
Masih di lokasi pemotretan promosi iklan drama 'Just Bite Me' yang akan tayang beberapa bulan lagi.
Sesi pemotretan pertama yang dilakukan Rainy akan segera berakhir. Tian, sang pemain utama pria sudah standby bersiap untuk sesi pemotretan kedua, dengan look dan make up yang sangat sempurna.
Bila dilihat dari penampilan nya saat ini, Tian terlihat berbeda dengan image dirinya yang biasa. Konsep vampir membuat sang artis seolah bertambah pesona dan image baru lagi. Image yang ditampilkannya hari ini seperti laki-laki tampan yang dingin dan sedikit seenaknya.
Senyum menawannya yang biasa secerah bunga matahari juga tidak terlihat, hanya tatapan tajam laki-laki berdarah dingin memandang ke depan.
Padahal hari ini hanya pemotretan promosi saja, bukanlah lokasi syuting drama sesungguhnya. Tapi Tian memang sangat totalitas, tidak pernah setengah setengah soal akting dan penampilannya. Sungguh memberikan kesan artis terkenal yang sangat multitalenta.
Artis tampan yang biasanya ramah itu, sepertinya sedang menghayati perannya sebagai artis vampir yang cool dan tidak banyak bicara. Tian hanya berdiri di samping Managernya. Tapi kehadiran sang artis mampu membuat fokus kru wanita terpecah antara melihat ke lokasi pemotretan Rainy atau ke arah Tian yang berdiri di pinggir lokasi.
Seluruh kru wanita yang ada di lokasi syuting rasanya sesak bernafas melihat sang artis semakin tampan dengan konsep look vampir seperti ini.
Ketampanan Tian semakin terlihat tidak nyata, wajah yang tetap tampan meskipun usia awal 30an seolah Tian benar-benar seperti vampir yang tidak bisa menua.
^^^"Kita harus berterimakasih kepada penulis naskah dramanya."^^^
^^^"Eh, bukannya pak Sutradara ya yang memilih Tian?"^^^
^^^"Pokoknya siapa pun itu, berkat mereka kita bisa lihat konsep ini sekarang."^^^
Para kru wanita berbisik tapi karena mereka berbisik dengan suara keras pembicaraan mereka masih bisa didengar orang lain. Termasuk sang artis dan managernya.
Sang artis biasanya senang senang saja mendengar banyak pujian untuknya, tapi hari ini Tian dalam mood kesal.
meski dalam kondisi seperti ini Tian dapat menekan ekspresi mukanya agar tidak terlihat jelas bahwa dia tidak dalam mood bagus.
Jadi tampak dari luar adalah Tian sedang diam berusaha menghayati perannya sebagai Edgard Culles, sang artis vampir dalam drama ini.
Hebatnya meski dalam mood kesal sekalipun, Tian tetap memastikan penampilannya harus baik dan sempurna.
Manager Raka yang mengetahui mood sang artis sedang tidak bagus berusaha tidak banyak bicara. Manager Raka takut kata-kata apapun bisa membuat mood Tian semakin jelek. Karena yang di inginkan sang artis ini adalah pemotretan cepet selesai agar sang artis bisa menemui pujaan hatinya di sekolah.
Beruntungnya saat harus menunggu sesi kedua pemotretan, Tian diminta standby di pinggir lokasi bukan menunggu di ruang make up. Kalau di ruang make up dan ditinggalkan berdua saja dengan sang manager, pastilah sang manager itu akan kena imbas kekesalan sang artis ini.
Manager Raka hanya bisa mengucapkan syukur dalam hatinya tentang keberuntungan ini.
Entah apa yang pernah dilakukan Tian terhadap manager Raka, sehingga kalau Tian sedang kumat galak dan menyebalkannya Manager Raka sangat berhati-hati agar tidak memancing kemarahan sang artis. Tidak banyak yang tahu sifat asli sang artis selain manager Raka. Tian sama menakutkannya dengan Dave, ayahnya.
