Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Banyak Salah Paham


__ADS_3

Masih dalam suasana ngedate keluarga kecil di Aquarium Indoor di Mall Neo Carnaby Metropolitan.


Tempat wisata dalam Mall ini baru saja buka, namun biasanya selalu penuh pengunjung. Kadang butuh di reservasi dahulu untuk bisa masuk ke sini. Tapi suasana hari ini sangat berbeda dari biasanya. Tidak ada pengunjung yang terlihat, hanya ada rombongan keluarga artis tersebut beserta para petugas Aquarium itu sendiri.


^^^"Selamat datang di Aquarium dan Safari Jakarta. Saya Nana yang akan membantu menjelaskan saat kita berkeliling." terang petugas yang mengenalkan dirinya sebagai pemandu.^^^


^^^"Terima kasih." jawab Hana.^^^


^^^"Dengan senang hati Nyonya muda. Mari sebelumnya ikut Nana ke counter ya. Untuk memakai gelang." ucap pemandu itu lagi.^^^


Nyonya muda? Maksudnya aku nyonya muda muda keluarga Ricky Sebastian Alexander? Ayolah, Hana ini hanya berakting sehari. Jangan terlihat senang seperti ini.


Hana ingin menepuk pipi untuk menyadarkan dirinya dari khayalan itu, namun tidak bisa karena dua tangannya sedang di genggam oleh Tian maupun Cherry.


Sampai kapan juga tanganku di pegang seperti ini, batin Hana. Hana sangat malu, genggaman tangan mereka bahkan sampai membuat dirinya terlihat seperti nyonya muda sungguhan di mata para petugas. Padahal Hana yakin, semua petugas itu tahu kalau sang artis terkenal ini statusnya adalah duda.


Kesalah pahaman ini sudah menyebar sampai ke semua orang yang melihat mereka bertiga berjalan bergandengan tangan.


Karena sudah sangat malu, Hana memutuskan untuk bertanya agar tangannya bisa di lepaskan oleh sang artis.


^^^"Maaf tuan Tian, apakah bisa di lepas saja tangan ku. Maksudnya nanti petugas dan pengunjung lain akan salah paham." ucap Hana hati-hati.^^^


Lebih dari sehari bersama dengan Tian, membuat Hana melihat sisi galak dan posesif Tian juga. Kalau pertanyaan Hana membuat Tian tidak suka pasti nanti sang artis akan menjawab dengan kesal. Tuh kan, raut mukanya sudah berubah, begitu batin Hana.


^^^"Maksudnya kau tidak ingin ku genggam tangannya karena apa? Karena orang lain lihat atau karena kau tidak suka?" tanya Tian.^^^


^^^"A-aku suka kok! Hanya takut yang lihat salah paham." Hana keceplosan jawab jujur karena takut Tian tersinggung.^^^


^^^"Jadi kau suka kan?" raut wajah kesal Tian mengendur berganti dengan wajah senyum secerah bunga matahari lagi.^^^


Eh? Kenapa hanya fokus yang kata yang itu saja tuan! Bagian yang orang lain salah paham bagaimana?! Hana jadi bingung sendiri dengan pertanyaannya, merasa tidak tersampaikan dengan baik ke artis tersebut.


^^^"I-itu maksudku---" Hana ingin mencoba sekali lagi bertanya tapi terhenti karena gerakan Tian selanjutnya membuat Hana kembali hilang fokus.^^^


Cup.


"Tenanglah Ibu Hana."

__ADS_1


Ahh, Ibu! Sekarang dia bahkan mencium punggung tanganku saat di genggamannya! Kak Manager tolong aku! melirik ke arah Manager Raka.


Namun Manager Raka dalam jarak jauh dan memang sedang dalam mode tidak terlihat. Seperti janjinya kepada sang artis, tidak menggangu dan tidak terlihat dalam kencan keluarga kecil ini.


Manager Raka yang melihat pemandangan itu, memilih diam dan tidak bertindak apa apa. Sama halnya dengan Sus Rita, dan para bodyguard.


Sepertinya mereka semua sudah menduga sejak awal kalau bos artisnya akan melakukan hal hal seperti itu kepada wanita pujaannya. Mereka sangat maklum karena memang terlihat sekali bos mereka sedang jatuh cinta.


Cherry yang dari samping juga ikut melihat interaksi Ayahnya dengan Miss Hana, merasa Ayahnya semakin iseng saja tapi Cherry senang dengan keadaan yang seperti ini. Jadi Cherry hanya tertawa saja.


^^^"Tidak ada yang melihatnya. Tempat ini hanya ada kita." ucap Tian malah sengaja makin mengeratkan genggamannya.^^^


Apa! Jadi benar tempat ini di booking ya. Eh, petugas disini kan juga melihat kita Tuan! Malunya aku! Kali ini Hana menyerah protes, hanya tertahan dalam hati saja. Akhirnya Hana memilih pasrah mengikuti lagi kemauan sang artis.


