Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Terlambat


__ADS_3

Keesokan harinya, karena tidur terlalu larut malam Hana jadi bangun kesiangan.


Meeting para guru di sekolah Summer Breeze dimulai jam sembilan pagi, tapi Hana baru bangun jam tujuh lewat 15 menit. Itu pun karena ibunya naik ke atas kamarnya untuk membangunkan Hana.


Saat makan malam kemarin Hana menyampaikan bahwa dia harus tidur cepat karena akan ada meeting guru di pagi hari. Biasanya anak perempuan itu akan turun ke bawah untuk makan pagi sekitar jam tujuh kurang lima belas sebelum akhirnya berangkat ke sekolah kindergarten. Tapi sudah jam tujuh lewat lima Hana juga belum juga muncul, sehingga ibunya khawatir dan membangunkan anak perempuannya itu.


Saat akhirnya ibu membangunkannya, Hana sangat kaget ketika melihat jam di nakas samping tempat tidurnya. Sehingga langsung bergegas mandi dengan persiapan yang singkat. Hana bahkan tidak akan sempat keramas, karena rambutnya yang sangat panjang pasti akan menyita persiapan yang panjang.


Hana tidak menyangka kegiatan fangirling nya semalam memakan waktu hingga jam dua pagi. Hana tidak berhenti membaca untuk mendapatkan banyak informasi tentang sang artis.


Hana sudah membaca semua informasi yang banyak dilewatkannya saat tidak aktif menjadi fans. Informasi tersebut tentang Tian dari setelah fan meeting keduanya di usia 18 tahun, yang artinya sudah enam tahun yang lalu. Juga jangan lupakan informasi terkini, Tian yang berencana membuka akun Inspogram pribadinya.


Hana juga membaca rangkuman biografi yang ditulis oleh salah satu Tianager bernama Tianisme. Judul postingan Biografi itu bertuliskan, 'How to know our Tian in 15 minutes.'


Biografi itu berisi mulai dari awal perjalanan karir Tian saat berusia 13 tahun, sangat lengkap dengan tahun dan peristiwa penting yang Tian alami termaksuk saat Tian melakukan press conference pengumuman menikah dan hiatusnya. Sampai comeback Tian setelah dua tahun hiatus dan kelahiran putri kecilnya yang sampai sekarang masih dirahasiakan kehadirannya di khalayak publik. Ada juga sedikit cerita tentang keluarga terdekat sang artis.


Setelah membaca postingan biografi itu, Hana juga jadi penasaran dengan sosok mendiang istrinya atau ibu dari Cherry. Kegiatan fangirling ini menambah jadi menggali informasi tentang keluarga sang artis.


Awalnya, sebenarnya Hana hanya ingin melihat seperti apa gambaran dan wajah mendiang ibu Cherry. Namun, informasi mendiang ibu Cherry sangat sedikit sekali.


Sedikit berbeda dengan Cherry, wajah dan kehidupan dari wanita itu ternyata tidak terlalu di rahasiakan. Hanya saja, Informasinya terbatas sampai kehidupan wanita itu sebelum menikah dengan sang artis. Setelah menikah dengan Tian tidak ada lagi informasi bahkan foto pernikahan mereka juga di rahasiakan.


Wanita itu bernama Cristal Olivia dengan potret diri sedikit formal menghadap kamera. Rambut Cristal hitam sebahu, dengan wajah yang cantik sekali seperti model.


Wah, mata dan rambutnya sangat mirip dengan Cherry. Cantik sekali. -Hana


Meskipun rasa penasarannya masih tersisa banyak, Hana cukup puas bisa melihat seperti apa sosok ibu Cherry.


Hana merasakan perasaan sedih saat memikirkan kondisi Cherry yang masih berusia dua tahun, masih sangat kecil saat ibunya meninggal. Hal ini pasti sangat mengguncang hidup sang gadis manis itu.


Hana belum tahu pasti apakah hal ini berkaitan atau tidak, tapi firasatnya mengatakan Cherry mungkin mengalami trauma hingga dia mengalami gangguan bicara.


Bagaimana caranya mengobati trauma pada anak kecil ya. Hana bertanya-tanya dalam hatinya.


