Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Pertemuan Mendadak


__ADS_3

Tian membaringkan tubuh putri kecilnya di kasur dalam kamar, dan meminta Sus Rita untuk menyiapkan baju tidur putrinya.


Cherry benar benar kelelahan hari ini. Meskipun Tian tidak tega membangunkannya, tapi Cherry tetap harus dibangunkan sebentar untuk bersihkan diri sebelum nanti tidur lagi.


^^^"Ma chérie, bangun sebentar ya. Ganti baju dan gosok gigi."^^^


Tian membangunkan putrinya dengan perlahan, dia juga mencium lembut pipi tembem putrinya. Cara yang sama dengan Cherry kalau membangunkan dirinya diwaktu pagi.


^^^"Good girl. Cherry sama sus Rita dulu bersih bersih. Ayah juga kembali ke kamar ya. Good night, cantiknya Ayah."^^^


Tian memberikan ciuman agak lama di kening putrinya setelah melihat putrinya ini membuka matanya, meskipun dalam keadan masih ngantuk. Lucunya putriku, gumamnya.


Cherry pun terbangun, dan berjalan ke kamar mandi dengan langkah lucu menahan kantuknya. Sus Rita sudah ikut menemani Cherry ke kamar mandi untuk membantu Cherry bersih bersih juga ganti baju tidur. Setelah Tian memastikan Cherry sudah masuk ke kamar mandi, Tian lalu pergi ke ruang kerjanya membawa amplop yang diberikan Manager Raka tadi.


Tian masuk ke ruang kerja yang berada persis di samping kamarnya. Meletakkan amplop yang berisi data diri lengkap guru kecil bernama Hana sesuai permintaannya beberapa hari lalu. Tapi Tian hanya meletakkan di meja tidak langsung membacanya, Tian keluar lagi untuk mandi di kamar tidurnya.


Setelah mandi baru Tian kembali lagi ke ruang kerja. Sama seperti kamar tidurnya, tidak boleh sembarangan orang yang bisa masuk ke dalam sini hanya Tian, Manager David dan kepala pelayan saja.


Tian mulai membuka amplop itu, dia membaca satu persatu kertas kertasnya.


Kertas halaman pertama isinya hampir sama dengan data yang sudah dia baca di CV Hana dari paman David. Halaman selanjutnya adalah rangkuman hidup Hana, lalu ada juga beberapa foto Hana saat berkuliah di Jepang dan juga foto teman dekat serta keluarganya. Tian lama terpaku dengan foto profil Hana ditangannya. Hana dengan senyum yang tulus di foto itu mengganggu pikirannya.


Masih betah memandangi foto pertama lalu beralih ke beberapa foto lain. Sampai dia melihat di foto terakhir mulai mengetuk ngetuk foto itu.


Ternyata benar aku pernah bertemu dengannya. Dia benar benar datang ke fan meetingku dulu. -Tian


Seutas senyum Tian benar benar mengembang.


Di dalam data lengkap yang diberikan oleh Manager Raka tertulis bahwa Hana terdaftar sebagai fans Tianager selama Hana masih sekolah menengah akhir. Tetapi setelah lulus sekolah dan kuliah di Jepang, tidak ada keaktifan kegiatan fans lagi yang diikuti Hana. Terlihat ada foto Hana dan Tian saat fan meeting kedua Hana.


Rambut panjang dan senyumnya apa sudah dari dulu semenarik ini, Tian agak lama menyelami pikirannya sendiri.


Setelah agak lama tersadar dari lamunannya sendiri, dia ingat alasan kenapa dia masuk ke ruang kerja ini. Tian mulai merogoh handphonenya lalu mencari nama yang ingin dia telepon. Tian sudah menemukan alasan untuk bertemu lagi dengan wanita yang berhasil mengganggu pikirannya selama beberapa hari ini.


^^^"Halo, paman David. Maaf aku telepon malam-malam. Boleh aku bicara dengan paman sebentar?"^^^


...🌻🌻🌻...


