Terpikat Duda Artis

Terpikat Duda Artis
Persiapan Lamaran


__ADS_3

Seminggu sudah terlewat dari hari orientasi murid di sekolah Summer Breeze. Semua berjalan sesuai ritme kehidupan masing-masing.


Hana memulai kembali mengajar di tahun ajaran baru ini. Tian masih bekerja sesuai kontrak kerja yang sudah terjalin dari beberapa waktu sebelumnya. Menyelesaikan beberapa kewajiban sebelum nantinya mendapatkan hak libur panjangnya.


Cherry, yang sempat mengalami sedikit kendala saat berbaur dengan teman sebaya di sekolah, kini mulai terlihat nyaman pergi ke sekolah. Meskipun putri kecil itu masih sungkan berinteraksi tanpa suara, namun murid lainnya pun tidak terlalu mempermasalahkan. Ajaibnya, mereka tetap bisa bermain bersama tanpa harus berbicara banyak.


Cherry bahkan sudah memiliki teman pertamanya di sekolah yang selalu diceritakan kepada Ayah dan juga Hana.


Hana yang terus bersama Cherry di sekolah, sudah melihat sendiri bagaimana naik turunnya semangat Cherry saat berinteraksi dengan teman sebaya. Dirinya bersyukur Cherry mampu beradaptasi dengan cepat di sekolah.


Sesuai janjinya. Mengenai semua kegiatan sekolah dan belajar mengajar di kelas, Hana selalu memberikan laporan setiap hari melalui pesan kepada Tian. Kadang di kirimkan juga foto. Tapi itu juga karena Tian yang meminta terlebih dahulu.


Jelas, ini merupakan bagian dari modus agar Tian selalu mendapatkan foto dari wanita cantiknya, dan juga putri kesayangannya. Tian berharap foto dari kekasihnya itu bisa sedikit menawar kerinduan yang dia rasakan setiap hari. Kerinduan karena sudah hampir seminggu tidak bertemu.


Namun, melihat foto yang dikirimkan itu, alih-alih mengobati rindu malah membuat Tian makin tersiksa rindu. Artis tampan ini jadi ingin langsung pergi untuk memeluk dan memandang langsung wajah cantik berambut panjang dengan senyum manis itu.


"Coba foto kegiatan hari ini ya, baby. Andai aku bisa melihat langsung. Sayang sekali." dengan nada sedih, cara yang selalu dipakai artis modus ini agar Hana mau mengirimkan fotonya.


Meski tidak bertemu hampir setiap malam, Tian sempatkan berkomunikasi. Hubungan mereka berdua mereka semakin dekat, begitu halnya hubungan Cherry dan Hana. Para Tianager juga merestui hubungan mereka. Terlihat banyak postingan dukungan bahkan thread positif tentang hubungan mereka.


Hanya tinggal satu perihal yang masih belum selesai.


Setiap hari, setiap saat, Tian terus mendapat pertanyaan dari Ayahnya tentang kejelasan hubungannya dengan Hana. Pertanyaan yang lebih tepat seperti permintaan, agar sang putra segera menikahi kekasihnya tanpa menunggu lama lagi. Kalau sudah sama-sama mencintai, apalagi Cherry yang semakin lengket dengan Hana, lebih baik segera mengikatkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Begitulah perkataan Dave Alexander. Ayahnya juga meminta Tian segera mengatur pertemuan dua keluarga untuk membahas pernikahan.


Bukannya Tian tidak mau. Malahan sangat ingin dirinya menikah dengan Hana sekarang juga. Namun Tian merasa ini terlalu cepat, takut Hana merasa terbebani.


Tian yakin Hana mencintainya, tapi untuk menikah perlu pertimbangan yang harus dipikirkan tanpa terburu-buru. Tidak cukup hanya memastikan kita dan pasangan kita saling mencintai saja. Pernikahan adalah langkah besar setiap manusia, karena mungkin di fase inilah kita memulai hidup dengan sudut pandang yang baru bahkan berbeda. Jadi, wajar bila ada nasihat lama, menikah itu harus siap fisik, mental dan finansial.


Pernikahan ini akan menjadi pernikahan kedua untuk Tian, jadi secara garis besar Tian sudah sangat siap secara tiga faktor tadi bahkan segala kesiapan lainnya. Apalagi sebagai laki-laki dewasa, Tian tidak bisa bohong tentang kebutuhan biologisnya ingin segera dipenuhi. Dirinya sudah ingin secepatnya meneguk manisnya cinta bersama sang kekasih hati karena sekarang saja dalam gairah cinta yang sedang panas-panasnya. Kepalanya pusing harus selalu menahan diri, bersabar sampai sebatas ciuman saja. Saking besarnya keinginannya, kadang Tian harus rela membayangkan saja dalam mimpi, pada akhirnya menyelesaikan urusannya sendiri sambil membayangkan Hana.


Lain hal untuk Hana. Bukankah wanita berusia 24 tahun itu pastilah mempunyai keinginan dan cita-cita? Bagaimana jika Hana menjawab lamarannya dengan reaksi yang tidak Tian inginkan? Apa Hana tidak masalah merubah statusnya menjadi istri, bahkan ibu muda untuk Cherry dan calon anaknya kelak? Itulah yang sekarang sedang dikhawatirkan oleh duda artis tampan ini.

