Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Tidak Boleh Pacaran


__ADS_3

Masih di hari yang sama, sepertinya hari ini akan menjadi hari yang panjang untuk Tian dan Hana.


Meeting online sebentar lagi akan berakhir.


Pembahasan tentang penyesuaian peraturan baru dipimpin oleh kepala sekolah dan sesekali manager Raka menjelaskan sedikit. Tidak ada yang berani protes dan intrupsi.


Hana pun sama sekali tidak bersuara. Kadang dia seperti sengaja duduk agak bersembunyi di belakang Riga kalau dari arah web camera. Harusnya dia bisa biasa saja, toh sang artis tidak langsung bertemu dengannya hari ini. Tapi entah kenapa Hana merasa Tian menatap kearahnya semakin intens. Hana jadi salah tingkah sendiri.


Sebenarnya Riga juga merasa tuan artis yang daritadi tidak ikut bersuara dalam meeting online itu terus memperhatikan ke arah Hana. Yang artinya pandangannya bertubrukan dengan arah Riga juga, karena Riga duduk tepat di sebelah Hana.


Apa perasaanku saja ya? Kenapa tuan Tian terus memperhatikan Hana? Gumaman Riga dalam hati.


Saat tiba di penutup meeting online, tiga orang tadi yang sibuk dengan pikiran masing-masing kembali fokus mendengarkan perkataan dari kepala sekolah.


^^^"Sepertinya semua poin peraturan baru sudah kita bahas ya. Apa ada yang masih kurang jelas?"^^^


Kepala sekolah bertanya kepada para staff sekolah, maksud dari perkataannya seolah mengatakan jika ada yang ingin memberi komentar atau keberatan inilah saatnya untuk berbicara. Tapi karena tidak ada yang menganggapi, kepala sekolah mengganggap dari pihak sekolah termaksuk para staff setuju dengan peraturan ini. Kepala sekolah beralih menghadap televisi besar dan web camera.


^^^"Bagaimana dengan Tian-san dan Raka-san? Apa ada yang ingin ditambahkan?"^^^


Mendengar pertanyaan kepala sekolah, staff jadi tidak tenang. Mereka berbisik-bisik. Hana pun mempunyai pikiran yang sama dengan staff sekolah lainnya.


Kenapa malah bertanya apakah ada yang ditambah sih, sensei? Peraturannya sudah sangat banyak jangan ditambah lagi. -Hana


Manager Raka ingin membuka suara mewakilkan bahwa semua peraturan sudah sesuai dan tidak ada penambahan. Namun, tangan Tian menyentuh lengan kiri Manager Raka. Seolah menginterupsikan sesuatu.


^^^"Ada apa, Tian? Kau ingin menambahkan peraturan baru lagi?"^^^


Manager Raka memang sangat mengerti isi pikiran Tian. Tian tersenyum dan membisikan sesuatu ke telinga Manager Raka. Tian ingin ada peraturan ini setelah tadi perasaannya memuncak kembali melihat Hana dan Riga duduk berdampingan.


Manager Raka yang mendengarkan bisikan sang artis, sedikit tidak percaya.


^^^"Apa kau sudah gila, Tian. Aneh sekali kalau kita minta peraturan itu."^^^


Manager Raka mencoba protes terhadap permintaan aneh Tian barusan.


Tian tidak peduli protes dari sang manager dan hanya mengangkat bahunya. Tian akhirnya berbicara lagi sambil berbisik ke manager Raka.


^^^"Lakukan saja sesuai permintaanku, Kak."^^^

__ADS_1


Manager Raka sangat frustasi dengan tingkah laku sang artis hari ini. Dari pagi Tian sudah sangat aneh dan merepotkan, tapi sebagai Manager dia tidak bisa protes banyak. Jadi dia akan sampaikan permintaan sang artis yang mungkin akan dianggap aneh dan konyol sekali.


^^^"Paman David, dan semuanya. Kami berdua punya satu tambahan peraturan. Meskipun ini peraturan yang kami sampaikan secara lisan saat meeting kali ini, mohon untuk dipahami dan dipatuhi juga sebisa mungkin."- Manager Raka.^^^


Tian yang mendengar perkataan Manager Raka barusan, senang dan bangga karena Manager Raka selalu bisa menyampaikan maksudnya lebih baik baik darinya. Manager Raka menambahkan lagi perkataannya.


