannya memancing Ibu mengarah ke pembicaraan perjodohan Bella.


Tahun ini Bella berusia 26 tahun. Kata orang tuanya, usianya sudah memasuki usia menikah. Hal ini yang membuat keluarganya, terutama sang Ibu sangat repot mengatur kencan buta bahkan perjodohan untuk Bella.


Casandra tidak menyerah untuk menawarkan kencan buta dengan beberapa anak teman-teman nya di lingkungan ibu ibu sosialita, pejabat terkenal, dan pengusaha.


^^^"Mau sampai kapan Bell kamu sendiri gini? Kakakmu loh di usia seperti kamu, sudah punya Cherry." kata Ibunya lagi.^^^


^^^"Dih, Ibu ini kuno banget deh. Jamanku kan beda dengan kakak. Lagipula aku masih ingin sendiri. Karirku sebagai selebgram sedang bagus bagusnya tau." sanggah Bella mempertahankan prinsipnya.^^^

__ADS_1


Nanti kalau aku menikah aku tidak bisa bekerja lagi kan. Aku tidak mau pokoknya, begitu pikir Bella.


^^^"Kamu bilang Ibu apa? Dasar ya kau ini Bella, dikasih tahu kok malah jawab yang aneh aneh saja." jawab ibu sambil mencubit pipi mulus Bella.^^^


^^^"Aduh! Kakak sih sengaja ya bicara topik ini!" protes Bella tidak terima kepada kakaknya.^^^


^^^"Hahaha. Memangnya kau punya kriteria khusus untuk calon suamimu engga Bell. Biar ku bantu sekalian. Kalau kak Raka bagaimana?" tanya Tian lagi.^^^


Ibu mendengarkan saja. Ibu juga penasaran dengan jawaban Bella.


Benar juga, mungkin selama ini Bella menolaknya karena aku tidak memilih dari tipe kesukaannya. Eh, tapi laki-laki kesukaannya seperti apa ya? gumam Ibu dalam hati.


^^^"Haish, kak! Jangan bikin makin kesana pembicaraannya dong. Dan, aku engga mau dengan kak Raka. Dia galak dan cuek banget." jawab Bella.^^^


Kasian kak Raka. Cintanya bertepuk sebelah tangan, batin Tian.


Tian tahu kalau Manager nya itu sedikit menaruh perasaan kepada Bella. Tapi sayangnya cinta itu sepertinya tidak bersambut.


^^^"Ish, daripada bicara tentangku terus kakak harus ceritakan tentang guru cantik Eri yang kemarin datang ke rumah itu. Ya kan Bu?" ucap Bella berniat mengalihkan topik.^^^


Ibu pasti sangat penasaran juga sama seperti aku kan. Kena kau kak Tian, gumam Bella puas karena sang Ibu terlihat sangat tertarik dan melirik Tian untuk bertanya juga.


^^^"Bella benar. Bahkan kau sampai makan malam berdua kemarin. Sebenarnya kalian ada hubungan apa Tian?" tanya Ibu.^^^


^^^"Besok..juga pelgi bertiga kok! Ama Miss Ana. Hehe." ucap spontan Cherry ikut dalam pembicaraan.^^^


Ibu dan Bella teriak senang mendengar informasi dari Cherry. Mereka berdua mulai menggali informasi lagi dari Cherry, karena Tian masih enggan menjawab.


^^^"Pergi kemana Eri sayang?" tanya Ibu.^^^


^^^"Ndak tau, Nek." jawab polos Cherry.^^^


^^^"Eri suka sama Miss Ana ya?" sekarang Bella yang bertanya.^^^


..."Namanya Hana, Bell." jawab ,cepat Tian meluruskan....


^^^"Iya sih, maaf. Salah sedikit saja sudah di revisi seperti itu. Besok aku boleh ikut juga engga kak? Pergi ketemu Miss Hana?" tanya Bella.^^^


Bella tidak benar-benar ingin ikut, dia hanya penasaran saja reaksi kakaknya akan jawab apa. Seperti nya berhasil. Kakaknya sangat tidak mood dengan pertanyaan nya.


^^^"Hanya main bertiga dengan Eri dan Miss Hana saja. Pendekatan untuk Eri sebelum masuk sekolah. Bella tidak usah ikut. Nanti biar sus Rita saja yang bantu jaga Eri." Tian langsung menyanggah ide Bella.^^^


Ngawur aja si Bella. Bisa tidak jadi kencan keluarga kecil nanti kalau kamu ikut kan, batin Tian.


"Iya. Iya aku paham kak." jawab Bella mengikuti respons kakaknya.

__ADS_1


Haha. Aku ingin menggoda kak Tian lagi. Tapi takut kalau dia jadi engga mood. Jadi sampai sini saja dulu deh. Semoga rencana mereka berhasil ya, doa Bella dalam hati.


^^^"Ah, aku minta bantuanmu saat mengantar Eri di hari Senin dan Selasa saja Bell. Aku ada jadwal di hari itu. Padahal Eri baru masuk sekolah. Ish, kak Raka ini kerjanya tidak becus." Tian jadi teringat lagi kekesalannya.^^^


^^^"Kamu ini. Raka sudah sangat bantuin kamu gitu kok. Jadwal yang tidak bisa di cancel olehnya berarti memang jadwal penting kan." Ibu membela Raka.^^^


Ibu juga menyayangi Manager Raka, karena dari dulu sudah banyak membantu Tian dan juga sangat dekat dengan keluarga besar Dave Alexander.


^^^"Iya Bu." ^^^


Tian tidak bisa kesal lagi kalau ibunya sudah bicara seperti itu. Ibunya pun tersenyum.


Anak ini kesal pasti karena Senin dan Selasa nanti tidak bisa melihat sang guru. Bukan hanya kesal tidak bisa mengantarkan Eri. Tian sangat menyukai Hana ya, batin Ibu sambil tersenyum.


Lalu Ibu beralih memandang Cherry. Mengelus puncak rambut Cherry yang sedang lahap makan.


Semoga Eri bisa mendapatkan ibu sambung yang tulus menyayanginya ya, dan merasakan keluarga utuh di kemudian hari, doa tulus sang Nenek kepada cucu semata wayangnya.


Cherry bingung dengan tatapan sendu dari sang Nenek. Cherry takut Neneknya sedang sedih jadi dia bertanya.


"Kenapa Nek?" tanya Cherry.


Casandra tersenyum, lalu mencium dan juga membisikan sesuatu di telinga Cherry.


Bisikan yang masih mampu di dengar oleh Tian dan Bella.


"Nanti minta ke Ayah dan Miss Hana, agar Miss Hana jadi Ibu Eri ya." bisik Ibu Tian.


"Oke deh, Nek!" jawab Cherry riang dengan jari tangan membentuk huruf O.


Semua orang tertawa mendengar jawaban Cherry.


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimashita.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2