Hana tidak memiliki pengetahuan sama sekali tentang hal ini. Psikologi perkembangan anak pernah Hana pelajari, tapi hanya sebatas pemahaman agar pada pengajar mampu memberikan instruksi kepada para murid sesuai dengan usia perkembangan emosional di diri murid tersebut. Mungkin akan berbeda dengan pendekatan yang harus dilakukannya ke Cherry jika benar gadis kecil itu mengalami trauma.


Setelah mencari tahu tentang hal itu, kepercayaan diri Hana yang tadinya penuh jadi berkurang. Hana bahkan meragukan kapabilitas dirinya mengajar.


Apakah aku mampu? Dia berpikir sepanjang malam hingga akhirnya tertidur sendiri.


Disinilah Hana, terburu-buru memanaskan motornya karena waktu sudah menunjukan jam delapan lebih 30 menit.


Waktu yang harus ditempuhnya dengan jarak rumah Hana sampai sekolahnya di kelapa gading biasanya memakan waktu 30 menitan. Itu juga kalau tidak macet, kalau macet bisa jauh lebih lama.


Tidak beruntungnya Hana, jam segini biasanya dia akan menemui beberapa titik kemacetan di jalan Jakarta, yang memang selalu macet jika hari kerja.

__ADS_1


Sebelum berangkat Hana mencoba menelpon seseorang dengan Handphonenya.


^^^"Riga. Ano ne. Atashi wa chotto chikoku kamoshirenai kedo, David Sensei ni tsutaetemo ii?"^^^


^^^-Hana^^^


^^^(🌻: Riga. Gimana ya. Kayanya aku bakalan sedikit telat deh. Bisa tolong sampaikan ke David Sensei kah? )^^^


^^^"Un, Ii yo. Ki o tsukete ne. Yukkuri de daijoubu dayo. Matteru kara." -Riga^^^


^^^(🌻: Ya, gapapa kok. Hati hati ya. Kamu pelan-pelan aja gapapa. Kita tungguin kok. )^^^


^^^"Gomenne, meiwaku o kakete. -Hana"^^^


^^^(🌻: Maaf ya. Jadi ngerepotin nih.)^^^


^^^"Iie, tondemonai." -Riga^^^


^^^(🌻Apa sih. Bukan masalah besar kok. )^^^


Hana memang sangat bergantung pada Riga, sampai saat telat juga orang yang pertama dia informasikan adalah Riga.


Selain karena Riga juga wakil kepala sekolah, Hana jarang menelpon kepala sekolah David duluan. Oleh karena itu, Hana meminta tolong Riga menyampaikan ke kepala sekolah bahwa dirinya telat. Sebenarnya hal ini dilakukan bukan hanya oleh Hana, guru-guru kindergarten lainnya juga lebih sering menginformasikan ke Riga.


Kepala sekolah juga tidak pernah mempermasalahan apakah informasi harus disampaikan kepadanya langsung atau lewat Riga. Yang penting kalau terjadi apa apa harus ada informasi.


Untuk masalah pelaporan dan informasi kehadiran atau keterlambatan, kepala sekolah memang sangat disiplin. Sebuah sikap yang wajar mengingat kepala sekolah sangat terbiasa dengan keteraturan dan kedisiplinan dari saat beliau di Jepang. Begitupun saat kepala sekolah David membentuk sekolah kindergarten Summer Breeze.


Kepala sekolah menerapkan kedisiplinan di dalam lingkungan sekolah, baik untuk murid maupun staff sekolah termasuk para gurunya.


Hana yang juga sudah terbiasa dengan kedisiplinan di Jepang sangat malu kalau dia terlambat. Ini pertama kalinya Hana terlambat sejak Hana masuk bekerja di sekolah Summer Breeze. Hana mempercepat laju motornya menuju sekolah.


Kalau ada yang tanya kenapa aku telat aku harus bilang apa nanti? Masa bilang karena fangirling tuan Tian semalaman. Aaa bodohnya aku. -Hana


...🌻🌻🌻...


Di pagi hari, tempat berbeda.


Tian sudah berada di lokasi tempat pemotretan terakhir para pemain drama berjudul 'Just Bite Me'.