Manager Raka baru mendengar permintaan Tian yang ingin hadir dalam meeting para guru di sekolah saat pagi hari menjemput sang artis di rumahnya. Seperti biasa Tian meminta perubahan jadwal tanpa penjelasan sebelumnya. Kepala Manager Raka sudah berdenyut pusing sedari pagi.
Rencana yang diucapkan mendadak oleh sang artis kali ini sangat tidak masuk akal. Karena pemotretan hari ini tidak mungkin di cancel atau diganti harinya. Manager Raka tidak menemukan alasan profesional yang bisa digunakan untuk seenaknya membatalkan jadwal pemotretan ini pas di hari H.
Manager Raka mencoba menjelaskan dengan baik ke Tian terkait kondisi pemotretan yang tidak mungkin di batalkan. Tapi sang artis pun tidak mau mengerti, tetap saja merengek seperti bayi besar ingin pergi ke sekolah setelah pemotretan selesai jadi meminta jadwal di majukan.
__ADS_1
Manager Raka yakin kalaupun bisa pergi setelah pemotretan selesai, kemungkinan besar meeting guru juga sudah berakhir, pikirnya.
Ya Tuhan, kenapa lagi dengan duda artis puber kedua ini. Bikin kepalaku sakit saja. -Manager Raka
Untuk menyesuaikan keinginan gila sang artis, akhirnya Manager Raka menggunakan kemampuan negosiasinya terhadap pihak-pihak terkait agar mau jadwal pemotretan di majukan.
Alhasil, usaha Manager Raka berhasil.
Hasil negosiasi dari sang manager membuat pemotretan yang harusnya dilakukan dari jam sembilan pagi, akhirnya bisa dimajukan jadi lebih awal mulai dari jam tujuh pagi.
Lagi-lagi keberuntungan di pihak sang manager. Lawan main Tian, Rainy juga meminta hal yang sama karena harus pergi ke lokasi janji berikunya di luar kota.
Saat dia minta fotografer dan kru lainnya mereka juga sudah standby dari dini hari karena menyiapkan property pemotretan.
Fotografer dan kru hari ini, sama seperti pemotretan iklan brand baru dua Minggu yang lalu. Jadi tidak sulit untuk melakukan negosiasi dengan mereka. Karena hampir semua orang di kru ini tahu kalau jadwal Tian sangat padat dan sering berubah untuk penyesuaian. Pemakluman yang sangat tinggi untuk artis sekelas Ricky Sebastian Alexander.
Apalagi, mereka merasa pemotretan bersama Tian biasanya sangat berkesan dan menyenangkan. Jadi mereka tidak keberatan menukar keribetan di awal dengan pengalaman bekerja sama dengan artis terkenal seperti Tian.
Setelah dari pagi sudah sibuk menelpon kesana kemari, Manager Raka sekali lagi berhasil menyesuaikan perubahan jadwal sesuai dengan permintaan aneh sang artis. Sebuah prestasi menakjubkan yang seharusnya tidak boleh dibiasakan terjadi.
Sudah sampai sebegitunya kerja keras dari sang manager, tapi masih saja Tian tidak terlihat puas.
Tian akhirnya ikut berpikir, jika dari segi waktu sekalipun pemotretan selesai lebih awal kemungkinannya tidak akan tepat waktu sampai saat meeting guru di mulai. Hal ini dipertimbangkan melihat jarak dari lokasi syuting yang ada di Jakarta Barat menuju sekolah Kindergarten Summer Breeze di kelapa gading, Jakarta Utara yang cukup jauh.
Meski sudah tahu mustahil tapi Tian tetap memaksa managernya berusaha lebih keras lagi agar keinginannya terwujud.
Untuk meeting para guru itu sendiri Tian dan Manager Raka mendengar langsung dari kepala sekolah David kemarin saat diskusi sebelum makan siang dalam pertemuan di rumah.
