Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Ada yang Berdesir


__ADS_3

Sepasang manusia yang sedang menunggu hidangan menu makan malam itu, sekarang duduk berdampingan di jajaran kursi yang sama.


Entah kenapa Hana malah jadi duduk tegak, dengan tangan bersila di meja. Hana masih tidak bergerak, setelah Tian duduk mendekat. Napasnya bahkan sengaja dibuat seteratur mungkin, meski detak jantungnya rasanya ingin meledak.


Tian yang sedari tadi memegang ponselnya mencari suatu nama untuk ditelepon, dari ujung matanya tetap bisa melihat gerak gerik Hana sang wanita pujaan.


^^^"Miss Hana mendekatlah, kalau sejauh itu kamu gabisa masuk frame handphone nanti." ucap Tian santai, masih tidak menoleh ke arah Hana.^^^


^^^"Ah, ti-tidak tuan. Tidak apa-apa. Aku disini saja." jawab Hana.^^^


Tian akhirnya menoleh, dan tersenyum. Tian memperlihatkan layar handphonenya ke Hana seraya berkata.


^^^"Aku tidak bohong. Kamu tidak masuk frame. Nih lihat. Kejauhan kan? Kemarilah Miss Hana."^^^


Tangan Tian menggapai sisi bawah kursi yang di duduki Hana. Seolah tidak terasa berat, Tian bisa menggeser pelan kursi Hana dengan satu tangannya, kursi itu bergeser mendekati kursi Tian.


^^^"Eeh! Tuan!"^^^


Refleks kaget Hana membuat tangannya ikut memegang lengan tangan Tian yang menarik kursi.


Saat tangan Hana menyentuh lengan Tian, pandangan mata mereka pun beradu. Tian merasakan desir aneh di seluruh tubuhnya. Aneh karena dia tidak pernah seperti ini sebelumnya.


Hanya disentuh Hana, tapi tubuhnya beraksi seperti ini. Padahal sebagai artis dia harusnya terbiasa melakukan adegan skinship dengan artis wanita lain, lawan mainnya di drama dan film.


^^^"Maaf!" ucap Hana dengan cepat.^^^


Debaran jantungnya sudah makin gawat saja rasanya. Ditambah pula wajah Hana yang sudah pasti merona merah. Hana memalingkan wajah sambil mengipasi wajahnya.


Beruntungnya tak lama, seseorang yang ada di panggilan video handphone Tian memecah situasi kecanggungan yang terjadi pada sepasang manusia itu.


^^^"Halo, Tian. Tumben video call." tanya Ibu Tian.^^^


Belum mulai pembicaraan saja, firasat ibunya sudah kuat. Pasti ada kejadian penting sampai anaknya itu melakukan panggilan video malam malam begini.


Tian yang sudah bisa mengatur ekspresi mukanya kembali, segera menjawab sapaan ibunya di panggilan video.


^^^"Halo Bu. Gapapa kangen aja sama Eri. Eri dimana Bu?" tanya Tian.^^^


^^^"Ada kok, di kamarnya. Loh? Kamu lagi dimana itu?" tanya Ibunya yang lagi.^^^


^^^"Lagi di restoran Bu. Ehm, aku sama Miss Hana, guru Eri yang kemarin datang ke rumah." ucap Tian dengan santai.^^^


Tian melirik Hana, menggeserkan tangannya ke arah samping. Dengan begitu Hana juga jadi masuk frame utuh. Tian sungguh iseng, dia sengaja melakukannya meski tahu Hana pasti akan kebingungan.


Sudah pasti Hana yang mendengar perkataan tadi jadi panik.


Gimana ini. Aku harus bicara apa pada ibunya.

__ADS_1


^^^"Halo nyonya. Selamat malam." akhirnya Hana berhasil menyapa.^^^


^^^"Selamat malam juga Miss Hana." sapa Ibu Tian dengan ramah.^^^


Sudah kuduga, pasti mereka ada sesuatu kan! Ah, senangnya akhirnya Cherry akan punya ibu sambung.


Suara hati ibu Tian yang sangat ketara di mata Tian. Ibu Tian juga memandang dengan penuh makna. Hanya Tian yang mengerti arti pandangan itu, sehingga membalas memandang ibunya dengan isyarat mata juga.


Iya ibu aku tahu! Tapi tolong jangan bicara aneh-aneh dulu ya. Aku sedang berusaha.


Sedangkan Miss Hana yang memang tidak sadar arti telepati mata ibu dan anak itu, masih disibukkan dengan kepanikannya.


^^^"Miss Hana cantik sekali." puji ibu Tian. Suaranya penuh ketulusan.^^^


^^^"Tidak. Nyonya yang jauh lebih cantik." sanggah Hana dengan sopan.^^^


Hana sungguh dibuat salah tingkah. Dipuji oleh neneknya murid sekaligus ibu dari artis idolanya.