__ADS_1


Tian takut jika Hana menolaknya dengan alasan tidak ingin terlalu cepat menikah.


"Tidak usah banyak pikiran. Katakan saja kalau kamu serius dengannya dan ingin menikahinya." Ayahnya Tian memberikan nasihat juga perintah dalam satu kalimat.


"Kalau kau menunjukkan keseriusanmu dengan benar, Hana dan keluarganya pasti akan menerima lamaranmu itu. Ayah yakin." tambahnya lagi.


Mereka harus menikah segera, karena aku yakin anak nakal ini tidak akan mampu menahan hasratnya lebih lama lagi. Jangan sampai ada video seperti CCTV kemarin lagi. Bisa pusing aku mengurusi hal itu nantinya, gumam Dave Alexander.


Setelah itu, Tian terus memikirkan semua perkataan Ayahnya. Akhirnya, dirinya sudah semakin yakin kalau dirinya ingin menikah. Tian mulai melakukan persiapan-persiapan yang memang harus dilakukannya sebelum melamar sang wanita pujaan hati. Kali ini, Tian ingin merencanakan sendiri, tentu saja, Manager Raka akan terlibat dalam setiap rencana dari sang artis.


Tepat di akhir agenda Tian yang sudah selesai hari ini, Tian menyampaikan maksud hatinya itu.


"Baiklah. Garis besarnya aku paham. Aku akan persiapkan semuanya untuk kalian." ucap Manager Raka percaya diri.


"No. No. Kali ini aku ingin aku yang mempersiapkannya. Kau cukup membantu ku sesuai yang ku minta saja kak. Sekarang, antarkan aku ke tempat ini." Tian menunjukkan foto di layar handphonenya.


Manager Raka melihatnya sebentar dan mengangguk mengerti. Mobil pun meluncur ke tempat yang diperintahkan oleh Tian.


Perhiasan, itulah foto yang ditunjukkan oleh Tian kepada Manager Raka. Tian merencanakan mencari sendiri cincin yang akan diberikan kepada Hana untuk melamarnya nanti. Membayangkan saja sudah membuat dada berdebar-debar.


Saat masuk toko perhiasan, mereka sudah diberikan berbagai macam cincin dengan model yang variatif dan juga bagus, toko ini langsung mengeluarkan semua koleksi terbaik mereka.


"Cincin tunangan, tuan?" tanya wanita cantik yang juga pemilik toko perhiasan ini.


Saat Manager Raka masuk duluan dan menyampaikan niatnya juga request khusus untuk mengosongkan toko, pemilik toko perhiasan ini langsung bergerak cepat bahkan dia merasa terhormat melayani langsung artis tampan paling populer di negeri ini.


"Pernikahan." jawabnya santai, tanpa melihat lawan bicaranya karena masih fokus memilih cincin.


Semua staff toko terkejut. Wanita cantik pemilik toko menutup mulutnya kehilangan kata-kata. Tapi itu hanya terjadi sesaat, sebagai pengusaha dia melihat ini sebagai kesempatan emas.


"Wah, anda akan melamar pacar anda ya. Selamat, kami ikut bahagia mendengarnya. Bagaimana kalau beli dua cincin tuan? Satu cincin untuk melamar, satu lagi untuk diberikan saat hari pernikahan. Jika anda berkenan, aku akan memberikan harga special untuk cincin pernikahan kalian." ucap wanita pemilik toko.

__ADS_1


Tian pun akhirnya melihat wanita pemilik toko, lalu tersenyum.


"Ide bagus. Cincin apa saja yang kau punya. Aku mau yang tidak biasa untuknya."


"Bagaimana dengan yang ini, tuan? Ini koleksi kami yang berharga dan sengaja kami buat hanya satu saja, tidak ada yang lainnya." dengan bangga.


Tian melihat cincin yang ditawarkan, lalu senyum itu terbit ketika Tian merasa menemukan cincin ini sesuai dengan sosok Hana.


"Aku pilih ini saja. Untuk cincin pernikahan aku akan kembali lagi bersama dirinya. Nanti dia yang akan memilihnya sendiri."


Semua terlihat senang. Bahkan staff toko perhiasan tidak berhenti tersenyum. Mereka merasa beruntung menjadi saksi hidup sang artis tampan mempersiapkan pernikahannya dengan sang wanita pujaannya. Namun mereka tidak bisa mengambil foto ataupun menceritakan ini kepada yang lain. Karena Manager Raka tadi sudah memberikan ultimatum kepada semua yang ada disini, kalau hal ini masih menjadi rahasia.


Tidak apa. Mereka tetap senang. Toh mereka bisa memamerkan hal itu setelah pernikahan mereka terjadi kan.


Sekarang, tinggal rencanaku untuk menyampaikan lamaranku kepada Hana langsung. Begitu Tian mengsugestikan dirinya agar berani mengajak Hana keluar dan melamarnya dalam waktu dekat.


Hah. Kenapa aku agak gugup ya? Pokoknya aku harus segera menelpon Hana untuk bertemu!


.


.


.


Itsumo Arigatou gozaimasu.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2