Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Hari Orientasi Murid Baru


__ADS_3

Masih di hari yang sama. Malam hari.


Hana dan keluarga sudah menyelesaikan makan malam mereka. Sekarang, Hana sudah berada di kamarnya, sedang uring-uringan menunggu telepon dari Tian.


Apalagi Hana sudah mengetahui tentang postingan viral di Waver dan dua artikel berita terbaru dari Onestopnews. Berita tentang hubungannya dengan Tian, yang akhirnya tercium para media juga. Hana tahu para wartawan sedang menggila, mencari-cari informasi terbaru tentang hal ini. Para netizen juga tidak kalah sibuk. Mereka memulai pekerjaannya sebagai detektif dadakan. Mulai banyak teori dan informasi palsu tentang sosok pacar Tian 'sang wanita non-artis' yang juga menjadi topik hangat dalam dunia maya saat ini.


Yang tidak lain adalah dirinya sendiri.


Hana berjalan bolak balik, tidak bisa tenang. Untuk duduk diam saja tidak bisa, apalagi jika harus dipaksa istirahat. Kepalanya bercabang, karena memikirkan banyak hal.


Bagaimana ini? Aku tidak menyangka akan secepat ini berita menyebar. Tidak ada yang tahu itu adalah aku kan? Dari foto kan tidak terlihat jelas. Kak Tian juga belum menelpon. Ya Tuhan. Semoga tidak terjadi masalah besar.


Hana tidak bisa berbohong bahwa dirinya merasa cemas. Berharap pacarnya, Tian, bisa segera meneleponnya. Setidaknya Hana ingin mendengar suara nya. Hana takut Tian kenapa-kenapa. Padahal kondisi dirinya juga perlu di khawatirkan.


Entah apa yang akan terjadi kalau identitas dirinya terungkap. Wanita non-artis yang menjalani hubungan dengan Tian sang artis terkenal adalah dirinya, seorang guru kindergarten biasa.


Bisa-bisa sekolah kindergarten Summer Breeze juga akan ikut disangkut pautkan.


Hana menggelengkan kepalanya. Menghapus pikiran negatif yang muncul di kepalanya.


Untuk sekarang, Hana tidak tahu harus melakukan apa, selain hanya menunggu kabar dari kekasihnya itu.


^^^"Kak Tian. Ku mohon segera telepon aku. Ku mohon."^^^


...🌻🌻🌻...


Keesokan harinya.


Hari orientasi murid baru sekolah kindergarten Summer Breeze.


Layaknya upacara penerimaan murid baru, hari ini para orangtua dan murid yang akan bersekolah selama setahun di Summer Breeze akan hadir. Inti acara orientasi ini adalah pengenalan.


Para Guru mengenalkan kepada murid baru tentang lingkungan sekolah, suasana menyenangkan di kelas, serta sosialisasi dengan teman baru di sekolah. Tujuannya agar murid baru merasa nyaman, bersosialisasi, dan senang bermain dan belajar di sekolah untuk kedepannya.


Kegiatan orientasi dimulai dengan sambutan dan pengenalan dari Kepala Sekolah David.


Hana dan staf guru lainnya sibuk. Berinteraksi dengan murid dan tentunya walimurid juga. staff sekolah lainnya juga sibuk sesuai dengan pembagian job desk dari kepala sekolah David.

__ADS_1


Ada yang bertugas mengabadikan foto, seksi konsumsi, dan penerima tamu walimurid.


Kegiatan tahunan sekolah ini berjalan sedikit berbeda. Tahun ini lebih banyak bodyguard yang berjaga di dalam sekolah, bahkan dari luar sekolah saja sudah ada banyak.


Para walimurid sendiri sedikit terheran-heran. Meskipun dari mereka memang dari golongan keluarga berkecukupan, tapi mereka tidak menyangka penjagaan untuk tingkat kindergarten sampai sebegitu ketatnya.


Tentu saja, dari para walimurid itu tidak ada yang tahu alasan utama penjagaan ketat ini. Ini masih menjadi rahasia antara keluarga Tian dengan seluruh staff sekolah.


Sampai tiba di penghujung kegiatan orientasi. Satu persatu murid dan orangtuanya pulang. Mereka akan memulai kegiatan sekolah 'first day school' di keesokan harinya.


Hana masih berada di aula pertemuan.