^^^"Dua-duanya cantik." Tian ikut menimpali.^^^


Tapi Tian hanya melirik kearah Hana saat mengatakannya. Bukan ke layar yang menampilkan wajah ibunya.


^^^"Hahaha."^^^


Ibu Tian sangat terhibur melihat pemandangan dari layar handphonenya. Tian sepertinya sangat sengaja menggoda Hana, karena Hana menjadi makin salah tingkah setelah dipuji Tian.


^^^"Sudah Tian. Kamu ini menggoda Miss Hana terus deh. Oh ya, tunggu sebentar Ibu ke kamar Eri dulu ya. Tahan, jangan dimatikan videonya. Kalian ngobrol berdua aja dulu" ucap Ibu.^^^


Dih, ibu juga sama sajakan. Bicara seperti itu untuk menggoda Hana. Lihat itu sekarang telinganya ikut memerah juga. Hahaha. Gumam Tian dalam hati.


^^^"Nenek Eri agak berisik. Maaf ya Miss Hana." kata Tian.^^^


^^^"Kamu nih ya, Ibu masih denger loh!" jawab Ibu dari seberang panggilan, tapi suaranya menjadi jauh, lama lama hilang.^^^


^^^"Ternyata tuan sangat dekat dengan Nyonya ya." puji Hana.^^^


Dia bisa melihat interaksi manis, sisi lain sang artis dengan ibunya yang terlihat sangat dekat. Rasanya ingin sekali berbagi informasi penting ini ke Tianager lainnya.


^^^"Iya, soalnya ayahku sangat galak. Ibu selalu jadi penolong kalau aku dimarahi ayah. Sudah sebesar ini pun kadang aku masih dimarahi. Haha." jawab Tian.^^^


^^^"Hana bagaimana? Lebih dekat dengan ibu atau ayah?" tanya Tian.^^^


..."Aku bisa dekat dua-duanya. Tapi ayah sangat protektif kepadaku. Adikku, suka meledek katanya aku anak ayah banget. Hehe." jawab Hana sambil tersenyum....


Seakan tertular dari Hana, Tian pun ikut tersenyum melihatnya. Kemudian keduanya menoleh ke arah layar karena mendengar suara nyaring yang sangat lucu.


^^^"A..yaah! Eri...ga ajak?!!" (artinya: ayah Eri kok tidak diajak?!! )^^^

__ADS_1


Cherry datang berlari menuju handphone yang masih tersambung panggilan video dengan Tian dan Hana. Pipinya ikut bergetar saat lari mendekat, pipi tembem yang selalu dicium gemas oleh ayahnya tiap pagi.


^^^"Maaf ya, Ma chérie. Ayah tadi habis kerja langsung kesini. Kapan kapan kita main bertiga ya. Boleh kan Miss Hana?" tanya Tian.^^^


Selalu saja ada ide ide spontan yang ada di otaknya. Tian memuji otak modusnya yang selalu berkerja dengan baik jika dekat Hana.


^^^"Eh, pergi bertiga? Ke-kenapa?" tanya Hana ragu.^^^


Kenapa mau pergi bertiga denganku? Aku sih ikut saja mau kemana---Eh bukan itu masalahnya! Pikiran dan hati Hana seperti tidak ada sinkronisasi.


^^^"Karena Eri yang mau Miss. Ya kan Eri sayang?" lagi-lagi Tian menggunakan Eri sebagai alasan.^^^


Padahal Tian yang ingin sekali mengajak Miss Hana pergi di setiap kesempatan yang Tian bisa.


^^^"Yess...Mau...!" jawab Cherry semangat.^^^


Loh. Loh, tapi kan aku belum bilang apa apa! Hana jadi bingung, perasaan dirinya belum menyetujui apapun. Tapi melihat Cherry yang sudah terlanjur senang seperti itu Hana jadi tidak tega kalau menolak.


^^^"Oke, sayang. Kita udah janji ya sama Miss Hana." Tian mengeksekusi idenya dengan sempurna.^^^


^^^"Miss Hana juga janji ya sama Eri. Hehe." ucap Tian dengan senyum cerah.^^^


Ish, kenapa sih orang ini suka memutuskan sendiri terus. Aaaa, menyebalkan. Protes Hana yang tertahan di hati.


Mau tidak mau Hana mengganggukan kepala tanda setuju.


"Iya boleh. Nanti kita main bertiga ya Cherry." jawab Hana.


"Asiik! Ma.. kasih Miss..Ana!" (artinya: Asyik, Terima kasih Miss Hana)


Senyuman Cherry mengembang sempurna, dengan mata bulatnya yang berbinar lucu. Tiga orang dewasa itu jadi tertawa melihatnya.


Setelah itu mereka tetap berbincang bersama melalui panggilan video, sampai akhirnya beberapa pelayan kimono datang membawa menu yang siap di hidangkan untuk dua tamu mereka itu.


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimashita


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2