Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Aura Permusuhan


__ADS_3

Bidak bidak catur mulai dimainkan.


Permainan catur yang sudah bisa diprediksi akhirnya.


Jangan ditanya siapa yang menang. Dari awal Tian sudah kalah telak. Mau Tian berusaha berpikir keras sampai berkeringat pun tetap dirinya tidak bisa menang melawan Ayah Hana bermain catur.


Sekarang saja, nilai permainan catur mereka Ayah 4-0 Tian.


Tapi Ayah Hana cukup senang bermain bersama Tian. Laki-laki senior itu menahan tawanya melihat ekspresi kekalutan dari sang artis.


Meskipun kalah, dia berusaha keras. Dan bermain dengan iklas. Tidak seperti Hale. Anak itu selalu yang terlihat terpaksa. Puji Ayah dalam hati atas semangat sang artis di depannya ini.


Selama permainan catur berlangsung, Hana yang membantu Ibunya memasak di dapur, ikut mengecek berkala dari dapur ke teras. Lalu kembali lagi ke dapur.


Hana terlalu khawatir kalau Tian tidak nyaman saat berada di rumahnya. Apalagi sekarang harus dipaksa menemani Ayahnya bermain catur. Hana tidak tahu, kalau Tian bahkan tidak merasa dipaksa sama sekali. Sekali lagi, Hana hanya terlalu khawatir.


Saat mengecek untuk kedua kalinya Hana bisa bernapas lega. Tian terlihat sangat fokus dan bisa bermain dengan Ayahnya tanpa rasa canggung. Di pandangan Hana, sesekali ayahnya memberikan petunjuk arahan kepada Tian. Seolah sedikit mengajarkan teknik permainan catur kepada sang artis. Yang ternyata sangat payah. Permainan catur itu sedikit berubah alurnya menjadi pelatihan catur. Sudah pasti kan, Ayah lah yang jadi coachnya.


Hana menikmati pemandangan ini, menahan tawanya saat meletakkan cemilan dan dua kopi untuk dinikmati kedua laki-laki yang disayanginya itu.


Hahaha. Kening kak Tian sampai mengkerut begitu. Pasti dia pusing sekali. Lihat. Dia juga berkeringat.


Tian bahkan tidak menyadari kehadiran Hana sama sekali. Mata Tian lekat fokus ke papan catur. Konsentrasi nya penuh untuk menentukan langkah selanjutnya. Berharap bisa menang walaupun cuma satu kali.


Hanya Ayah yang melirik Hana terus berbicara dengan suara lirih, makasih nak, begitu ucapannya. Ayah meminum kopinya selagi hangat, sambil menunggu gilirannya bermain.


Good luck kak Tian. Aku berdoa untukmu. gumam Hana dalam hati. Setelah itu Hana kembali ke dapur membantu Ibu menyiapkan makan siang.


Tepat sebelum makan siang, terdengar suara deru mobil Riga bersamaan dengan motor Hale mendekat. Hale dan Riga sudah pulang ke rumah Hana.


Kenapa Riga ikut juga ke rumah?


Seperti yang dikatakan Ayah Hana tadi, terkadang Riga datang hanya untuk bermain catur bersama sang Ayah. Kemampuan Riga bermain catur hampir sama, hanya dibawah satu tingkat dari kemampuan Ayah. Riga memang menyukai permainan seperti catur, dulu waktu masih sekolah di Jepang Riga juga bermain catur Igo. Meski berbeda, tapi secara dasar ada kemiripan dengan catur biasa kan. Sama-sama membutuhkan strategi dan kecerdasan otak.


Awal mula ceritanya, karena Hale bosan selalu menemani sang Ayah bermain catur tanpa henti. Pagi, siang, ketemu malam. Ayah kalau sedang libur bisa menghabiskan waktunya untuk bermain catur seharian. Hale sampai pusing dibuatnya.


Maka dari itu Hale memiliki ide cemerlang. Hale mengajak Riga untuk kerumah, menawarkan Riga apakah mau menemani ayahnya bermain catur. Tentu saja tawaran itu disambut baik oleh Riga. Riga bisa bertemu Hana di rumah, juga mengambil hati Ayahnya Hana.

__ADS_1


Hale yang pandai melihat peluang, ikut senang. Sekali mendayung, sekalian mengambil ikan. Artinya bukan hanya menyelesaikan beberapa hal sekaligus tapi bisa membuat senang semua pihak kan? Begitu pepatah modifikasi yang Hale buat sendiri.


Saat mereka berdua sudah memarkirkan kendaraannya masing masing, mereka masih berbincang membicarakan hasil latihan basket hari ini. Sampai tanpa aba aba Riga berhenti mendadak saat memandang ke depan. Hale bingung. Melihat ke arah pandangan Riga.