Tahun ajaran baru akan dimulai seminggu lagi, biasanya guru guru sekolah Kindergarten Summer Breeze akan masuk tiga hari sebelum hari orientasi wawancara murid. Seharusnya masih hari Kamis nanti Hana dan guru guru lainnya meeting guru untuk persiapan hari orientasi tersebut.


Tetapi semalam Hana mendapatkan telepon dari kepala sekolah David kalau akan ada agenda perkenalan Hana dengan Cherry sebelum masuk sekolah hari ini. Hana sedikit terkejut karena saat pertemuan terakhir walimurid yang adalah artis idolanya dulu itu, tidak ada pembicaraan apa apa tentang hal ini.

__ADS_1


Karena terlalu mendadak Hana agak panik dan gugup lagi. Bagaimana ini aku bahkan belum menyiapkan metode pendekatan apapun untuk Cherry, batin Hana sangat khawatir.


Kepala sekolah mengatakan di dalam pembicaraan telepon tadi bahwa hari ini kepala sekolah David dan Hana diundang datang ke rumah Cherry untuk bertemu sebelum masuk sekolah. Pertemuan kali ini bertujuan untuk mengenalkan Cherry dengan sang guru sebelum sekolah dimulai. Hanya perkenalan biasa, jadi tidak perlu persiapan pengajaran apapun.


Cherry berkarakter agak pemalu, diharapkan perkenalan ini membuat Cherry lebih membuka diri dan dekat dengan gurunya saat nanti kelas tahun ajaran baru tiba.


Dengan alasan seperti itu, lagi-lagi Hana hanya bisa mengikuti rencana dari sang walimurid dan juga kepala sekolah David tanpa bisa protes sedikit pun. Sama seperti pertemuan pertama di ruang kepala sekolah.


Aku kan juga perlu memikirkan pendekatan apa yang cocok untukku dan Cherry. Kenapa mereka langsung memutuskan tanpa bertanya kepadaku sih, rasanya ingin menangis saja.


Hana merasa gugup selain karena perkenalan dengan murid di luar sekolah ini terlalu mendadak baginya, ini adalah pertemuan keduanya dengan Tian sang artis idola yang merupakan ayah dari Cherry.


Hana ingin kali ini dia bisa mengkontrol kondisi hati dan ekspresi mukanya. Jangan sampai ketahuan kamu itu fansnya ya Hana. Dulu, kau itu menyukainya dulu. Harus jaga sikapmu, kata Hana memperingatkan dirinya sendiri.


Kepala sekolah David mengatakan agar Hana dan dirinya berangkat bersama ke rumah Tian, jadi Kepala sekolah David menunggunya di sekolah.


Karena pertemuan kali ini cukup formal bagi Hana, dia memutuskan untuk pergi ke sekolah dengan naik taksi online dibandingkan motor maticnya. Hana tidak ingin baju dan riasannya jadi berantakan kalau dia tetap naik motor matic kesayangannya.


Aku berdandan tidak berlebihan kan.


Hana mematut dirinya di depan kaca memastikan penampilan sebelum berangkat ke sekolah. Biasanya Hana sangat percaya diri dengan tampilan baju dan riasan tipis miliknya. Entah kenapa hari ini dia sangat bingung. Dirinya sudah tiga kali berganti pakaian. Hana hanya ingin penampilannya terlihat sopan dan nyaman tapi tidak berlebihan dalam kondisi semi formal ini.


Kalau biasanya di sekolah, guru guru kindergarten akan memakai baju seragam dan celana jeans saja sudah cukup, karena para guru harus tetap leluasa bergerak saat mengajar. Untuk hari ini Hana memilih kemeja putih semi formalnya dengan setelah dress kodok tali berwarna coklat. Rambutnya dia kuncir ponytail, dengan sedikit curly dibawahnya.


Untuk riasan wajah Hana, dia terlihat tidak ada bedanya dengan hari hari biasa. Hana hanya memakai riasan tipis dengan touch blush on warna peach dan lipstik mate warna bibir alami favoritnya.


Beruntungnya Hana dengan anugrah yang kata orang orang effortless beauty yang dimilikinya, sehingga tanpa make up tebal dia tetap terlihat cantik.