^^^"Kami ingin diantara staff sekolah fokus saat mengajar juga bekerja, jadi kami mohon untuk tidak ada aktivitas romance atau pacaran di lingkungan sekolah Summer Breeze."^^^


Semua yang mendengar kaget. Bahkan kepala sekolah David juga tidak menyangka akan keluar peraturan seperti itu. Kepala sekolah segera ingin meluruskan pertanyaan ambigu itu.


^^^"Raka-san, staff kami di sekolah memang tidak ada yang berpacaran jadi sepertinya peraturan ini tidak diperlukan menurut kami." -kepala sekolah David.^^^


Mendengar hal itu staff sekolah mengangguk setuju. Berharap kepala sekolah David bisa membuat sang artis dan manager itu berubah pikirannya. Setelah lama diam, kali ini Tian yang merespon perkataan dari kepala sekolah David.


"Ehem. Aku tahu permintaan dari Manager Raka sangat aneh. Tapi aku coba sampaikan maksud baiknya ya."


Manager Raka yang merasa difitnah melirik sengit ke sang artis.


Kenapa jadi membawa namaku sih, sialan! Yang minta kan kamu! -Manager Raka.


^^^"Kami tahu pasti semua staff sekolah akan bekerja profesional. Tapi peraturan terakhir itu tidak tertulis, hanya sebagai pengingat kita masing-masing saja. Kalau memang tidak ada yang pacaran di sekolah, malah kita semua tidak perlu khawatir dengan peraturan ini, kan?"^^^


...🌻🌻🌻...


Di lokasi pemotretan yang sama, setelah sesi ketiga pemotretan berakhir lokasi ini sudah sedikit sepi dari orang-orang.


Hanya yang berkepentingan saja yang masih tinggal di lokasi pemotretan ini.


Rainy yang sudah selesai berganti pakaian dan merapihkan riasan make up nya, bersiap untuk pergi ke agenda selanjutnya.


Rainy harus pergi ke luar kota untuk syuting pengambilan gambar keperluan iklan barunya. Pengambilan gambar itu harus di lakukan di kebun teh, jadi mereka memang harus pergi ke luar kota.


Ketika sudah siap berangkat, Rainy meminta ijin ke managernya untuk ke toilet sebentar.


Ketika sudah menyelesaikan urusannya di kamar mandi, Rainy ingin segera keluar karena manager Rainy sudah menunggu di mobil. Namun, Rainy kaget pintu bilik kamar mandi yang dia pakai tidak bisa dibuka.


Loh? Perasaan sudah ku buka kuncinya. -Rainy.


Rainy berusaha keras membuka pintu tapi sepertinya terkunci. Merasa aneh, karena kunci dari dalamnya sudah dibuka Rainy dari tadi tapi tetap saja pintu kamar mandi tidak bisa dibuka.

__ADS_1


Rainy mendengar suara langkah kaki dari luar pintu bilik kamar mandi Rainy merasa lega, karena akhirnya ada yang bisa membantunya. Mencoba meminta tolong ke orang yang ada di luar itu unruk membuka pintu dari luar.


^^^"Ah, akhirnya ada orang. Maaf apa boleh tolong bantu saya buka pintu bilik ini dari luar. Sepertinya pintu kamar mandinya rusak dari dalam." -Rainy^^^


Rainy menunggu, tapi tidak ada jawaban dari seseorang yang ada di luar itu.


^^^"Permisi? Apa anda bisa bantu saya?"^^^


Rainy mencoba sebisanya untuk memberikan tanda bahwa ada dirinya yang terkunci dari dalam kamar mandi.


Mungkin dia tadi tidak mendengarku aku harus bicara lebih kencang lagi, pikiran Rainy masih positif.


^^^"Permisi! Apa ada orang diluar?"^^^


Bukannya menjawab, orang yang ada di luar malah tertawa kecil menyeramkan. Terdengar langkah kaki orang tersebut malah menjauhi bilik pintu kamar mandi Rainy. Menutup pintu masuk kamar mandi wanita, lalu terdengar juga suara kunci pintu.


Jegleg.


Apa! Hei, kenapa malah dikunci pintu kamar mandinya! -Rainy


Ini tidak beres, aku harus menelpon kak Silvia, muncul ide di pikiran Rainy. Namun, Rainy tersadar bahwa tas dan handphonenya tidak terbawa masih di pegang oleh Managernya, Silvia.


"Sial!"


Rainy berteriak karena panik dan frustasi bersamaan.


"Tolong aku! Siapapun yang mendengarnya, tolong aku terkunci di kamar mandi!"


.


.


.


Itsumo arigatou gozaimashita.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2