Meeting para guru itu berkepentingan untuk persiapan hari orientasi pertama murid tahun ajaran baru dan juga sosialisasi adanya perubahan atau penyesuaian peraturan yang dibuat oleh Tian dan Manager Raka. Meski begitu, tentu tidak ada kewajiban Tian untuk hadir kan?
Tian beralasan, dirinya dan juga Manager Raka harus hadir untuk memastikan sendiri semua staff termasuk guru guru akan mematuhi peraturan tersebut demi kenyamanan dan keamanan Cherry.
Walau begitu Manager Raka tahu itu hanya alasan kamuflase yang dibuat sang artis agar dapat bertemu Hana lagi.
Ampun deh, memangnya kemarin kurang bertemunya apa! Sampai cium cium rambut segala. Kau maunya apa sih dasar artis gila! -Manager Raka
Makian Manager Raka yang tertahan dalam hati. Lagi-lagi kesabaran setipis tisu Manager Raka di uji.
Di tengah heningnya suasana antara Tian dan Manager Raka yang masih tidak saling bicara saat menunggu, kesadaran Manager Raka kembali ke permukaan saat mendengar suara instruksi dari fotografer untuk bersiap sesi kedua.
Tibalah saat pemotretan sesi kedua dilakukan.
Rainy mengucapkan terima kasih ke fotografer dan kru penata lainnya dan segera menuju ruang make up lagi untuk di touch up make up nya sebelum sesi ketiga dimulai.
Saat melewati artis seniornya Tian dan juga Manager Raka, Rainy menunduk dan memberi salam sopan yang dibalas salam juga oleh kedua laki-laki tersebut.
__ADS_1
Hanya beberapa kru wanita yang melihat interaksi manis tiga orang itu, terlihat pipi sang artis wanita bersemu saat melewati kedua laki-laki tampan tadi.
Sama seperti beberapa menit lalu mereka kembali berbisik dengan suara keras seperti sengaja membuat orang lain mendengar pembicaraan mereka. Kali ini, Manager Raka tidak tinggal diam. Manager Raka tidak menyukai hal hal seperti gosip yang tidak jelas, karena akan berefek buruk untuk karir para artis kedepannya.
Selain karena kemampuannya sebagai manager artis yang serbabisa, Manager Raka juga terkenal dikenal karena ketegasannya.
Hanya dengan lirikan tajam dari mata manager Raka ke kerumunan kru wanita yang tadi berbisik dengan keras, mereka dengan sendirinya membubarkan diri.
Tian yang sedari tadi memang menunggu sesi pemotretan kedua, sudah ingin berjalan ke arah tengah lokasi pemotretan tapi tertahan oleh tangan managernya.
"Apa sih kak. Lepas!"
-Tian
Tian berbicara dengan nada rendah, mungkin hanya dirinya dan Manager Raka yang bisa mendengarnya. Tatapan sengitnya dikeluarkan seolah bilang, jangan membuatku makin kesal.
Tian masih berusaha menekan ekspresi dan kata-kata nya di depan semua orang sekarang, tapi sang manager ini malah semakin memancing kekesalannya.
Manager Raka mendekati Tian dan berbicara pelan.
^^^"Kalau kau ingin pemotretan ini cepat selesai kau yang nurut dan jangan banyak kasih ide aneh aneh ke fotografer. Jadi.."^^^
Belum sempat Manager Raka menyelesaikan kata-katanya sudah di jawab duluan oleh Tian.
^^^"Cih, aku tahu." -Tian^^^
Tian tidak lagi mau mendengarkan perkataan manager Raka. Tian hanya ingin menyelesaikan pemotretan ini dengan baik dan cepat.
.
.
.
π»: ouen shite kurete arigatou gozaimashita. thank you for all support (mampir dan baca karyaku ini ya)
it's means a lot to me
semua komentar dan masukan kalian sangat ku tunggu, aku masih harus banyak mengimprove kata-kata ku jadi
jangan sungkan untuk tinggalin jejak di komentar ya. arigathanks π»
.
.
__ADS_1
Bersambung