Saat taksi online yang ditunggunya sudah datang Hana pamit dengan ayah dan ibunya. Hale sudah pergi dari pagi karena jadwal bimbingan skripsinya. Sedangkan ayah dan ibunya baru akan berangkat mengajar sekitar jam sembilan.


Jalanan menuju sekolah terbilang ramai lancar karena masih dalam jam sibuk berangkat kerja.


Sesampainya Hana di gerbang sekolah, dia langsung menuju ruangan kepala sekolah. Sebenarnya masih terlalu cepat 10 menit dari waktu yang dia sampaikan kepada kepala sekolah di telepon kemarin. Tapi Hana sudah terbiasa dengan budaya dan karakter orang Jepang yang selalu tepat waktu saat janjian bertemu, harus 'in time' bukan lagi 'on time'.


Hana masuk setelah dipersilakan langsung oleh kepala sekolah David. Di dalam ruangan kepala sekolah, ternyata ada Riga yang duduk di sofa dekat meja kerja ayahnya. Hana yang mengucapkan salam pertama kali.


^^^"Ohayou gozaimasu, David sensei, Riga. Omatase shimashita."^^^


^^^(🌻: Selamat pagi David Sensei, Riga. Maaf membuat kalian menunggu.)^^^


Balasan salam juga diucapkan oleh kepala sekolah David dan Riga. Lalu, kepala sekolah David meminta Hana menunggu sebentar, dan menyampaikan lima belas menit lagi mereka baru bisa berangkat dengan mobil kepala sekolah David.

__ADS_1


Dalam waktu menunggu Riga dan Hana sedikit berbicara santai selayaknya teman.


^^^"Kyou wa Ano seito to shotaimen dayone. Kinchou shiteru no?"-Riga^^^


^^^(🌻: Hari ini perkenalan pertama dengan murid itu ya. Kamu gugup kah? )^^^


Hana tertawa manis. Orang yang melihat tawanya jadi ikut tertawa juga saking manisnya. Riga menyukai tawa dan senyum Hana. Lebih tepatnya semua yang Hana lakukan pasti Riga suka.


^^^"Un, mochiron. Eh, chotto yarisugi nai kana?"-Hana^^^


^^^(🌻Iya nih. Eh, agak keliatan berlebihan ya aku? )^^^


Hana menunjuk pakaian yang dipakainya. Riga tertawa. Dia sudah ingin menjawab, tidak kamu engga berlebihan tapi emang cantik banget sih hari ini. Dia urungkan kata kata itu dan hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban kepada Hana.


Tidak lama kepala sekolah sudah datang lagi ke ruangan dan meminta Hana bersiap siap berangkat. Riga dengan tidak rela melepas kepergian Hana masih mencoba membujuk ayahnya. Riga sudah dari pagi mengikuti dan membujuk ayahnya agar hari ini dia bisa ikut juga datang ke rumah Tian bertemu dengan Cherry. Riga bahkan beralasan, dia harus ikut juga sebagai perwakilan guru nanti.


^^^"Otou-san, watashi mo ikitai kedo, hontouni dame nano?"-Riga^^^


^^^(🌻: Ayah, aku ingin ikut juga, beneran engga bisa?)^^^


^^^"Dakara, dekinai tte."-kepala sekolah David^^^


^^^(🌻: Sudah kubilang tidak bisa kan.)^^^


Kepala sekolah David agak geli dan aneh melihat anak laki lakinya yang sudah dewasa ini, bahkan sudah lama tidak meminta apapun padanya jadi terlihat sekali memaksa ikut. Dari awal sudah kepala sekolah David sampaikan ke Riga, kalau undangan pertemuan di rumah walimurid kali ini hanya ditujukan kepadanya dan Hana saja. Karena bukan pertemuan official seperti nanti hari orientasi di sekolah.


Riga pun menyerah, hanya bisa mengantarkan ayahnya dan Hana sampai masuk ke mobil.


Mobil kepala sekolah pun berangkat menuju rumah kediaman sang artis dan putrinya


.


.


.


🌻: Hai semua, bab ini aku banyak masukin bahasa Jepang hehe. tolong bantu like dan tinggalin jejak komentar ya.


yonde kurete itsumo arigatou gozaimasu.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2