Berbeda dengan para orang orang Tian, petugas di tempat wisata ini, sangat menahan dirinya untuk tidak terkejut.


Kalau bisa mereka ingin mengabadikan momen keluarga kecil ini. Mereka sangat kaget sekaligus senang melihat dengan mata kepala sendiri Tian beserta keluarga nya datang ke tempat mereka bekerja.


Lebih banyak merasa beruntung, karena kesempatan ini mungkin akan jarang di rasakan oleh orang lain. Mengingat sang artis sangat tertutup dengan urusan kehidupan pribadinya. Mereka menjadi bersemangat bekerja hari ini, karena pastinya hari ini akan menjadi memori yang bagus untuk di ceritakan ke keluarga mereka nantinya.


Wah apa ini anaknya tuan Tian? Cantik sekali. Dan siapa wanita muda cantik itu. Kami diminta memanggil Nyonya Muda artinya itu istrinya Tuan Tian kan?


Lihat! Tuan Tian bahkan sampai melakukan hal itu di depan publik. Ya ampun mereka romantis sekali.


Para petugas wisata Aquarium sedang asyik dengan pikirannya masing masing. Seperti dugaan Hana, banyak yang akhirnya salah paham melihat dirinya bersama sang artis dan putrinya tercinta. Kesalah pahaman yang memang sengaja dibuat oleh sang artis yang suka modus.


Begitu pun pemandu yang memperkenalkan dirinya bernama Nana tadi, dengan susah payah Nana tidak mengembangkan senyum senang selain senyum sesuai SOP kerja di sini.


Sekedar informasi, Nana ini adalah Tianager tapi dia akan support kehidupan sang artis jika memang itu yang terbaik bagi sang artis itu sendiri. Hal ini yang di sebut sebagai supportif fans.


"Nyonya Muda, Tuan Tian ini gelang untuk anda berdua juga putri kecil. Lalu yang ini adalah kertas tantangan. Jika kertas tantangan ini di penuhi, nanti akan mendapatkan hadiah menarik dari kami." petugas Nana menjelaskan.


^^^"Bagaimana dapat itu?" Tian malah bertanya hal lain. Pandangannya tertuju pada sesuatu yang di pakai Nana di kepalanya.^^^


^^^"Ah, bando yang saya pakai ini ya Tuan? Ini adalah merchandise kami bisa di beli di Wonder Store sebelah sana. Apa kita kita kesana dulu tuan?" tanya petugas Nana.^^^


^^^"Eri mau?" tanya Tian kepada Cherry.^^^

__ADS_1


^^^"Mau banget!" jawab Cherry riang.^^^


^^^"Ayo kita kesana beli untuk Cherry dan juga Ibu Hana." ajak Tian.^^^


^^^"Saya tidak perlu tuan." sanggah Hana cepat.^^^


^^^"Tidak apa, biar seperti aksesoris keluarga kita. Pasti lucu saat nanti kita foto." ucap Tian tertawa.^^^


Apa! Kenapa bisa bicara segampang itu sih. Aaa. Akting yang luar biasa.


Hana tidak bisa menutupi rasa senang dan malunya saat mendengar kata keluarga kita. Padahal Hana tahu bisa saja Tian sedang berakting untuk keinginan sang putri. Tapi untuk di bilang berpura-pura sangat totalitas sekali. Hana sampai terlarut sendiri dalam kepura-puraan ini.


Sepertinya ini sudah di ambang batas kesadaran Hana. Sangat sulit baginya untuk menyadarkan diri agar tidak salah paham kalau sudah seperti ini. Hana sudah ingin ikut berperan dalam berakting keluarga kecil bahagia ini.


Baiklah, hari ini akan ku nikmati peranku dan kencan bertiga ini. Hari ini aku adalah Ibu Hana!


"Ayo kita kesana Ayah Tian!" ucap Hana.


Duh, ternyata kalau diucapkan lebih terasa malunya! Hana jadi sedikit menyesal karena ucapan spontannya sendiri.


Hana berjalan cepat menggandeng Cherry di sampingnya tapi melepas tangan Tian yang tiba tiba mengendur. Hal ini digunakan Hana untuk kabur sebentar dari sang artis, karena Hana ingin menyembunyikan mukanya yang merah padam.


Di satu sisi ada yang terkejut. Tian sampai tidak sempat membalas perkataan Hana dan mengendurkan genggaman tangannya. Tian tidak dapat menutupi rasa senangnya. Dia hanya mengangguk dan membiarkan Hana kali ini berinisiatif akting sendiri.


Hana, kamu memang luar biasa. Kamu bisa menyeimbangiku ternyata!


Tian memegang dadanya yang berdebar dengan cepat. Lalu segera menyusul Hana dan Cherry di belakang.


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimashita.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2