Sampai akhir Hana tidak melihat orang yang diharapkannya muncul. Walau prediksinya juga kemungkinan Tian tidak akan muncul, tapi harapan itu masih dipertahankan nya.


Hana berharap Tian datang untuk ikut mengantar Cherry hari ini. Namun, yang terlihat hanya Bella, tantenya dan juga Nyonya Sandra, neneknya Cherry. Tadi pagi, Hana sudah lebih dahulu menyapa Cherry, Bella, dan Nyonya Sandra.


Hana bingung. Sejak kemarin kekasihnya itu tidak ada kabar. Tidak ada telepon. Hari ini pun tidak bertemu. Tanpa penjelasan, Hana merasa dirinya gamang dan khawatir.


Bodohnya aku. Aku juga sudah diberitahu sejak makan malam, kalau kak Tian ada agenda jadi tidak akan hadir hari ini. Aaaa. Apa aku bertanya ke nona Bella saja ya?


^^^"Ibu Ana! Kiss!" ucap Cherry riang sambil menarik tangan Hana.^^^


Jangankan Hana, Bella dan Nenek Sandra sampai kaget dengan panggilan Cherry.


Hana segera berjongkok. Menjajarkan dirinya dengan Cherry.


^^^"Cherry sayang. Sini kiss. Ehm, kalau di sekolah, panggil Miss dulu ya sayang. Kaya teman-teman lainnya. Okay?" Hana melirik kanan kiri.^^^


Memastikan bahwa teman-teman sesama guru maupun staff sekolah lainnya tidak mendengar panggilan Cherry tadi.


^^^"Upss. Lupa! Sowwy!" ucap Cherry dengan lucu.^^^


Hana mencubit pipi Cherry dengan gemas, lalu berdiri kembali menyapa dua wanita cantik yang mengantar Cherry ini.


^^^"Nona Bella, Nyonya Sandra. Mohon maaf tadi pagi saya tidak bisa menemani. Apakah semua nya sehat?" tanya Hana ramah dengan senyum manis.^^^


^^^"Kita sih sehat. Tapi pacar kakak ipar yang sedang tidak sehat. Hihi. By the way, sudah kubilang jangan panggil nona. Umur kita tidak jauh berbeda." Bella tidak kalah ramah.^^^

__ADS_1


Namun Bella mengecilkan suara saat mengatakan kakak ipar. Bella tidak mau kata-katanya menimbulkan masalah saat di sekolah.


Tentu saja, Hana merasa malu sekagus senang mendengar kata kakak ipar dari Bella. Hana pun tersenyum sedikit salah tingkah.


^^^"Iya. Tian sedang di hukum oleh Ayahnya. Hehe. Dia ingin sekali kesini padahal. Katanya titip salam buat Hana cantik." ucap lembut Nenek Sandra dengan mengelus punggung Hana.^^^


^^^"Eh? Dihukum kenapa?" raut panik terlihat di wajah Hana.^^^


Hana hanya berfokus ke topik tentang Tian. Dia bahkan tidak sadar kalau dia juga barusan habis dipuji oleh calon mertuanya.


^^^"Hahaha. Tidak perlu khawatir. Bukan hukuman besar. Hanya disuruh tidak boleh keluar rumah saja. Eh? Tian tidak mengatakan apapun pada Hana?" tanya Nenek Sandra.^^^


Matanya membulat. Tidak menyangka, saat Hana menggelengkan kepala. Nenek Sandra salinh memandang dengan anak perempuannya, Bella.


Artinya Tian tidak ada mengabari Hana sama sekali, gitu maksudnya? Pantas Hana terlihat khawatir. Mereka berdua menangkap raut sedih Hana. Hana terlihat menahan tangisnya.


^^^"Tapi...kak Tian tidak sakit kan? Maaf, saya mencoba menelpon. Tapi belum terhubung, saya pikir terjadi hal buruk." akhirnya Hana bicara juga.^^^


^^^"No. Kak Tian baik baik saja. Maaf ya membuat kakak ipar jadi khawatir. Nanti aku minta kak Tian langsung telepon ya." Bella bahkan mengusap punggung tanggan Hana saat bicara.^^^


Hana merasa agak lega. Setidaknya bertemu dengan Bella dan ibunya Tian, lalu dijelaskan tentang keadaan Tian membuat pikiran negatif yang sedari malam ada menjadi hilang perlahan.


Hana akan sabar menunggu lagi. Menunggu kabar dari kekasihnya itu.


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimashita.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2