Jangankan Riga, Hale saja sebagai pemilik rumah kaget. Mereka terkejut, melihat seseorang laki-laki yang wajahnya tidak asing sedang berada di teras depan, bermain catur dengan Ayah. Bola basket di tangan Hale hampir terjatuh dari dekapannya.


^^^"Le, itu artis Ricky Sebastian Alexander kan? Aku yakin itu dia. Kok ada di rumahmu?"^^^


Riga merasa dirinya perlu validasi orang lain. Meskipun dia yakin pengelihatan nya tidak salah. Riga kan juga sering bertemu orang itu saat mengantar Ayahnya. Meski Riga dan Tian sama sekali tidak pernah bertegur sapa, tapi Riga tidak mungkin salah mengenali artis terkenal seperti Tian kan.


^^^"Lah, kak. Aku kan juga baru datang. Aku engga tahu kenapa dia di rumahku, kak." Hale memilih sedikit berbohong.^^^


Yang sebenarnya adalah Hale sudah tahu sedikit. Tadi saat Hana ijin balik duluan, Hale juga sudah dikasih kabar oleh Hana kalau Tian akan datang menjemput kakak perempuannya itu. Hanya saja Hale tidak menyangka kalau setelah dijemput Tian dan Hana ternyata pulang ke rumah. Hale pikir mereka akan pergi berkencan.


Kenapa kak Hana tidak kasih tahu aku dulu sih. Tahu jadi seperti ini, aku tidak akan mengajak kak Riga ke rumah kalau begini ceritanya.


Memasuki teras depan, Riga dan Hale menyapa Ayah Hana juga Tian.


Karena disapa, Tian menjawab sapaan itu sambil melihat orang yang menyapanya. Senyum dalam wajah artis tampan itu hilang seketika.


Hah! Kenapa dia kesini juga?!


Meski tidak berbicara satu sama lain, aura permusuhan sudah terlihat jelas dari dua laki-laki tampan itu.


...🌻🌻🌻...


Di sebuah tempat. Belum diketahui lokasi pastinya.


Di dalam kamar yang gelap, tanpa jendela dan ventilasi, dan sengaja selalu dikunci karena banyak sekali foto foto dan juga data, bahkan yang ilegal untuk diketahui publik tentang seorang artis tampan yang sangat populer.


Tidak lain, yang di maksudkan adalah Ricky Sebastian Alexander.


Seorang wanita usia akhir 20 tahunan berteriak marah di dalam kamarnya. Membanting gelas ke lantai.


Prang!


Seakan tidak puas dengan tindakan yang sebelumnya, wanita itu terus memaki nama satu orang sambil mengambil dan melempar benda yang dilihatnya paling dekat.

__ADS_1


^^^"Rainy sialan! Dasar wanita j*lang! Tidak ada kapoknya mendekati Tian-ku!" Umpatnya berulang-ulang.^^^


Fans fanatik itu melampiaskan kemarahannya dengan menyobek foto artis cantik pendatang baru itu lalu di lemparkannya ke sembarang tempat.


^^^"Ternyata hukumanmu di kamar mandi masih tidak membuatmu kapok mendekati Tian ya! Kamu memang harus diberi pelajaran lagi, dasar Jalaaaaang!"^^^


Wanita itu melemparkan handphone nya ke arah cermin, sehingga pecah berserakan. Jarak antara cermin dan wanita itu cukup dekat salah satu pecahannya melewati pipi dan lengannya.


Pipi dan lengan itu tergores kaca dan terlihat sedikit berdarah.


Teriakan dan amukannya yang terakhir itu, terdengar sampai keluar kamar. Semua anggota keluarga yang ada di dalam rumah itu semakin panik mengetok ngetok pintu kamar wanita itu.


^^^"Nia, kamu kenapa nak? Mama mohon jangan melakukan hal-hal berbahaya lagi."^^^


^^^"Hah! Kakak ini kenapa sih selalu nyusahin kita terus! Buka kak!"^^^


Mereka adalah Ibu dan adik dari wanita itu.


Benar sekali. Wanita ini adalah fans fanatik Tian yang beberapa hari lalu mengunci Rainy di dalam kamar mandi saat selesai pemotretan. Wanita yang sama yang menyebabkan kecelakaan besar yang menewaskan mendiang Ibunya Cherry.


Kali ini, wanita itu marah karena membaca postingan salah satu Tianager yang baru saja diposting tiga jam lalu, namun langsung menjadi berita viral.


Himawari.yakusoku memposting :


Tianager berkumpul!!! Hot news katanya Tian kita sudah punya punya calon istri baru!


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimashita.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2