Pemotretan ini ditujukan untuk promosi iklan sebelum tayang drama terbaru Tian yang direncanakan akan tayang dua atau tiga bulan lagi. Masih belum dipastikan tanggal pastinya, karena semua masih menunggu kabar official dari rumah produksi drama tersebut.


Setelah sebelumnya sudah beberapa kali pengambilan gambar, jadwal pemotretan hari ini di khususkan hanya untuk Tian sang pemeran utama pria dan lawan mainnya sang pemain utama wanita.


Seharusnya semua persiapan promosi sudah selesai dari tiga Minggu yang lalu, namun Sutradara dan tim produksi merasa masih perlu melakukan taping pemotretan satu tema lagi. Sehingga diperkirakan jadwal pemotretan hari ini tidak akan lama.

__ADS_1


Sesi pemotretan dibagi dalam tiga sesi.


Saat ini, sesi pertama yang sedang dilakukan sekarang adalah pemotretan sang pemeran utama wanita, dikenal dengan nama panggungnya Rainy.


Rainy dan Tian berada di satu management agency yang sama, kedekatan mereka atau biasa dibilang chemistry nya juga sangat baik, kedekatan mereka tergolong natural. Mungkin begitulah level kemampuan akting para artis terkenal.


Meskipun Rainy adalah artis pendatang baru, namanya sudah lumayan terkenal. Bahkan diprediksikan namanya akan semakin dikenal setelah perannya yang beradu akting dengan artis paling populer di negeri ini, Ricky Sebastian Alexander.


Sesi kedua, yaitu pemotretan sang pemeran utama pria, Tian. Lalu pemotretan akan diakhiri dengan beberapa pengambilan gambar Tian dan Rainy bersama sebagai pasangan.


Menunggu giliran pemotretan sesi kedua, Tian sudah standby di pinggir lokasi dengan look dan make up vampir tema busana hitam.


Untuk menambah look vampir nya Tian memakai softlens warna hazel, yakni campuran warna coklat dan hijau dengan bintik emas. Warna bola mata ini merupakan warna bola mata terlangka peringkat kedua di dunia, sehingga cocok untuk menambah kesan misterius dan langka dalam karakter vampir yang dibintanginya di drama.


Dengan look bola mata hazel, make up kulit putih seputih susu dan riasan detail mata yang sedikit tegas, ditambah paras wajah tampan sang artis itu sendiri, wajah Tian yang memang tampan menjadi dua kali lipat lebih tampan, puji stylish dan hampir seluruh kru pemotretan yang melihatnya.


Untuk baju yang dipakainya, Tian hanya memakai pakaian serba hitam, yaitu kaos inner hitam dipadukan coat eropa hitam juga. Begitupun Rainy, wanita itu memakai dress terusan hitam yang simple namun serasi dengan pakaian Tian.


Di sela menunggu giliran, Tian yang berdiri disamping Manager Raka berbicara. Dipastikan tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka karena lokasi mereka yang lumayan berjarak dengan kru lainnya dan suara mereka dipelankan sampai hanya mereka berdua saja yang bisa mendengar.


^^^"Kak Raka, meeting guru di sekolah Eri dimulai jam berapa? Aku sudah bilang padamu kan aku ingin ikut hadir." -Tian^^^


^^^"Jam sembilan. Iya aku tahu sabar saja. Tunggu sampai pemotretan selesai." -Manager Raka^^^


^^^"Cih." -Tian^^^


Tian masih saja kesal. Tadinya Tian berencana datang ke sekolah untuk ikut hadir meeting para guru membahas peraturan dan penyesuaian baru sebelum tahun ajaran baru di mulai. Namun rencananya yang dadakan itu belum bisa terwujud.


Meskipun pemotretan ini awalnya hanya pemotretan tambahan, tapi jadwal pemotretan ini tidak bisa di batalkan karena lumayan penting untuk promosi. Tian juga harus profesional mengikuti semua jadwal yang sudah ditentukan, tapi tetap saja dia kesal karena Tian sudah membayangkan akan bertemu lagi Hana.


Bayangannya pupus saat pagi tadi Manager Raka datang untuk menjemputnya.


.


.


.


itsumo arigatou gozaimashita


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2